30 - Fight the Dragon

8 2 0
                                        

A story by :
APHRODITETHEMIS
.
DON'T PLAGIAT
.
MAYBE INI BUKAN CHARA EUNHAE/HAEHYUK FAVORITE KALIAN, TAPI INILAH VERSI GW 😘
.
.
.

"Akan kubalas kau!"

Bukannya takut dengan ancaman dingin itu, L malah tersenyum sinis pada pria seusia dirinya yang sedang sengaja merengkuh intim bahu adiknya. Pemandangan yang membuatnya muak dan hampir tidak bisa lagi menahan emosi. Sampai sekarang pun L tidak mengerti apa yang dilihat Kyuhyun dari sosok Max yang selalu bersikap dingin, tidak pernah tersenyum dan punya sederet wanita jalang yang selalu memburunya.

"Coba saja jika bisa," desis L tajam, sedikit menantang sebelum menyeringai dingin sambil pura-pura membersihkan debu dibagian depan jaket kulitnya. "Dan, berhenti mengerayangi tubuh adikku dengan tangan busukmu itu!" geramnya semakin marah saat melihat Max tersenyum dan malah semakin erat memeluk Kyuhyun yang sedang menahan tawa.

"Dia kekasihku, L."

Sambil mengangkat dagunya dengan gaya angkuh, Kyuhyun menatap tajam L yang langsung melotot marah padanya. "Calon tunanganku, jika kau lupa." Tambahnya ringan sebelum menyeringai licik sedangkan Max tanpa ragu menyetujui ucapannya. "Jadi, apa alasan dia tidak boleh menyentuhku? Kami bahkan sudah tidur bersama!" Bukannya berusaha meredakan emosi L yang mudah terpancing, Kyuhyun malah sengaja mengobarkannya, mengabaikan tatapan mengancam sang ayah padanya.

"Cukup, anak-anak. Aku tidak mau ada keributan disini."

Mendengar suara datar yang menegur mereka itu, dengan kesal L menjatuhkan dirinya disalah satu sofa ruang tamu keluarganya. Mendengus tajam saat menangkap senyum lebar Kyuhyun yang pasti sengaja memancing amarahnya. "Kenapa dia tidak usir, ayah? Bajingan bodoh seperti Max sedikit pun tidak pantas untuk adikku! Kyuhyun pasti sedang berada dibawah tekanannya!" tuding L penuh emosi dengan nada tinggi meski sang jaksa kembali menatapnya dingin.

"Maaf untuk keributan yang tidak disengaja ini, Jaksa Cho."

Dengan sikap sopan tak tercela Max tersenyum tipis dan sedikit membungkuk pada pria paro baya yang pernah beberapa kali ditemuinya. "Tidak masalah. Duduklah." Sebenarnya Max masih sedikit bingung dengan sikap tenang Jaksa Cho yang sungguh berbeda dari reaksi dingin ayahnya yang jelas-jelas menahan murka. Alih-alih menentang atau langsung mengusirnya, Cho Jae Woon malah terkesan seperti menerima hubungan mereka dengan begitu mudah.

Dalam hati Kyuhyun juga sedang mencurigai reaksi sang ayah yang diluar prediksinya. Tidak terlihat sedikit pun kemarahan dalam mata dingin itu. Tidak ada teriakan menggelegar yang biasa selalu diumbar sang ayah jika dia berulah nakal. "Jadi, papa tidak marah padaku? Menteri Shim tidak sedang mengancam papa 'kan?" tanyanya hati-hati, meringis kecil saat melirik sekilas pada Max sebelum mengambil duduk disamping sang jaksa yang langsung mengecup lama keningnya dan mengusak rambut ikalnya.

"Untuk apa si kaku itu menghubungiku dan kenapa harus marah? Kau sudah memilihnya."

Jawaban ringan yang terkesan tanpa beban itu untuk sesaat membuat Kyuhyun melongo bingung sebelum mengangguk penuh semangat dan tersenyum lebar. "Ya, aku memilih Max karena dia adalah pasangan yang paling tepat untukku." serunya riang dengan ekspresi keras kepala tanpa mengindahkan geraman L yang belum lelah melotot padanya.

"Aku mencintainya!" Kyuhyun berbisik lirih, seperti sedang membagi rahasia besarnya pada sang ayah yang langsung terkekeh geli. "Jadi, karena itu malaikat nakal papa ini mau tidur dengannya?" Pertanyaan yang tak pernah diduganya akan keluar dari mulut sang jaksa berhasil membakar pipi Kyuhyun yang langsung merona.

Sebenarnya bukan hanya putra bungsunya yang bisa bersikap licik, Cho Jae Woon juga bisa.

Sejak gossip dan semua foto itu menyebar seperti jilatan api, dia sudah mempertimbangkan banyak aspek dan sepertinya cara yang dipilihnya ini adalah yang terbaik. Membalas lawan yang tangguh tidak harus selalu menggunakan serangan fisik. Lagipula, diatas semua kebencian dan perseteruannya dengan Shim Kangin, dia juga harus memikirkan perasaan dan keinginan putra bungsunya yang jauh lebih berharga daripada apapun.

DANGERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang