"Long time no see Indonesia!"
Casi melangkah dengan ragu keluar dari pintu bandara kedatangan Internasional, dalam hatinya dia sangat merindukan sosok yang selama ini selalu dia mimpikan.
...
Bagaimana rasanya setelah berpisah selama 4 tahun dan ber...
Nyatanya jabatan head of emergency department yang di sandang Casimira Laha Afaf dan Daffa Abimanyu Hutapea sebagai seorang pediatrician membuat mereka sangat sibuk, tidak ada kata bulan madu untuk mereka meskipun mereka sangat menginginkannya, persetujuan cuti belum turun dan bagi Daffa masih ada beberapa pasien yang perlu perhatiannya.
Sedih ya.
Sampai hari pertama mereka menyandang suami istri mereka langsung sibuk, Daffa mendapatkan telfon mendesak dari rumah sakit yang membuatnya pontang-panting bangun dari tidurnya bahkan tidak sempat hanya untuk mandi, tapi.. masih sempat mencium sang istri.
Sementara Casi, dia melanjutkan tidurnya hanya satu jam karena intrupsi telfon yang menyatakan ada kecelakaan beruntun di tol dan korban di bawa ke rumah sakit mereka.
Karena hal itu, keduanya sekarang berada di rumah sakit sedang beristirahat setelah badai menerpa di masing-masing departemennya. Dan karena hal itu juga seharian ini mereka di ledek oleh hampir seluruh staff rumah sakit karena pengantin baru yang belum sempat bulan madu.
"Orang gila, baru kemarin nikah sekarang udah nongkrong disini aja" ucap Ahza yang baru datang menghampiri Daffa dan Casi di rooftop.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di belakangnya menyusul sang suami yang berpakaian serupa, sepertinya mereka berdua baru saja selesai melakukan operasi.
"Biarin aja sayang, kasian mereka. Aku rasa bahkan mereka belum melakukannya" ucap Arka yang langsung mendapatkan pelototan dari sang istri.
Sedangkan orang yang di maksud malah ketawa-ketiwi. "Gw tuh gak ngerti harus sedih apa gimana, Ah"
"Stop calling me that disgusting name!" Ahza hendak menerjang Daffa yang memang sedang duduk bersama Casi dengan kopi yang sudah tandas di atas meja tapi keburu di halang Arka dengan memeluk sang istri. "Gw gak suka! Gw tuh jadi kayak..."
"Udah, udah, sayang"
"Casi.. suami lo, gw geprek ya!" Casi hanya tertawa sambil menyikut sang suami yang memang senang menggoda Ahza. "Dih suami istri sama aja!" Gerutunya sambil duduk di pangku sang suami dengan posisi masih memeluk dari belakang menghalangi Ahza menerjang Daffa.
"Kenapa? Ngiri kan lo" Ahza tersenyum pongah, dia tahu jika Casi tidak suka do some romance di tengah bekerja. "Dan lo juga belum unboxing Casi! Harusnya lo baik-baikin gw, gw sumpah serapahin tau rasa lo!"
"Sayang ihh, udah"
"Abis dia nyebelin, mas"
Arka menepuk-nepuk lengan Ahza. "Udah sana pesen dulu, tadi katanya pengen yang manis-manis karena kurang asupan gula, gih"
Setengah memberengut Ahza membawa dirinya ke dalam cafe yang menampilkan banyakan cake dan roti yang sangat cantik menggugah selera.
"Dapet call ya?"
"Uhum" Casi mengangguk dan Daffa menjawab iya. "Malas banget sebenernya pengennya cuddle di kasur, iya kan sayang?" Ucap Daffa lalu memeluk lengan Casi dengan manja yang memang berada di sebelahnya tapi dengan cepat Casi melepaskan rangkulan itu. "Ih sayang!"
"Kamu bau!" See, padahal bukan bau karena Daffa sudah mandi sebelum naik ke rooftop tapi karena Casi tidak suka bermesraan di hadapan banyak orang apa lagi terlihat oleh dokter residen dan koas yang pasti nantinya akan di jadikan bahan gosip.
Arka menggelengkan kepalanya melihat hal itu. "Bae-bae lo, di liat Ahza abis di ledekin"
"Sayang ihhh" protes Daffa.
"Kenapa dia?" Tanya Ahza yang datang dengan dua cup es kopi -satu di pegang, satu dia apit di lengan- dan tangan satunya lagi memegang piring berisi dua slice cake, dengan cepat Arka membantunya.
Arka hanya menggeleng. "Udah makan dulu kamu"
"Oh iya, Za.." ucap Casi membuat wanita yang sedang memotong cake itu menatapnya. ".. balik dari sini kemana! Langsung pulang? Gw pengen ketemu Cyra sama Razan"
"Loh sayang, kamu harus pulang ke rumah sama aku"
"Tapi aku kangen sama Cyra"
Ahza terkekeh. "Balik, lo ke rumah aja"
"Iya, sekalian makan malem bareng" ucap Arka sambil meminum es kopinya.
"Ka.. kok lo gitu sih ga ngedukung gw, gw kan pengen cuddle sama istri gue"
"Istri lo gak mau ya, tuh buktinya dia lebih pengen ke rumah gw"
"Sayang..." Daffa merengek pada Casi membuatnya tertawa.
"Kan bisa habis pulang ketemu Razan sama Cyra" ucapnya lalu berbisik. "I'm yours, all night along"
"Beneran?"
Tuh kan Daffa semurah itu, baru di bisikin seperti itu sudah luluh. Hal itu juga membuat Arka dan Ahza ikut tertawa, mereka tahu kedua pengantin baru ini sedang membicarakan apa.
"Ya aku sih gak janji kalau kamu ada urgent call lagi"
Daffa membelalak di sindir begitu. "Aku matiin hpnya"
"Eh jangan dong"
"Aku matiin aja sejam, nanti aku nyalain lagi, ya?" Wajah Daffa berbinar mendapatkan undangan seperti itu dari sang istri.
Daffa sedang flashsale.
"Lah cepet banget sejam? Emang lo cuma bisa seja...!" Ahza tidak bisa menyelesaikan kalimatnya keburu di bekap mulutnya oleh Arka.
Ya kita doakan saja mereka bisa secepatnya melakukan kegiatan itu -iya itu.. you know lah ya- tanpa ada gangguan apapun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TAMAT
...
Oh my god! Hampir lupa cerita ini belum aku end. Maafkan hahahahaaaa semoga belum pada lupa!