CHAPTER 23 - Mi Amor 🤍

620 36 0
                                        

"Tolong panggilkan ahli gizi" ujar Daffa pada suster yang ada disitu, Daffa melihat sang ibu sangat khawatir berada di samping bayinya.

Tak lama suami dari ibu itu datang bersamaan dengan ahli gizi yang di minta Daffa, lalu Daffa berjalan menemui orang tua bayi.

"Dok gimana bayi saya?" Tanya sang suami.

"Bapak ayah dari bayi ini dan ibu adalah ibunya, betul?" Tanya Daffa.

"Betul dok" jawab suaminya.

"Jadi begini pak, bu. Pada saat bayi datang dan di periksa ada gumpalan yang menghalangi saluran pernafasan bayi, setelah di lakukan tindakan di temukan potongan biskuit yang sudah lembek"

"Biskuit yang di berikan ke bayi tidak masuk ke saluran pencernaan tapi masuk ke saluran pernafasan, harusnya makanan itu masuk ke saluran pencernaan agar bisa di cerna tubuh, itu yang menyebabkan bayi sesak nafas, saat datang kuku dan bibir bayi sudah membiru"

"Sayangnya setelah saluran pernafasan bersih, bayi sempat henti jantung, tidak lama dan masih bisa kita selamagkan, sekarang kondisi bayi ibu dan bapak masih kritis, kita mau pindahkan ke NICU ya supaya lebih terkontrol"

Bapak dari bayi itu terlihat emosi mendengar penjelasan Daffa, lain dengan sang ibu yang menangis, terlihat raut wajah penyesalan.

"Apa bapak tau kalau bayi bapak di berikan makan selain asi?" Tanya ahli gizi yang ada disitu.

"Tidak dok"

"Apa ibu tau di umur berapa bayi di berikan makan selain asi/susu formula?" Tanga Daffa.

Sang ibu mengangguk. "6 bulan dok"

"Lalu mengapa ibu kasih bayi ibu biskuit?" Tanya ahli gizi lagi

"Ta-tadi dede nangis terus dok, sudah saya kasih asi masih nangis, i-ibu mertua saya bilang asimu tidak ada, surut, jadi kasih makan saja, ka-karena saya bingung jadi saya kasih dede biskuit yang di berikan i-ibu mertua" jawabnya sambil terbata-bata.

"Posisi bapak saat kejadian ada dimana?" Tanya ahli gizi.

"Saya lagi kerja dok, kebetulan saya supir online jadi selalu di lapangan"

"Bapak harus lebih perhatian pada istri bapak, tidak perlu di marahi istri bapak sekarang, gimanapun istri bapak lah sekarang yang paling menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian ini" ujar Daffa.

"Apa bapak tau baby blues pada ibu setelah melahirkan?" Ahli gizi bertanya kembali.

Sang bapak menggeleng.

"Bapak dan ibu akan di edukasi oleh dokter ini ya, ini ahli gizi anak di rumah sakit kami, tadi saya sudah jelaskan mengenai kondisi bayinya, lalu setelah itu bapak dan ibu bisa berbicara dengan suster yang ada disini mengenai administrasi dan lainnya, saya pamit ada pasien lain yang menunggu"

"Dok terima kasih" ucap sang ibu, begitupun suaminya mengucapkan terima kasih.

...

Daffa berjalan keluar UGD bersama asisten dokternya sambil menanyakan beberapa kondisi pasien yang di tanganinya.

Setelah memastikan semuanya dalam kondisi stabil Daffa berjalan ke lift menuju lantai paling atas untuk membeli kopi.

Tok tok ..

"Ya masuk"  ucap Casi. "Oo hai" sapanya pada Daffa yang terlihat saat memasuki ruangan Casi.

"Is everything okay?"

"Under control, coffee ?" Tanya Daffa sambil mengangkat gelas yang di pegangnya.

Casi mengangguk tersenyum. "I need that" lalu mengambil gelas dan menyeruput kopinya.

Mi Amor 🤍  [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang