A story by :
APHRODITETHEMIS
.
DON'T PLAGIAT
.
MAYBE INI BUKAN CHARA EUNHAE/HAEHYUK FAVORITE KALIAN, TAPI INILAH VERSI GW 😘
.
.
.
Dengan kesal Donghae melempar kunci mobilnya ke meja dapur sebelum melepas setelan jas hitam dan dasi jelek yang hampir mencekiknya. Dia bahkan mengacuhkan kehadiran Hwang Chansung yang menatapnya tajam. Bahkan pura-pura tidak menyadari kemarahan yang menguar dari tubuh tinggi besar putra Jenderal Hwang itu. Yang terjadi tak sampai satu jam yang lalu sudah terlalu menguras semua emosi dan kesabaran Donghae.
Jadi, sekarang yang dia butuhkan adalah segelas minuman. Mungkin sebotol lebih baik!
"Tender Shiici," gumam Chansung pelan dengan nada mengancam saat duduk di salah satu kursi tinggi yang menggelilingi meja dapur bergaya minimalis apartemen itu. "Kau sedang membangun rumah pasir diatas bisnis bernilai milyaran Won!" Tuduhnya tajam dengan senyum penuh sarkasme dan sangat puas saat melihat kedut kecil disudut mata Donghae yang pasti sedang berusaha mengendalikan emosi.
"Siap menjadi pecundang, tuan muda Lee Donghae?"
Sikap sinis Chansung yang seolah sedang menghakiminya dan meragukan keputusannya itu seperti memancing sesuatu yang berusaha keras ditepis Donghae sejak beberapa jam yang lalu di kantor sang ayah. Emosinya. "Apa salah jika aku bisa mendapatkan tender besar itu sekaligus memiliki pewaris Taekang dalam pelukanku?" sergahnya dingin dengan nada membela diri dan sorot mata yang dipenuhi permusuhan.
"Aku tidak bilang salah,"
Dengan sikap santai yang menipu, Chansung mengangkat bahunya dan tersenyum miring tanpa mengalihkan sedikit pun tatapan menyelidiknya dari wajah Donghae yang sudah sedikit memerah. "Hanya saja bukankah kalian terlalu dingin?" Dengan mudah Chansung bisa merasakan ada sesuatu yang sedang disembunyikan Donghae darinya. Sesuatu yang pasti sangat penting dan mungkin bisa menguntungkannya.
"Sudah berpikir apa yang akan terjadi jika proyek itu gagal ditengah jalan? Atau jika hubunganmu dan pewaris Taekang itu yang bermasalah? Tentu kau tidak lupa seperti apa pertikaian tak berujung keluarga kalian, bukan?"
Setelah memutuskan terjun dalam dunia bisnis yang lebih menarik perhatiannya, dengan penuh perhitungan Chansung juga memilih bekerja sama dengan LeeKyung Grup daripada Taekang. Keputusan itu diambilnya karena tahu Lee Kyung Min lebih mudah dikendalikan daripada Lee Sunmi. Bermain untuk menang adalah tujuan utama Chansung dan langkah Donghae kali ini terlalu beresiko dan bisa membuatnya ikut terseret dalam masalah!
"Ya dan untuk itu aku butuh bantuanmu, Chan."
Meski benci mengakuinya, namun Donghae tahu hanya Chansung yang bisa membantu semua rencananya sekarang. Memangnya siapa yang berani menentang kekuasaan putra seorang Jenderal? "Tentu kau tahu, LeeKyung dan Taekang selalu berjalan disisi yang berbeda. Jadi, sekarang aku ingin kau menjadi penengah." Kali ini Donghae bicara dengan sikap yang jauh lebih tenang dan membuang semua kemarahannya.
Thunder akan jadi perusahaan yang paling berpengaruh jika aku bisa mengendalikan Taekang dan LeeKyung grup. Lumayan juga, batin Chansung puas. Dia tidak pernah memberikan bantuan pada siapa pun tanpa imbalan, kecuali pada Max. "Tentu saja, itu bukan masalah besar." sahutnya ringan dengan seringai khas dibibirnya. "Pastikan saja pewaris Taekang itu membiarkanku memiliki 10% dari saham Taekang Medical. Setelah itu, anggap saja semua masalah kalian selesai."
"10%? Kau gila, Chan? Itu jumlah yang terlalu besar!" teriak Donghae marah.
Sejak awal dia seharusnya tahu bajingan yang kebetulan sahabat terbaik Max ini tidak akan membantunya begitu saja tanpa menuntut balasan. Terlebih saat ini Thunder adalah salah satu perusahaan besar yang paling mengancam Taekang dan LeeKyung. "Bukankah permintaan itu sedikit berlebihan untuk bantuan kecilmu, Chan?" geram Donghae sinis dengan bibir yang hampir terkatup rapat dan tangan yang sudah meremas kuat pinggiran meja dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
DANGER
Action#1 in EunHae ( 17 Okt ) - Ada VERSI BUKU Story yang direquest khusus oleh Mei Cherry melalui Dani 😘 Kepolisian Seoul dipermalukan! 2 genk perampok, Jewel dan The Prince. Menjadikan Seoul sebagai arena permainan mereka. Perburuan para polisi yang m...
