29 - DANGEROUS BET

638 79 36
                                        

A story by :
APHRODITETHEMIS
.
DON'T PLAGIAT
.
MAYBE INI BUKAN CHARA EUNHAE/HAEHYUK FAVORITE KALIAN, TAPI INILAH VERSI GW 😘
.
.
.

Peresmian Gran Luxery, hotel mewah yang terletak ditengah pusat bisnis itu menarik perhatian banyak media yang sibuk meliput seraya berdecak kagum. Interior dan dekorasi hotel yang sengaja dirancang dengan gaya romawi kental itu memang mengundang banyak pujian dari berbagai pihak. Kali ini gebrakan tajam LeeKyung dalam bisnis perhotelan seperti menantang langsung Taekang yang sebelumnya juga terjun dalam bidang yang sama.

Jika Taekang bekerja sama dengan keluarga Kim yang terkenal licik, maka LeeKyung tanpa ragu menjalin kerja sama dengan Hwang Chansung, putra tunggal sang jenderal Korsel yang dikenal sebagai pebisnis muda yang sangat ambisius. Jadi, bisa dipastikan bisnis baru mereka akan mencapai sukses sebelum tahun pertama berakhir, tuan besar Lee yakin sekali.

"Tuan Lee, anda harus melihat ini!"

Kehadiran sekretarisnya yang terlihat gelisah mendorong Lee Kyung Min segera berbalik dan mengalihkan perhatiannya dari sejumlah rekan bisnisnya. Melempar tatapan dingin penuh tanya pada wanita muda yang langsung menyodorkan sebuah tablet padanya sambil meringis kecil. "Apa-apaan ini?" Buku-buku jemari tangan tuan Lee memutih saat meremas kuat benda tipis yang sedang dipegangnya kuat.

"Berita pukul 9. Semua orang membicarakannya." Lapor sekretaris itu cepat dengan nada pelan sambil diam-diam melihat ke sekeliling ballroom hotel yang menjadi tempat pesta peresmian diadakan. "Media juga sudah berkumpul di luar dan tuan muda Hwang ingin bertemu anda, segera!" Sambungnya hampir berbisik saat melihat ekspresi tuan besar Lee yang seperti ingin membunuh seseorang.

"Tahan media dan hubungi pengacara Ming!" titah pria paro baya berwajah keras itu dingin dengan suara yang seperti sedang menahan marah,"Dan, katakan pada tuan muda Hwang jika semua terkendali dan itu hanya gossip tak berdasar!" desisnya tajam seraya memaki kasar putra tunggalnya yang suka sekali berulah dalam hati.

Dengan mudah Lee Kyung Min bisa melihat jika hampir semua tamu melemparkan tatapan penasaran kearahnya. Beberapa bahkan sibuk berbisik sambil meliriknya. Tadi dia berpikir mereka hanya sedang membicarakan keputusannya terjun dalam dunia perhotelan, ternyata bukan. Malam dimana dia seharusnya bersulang dan merayakan awal kesuksesan barunya sudah hancur karena berita sampah.

"Cari Donghae. Sekarang juga!" geramnya penuh emosi sebelum berjalan cepat menuju lift khusus yang terhubung langsung ke ruang kerja pribadinya di lantai 15. "Tuan muda belum datang. Sudah berkali-kali saya berusaha menghubunginya." Mendengar jawaban gugup itu, tuan Lee mendengus tajam pada sekretarisnya yang langsung menunduk dalam-dalam.

"Benar-benar tak berguna!"

Private lift itu terbuka tepat di ruang kerjanya. Langkah tergesa Lee Kyung Min sontak terhenti saat dilihatnya seseorang sedang berdiri membelakanginya, menghadap kearah jendela besar yang menunjukkan pemandangan kota Seoul di malam hari. Siapa yang sudah berani masuk ke kantor pribadiku tanpa izin? Lancang sekali!, geramnya dalam hati dan baru saja akan berteriak marah saat sosok tinggi besar itu berbalik dan langsung menyeringai dingin padanya.

"Apa yang bisa anda jelaskan tentang berita itu, tuan Lee?"

Ini bukan saatnya Lee Kyung Min bisa bersikap sopan apalagi ramah pada seseorang, terutama pada pria muda yang bisa sangat berbahaya dihadapannya. Bekerja sama dengan putra seorang jenderal seperti memiliki koin dengan 2 sisi yang berbeda. Disatu sisi, memberi banyak keuntungan dan kemudahan padanya dan disisi lain, pengendalian diri sangat dibutuhkan karena dia harus menoleransi kearoganan pria muda yang ambisius ini.

"Semua pasti hanya gossip." Jelas tuan Lee cepat seraya memasang ekspresi tenang seolah sesaat tadi dia tidak sedang emosi dan marah besar karena melihat foto-foto putranya yang berciuman panas dengan seorang pria muda di club malam. "Tidak mungkin Donghae menjalin hubungan dengan pewaris Taekang. Ini hanya salah paham!" Tambahnya dengan senyum tipis yang dipaksakan seraya berharap putranya tidak akan mengecewakannya.

DANGERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang