2. Confusion

904 70 6
                                        

Ruangan mendadak sunyi, bahkan suara detik jam terdengar jauh lebih jelas dibanding beberapa detik sebelumnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ruangan mendadak sunyi, bahkan suara detik jam terdengar jauh lebih jelas dibanding beberapa detik sebelumnya.


Jovlyen menatap pria di hadapannya tanpa berkedip.

Tinggi.

Berbahu bidang.

Setelan jas hitam mahal membungkus tubuh atletisnya dengan sempurna. Meski wajahnya tertutup masker dan kacamata hitam, kharisma yang dipancarkannya begitu kuat hingga membuat siapa pun enggan menatapnya terlalu lama.

Namun, yang paling mengusik Jovlyen bukanlah penampilan pria itu.

Melainkan sorot matanya.

Tatapan dingin yang seolah tidak memiliki belas kasihan sedikit pun.

Pria itu mengangkat dagunya pelan.

"Hm, bagus sekali."

"Istriku rupanya sudah bangun dari tidur cantiknya."

Jovlyen mengerjapkan mata beberapa kali.

Otaknya masih berusaha mencerna kalimat barusan.

"Istri?"

"Siapa istrinya?"

"Jangan bilang,"

Ia spontan menepis tangan pria itu dari dagunya.

"Maaf"

"Anda siapa?"

Kalimat itu meluncur begitu saja.

Hening.

Ruangan yang semula tenang berubah canggung.

Wanita yang dipanggil Mom membelalakkan mata.

Kylo ikut menatap kakaknya dengan wajah bingung.

Sementara pria di depan Jovlyen hanya memiringkan kepala.

Meski sebagian wajahnya tertutup masker, Jovlyen dapat merasakan rahang pria itu mengeras.

"Maaf, Nak Devon."

Nyonya Calista buru-buru angkat bicara.

"Vanka baru saja sadar dari koma. Dokter bilang ingatannya mungkin masih sedikit kacau."

Beliau menggenggam tangan Jovlyen dengan lembut.

"Makanya dia bicara seperti itu."

Pria bernama Devon itu tidak langsung menjawab.

Ia hanya terus menatap Jovlyen.

Tatapan yang membuat udara di dalam ruangan terasa semakin berat.

Beberapa saat kemudian, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.

Namun senyum itu tidak mengandung kehangatan sedikit pun.

Justru terasa mengancam.

"Kasihan sekali istriku."

JOVLYENCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang