Sepanjang perjalanan pulang mereka mengisi ke gabutan mereka dengan candaan, mereka yang saling mengejek dan saling ngdumel itu sudah biasa bagi mereka berdua.
Ke esokan harinya sepulang sekolah ria sengaja mampir ke gedung itu untuk melihat lebih jelas dan mencari celah untuk masuk kedalam karna gerbang itu di gembok, dan ria masih memikirkan bagaimana ia bisa masuk, dan ria mempunyai ide untuk memanjat tembok di sebelah gerbang.
Tak sia-sia ria mempunyai sekil memanjat, dan ria menuju
tembok itu dan, tak berfikir lama ria memanjat tembok yang tinggi itu setalah sampai di atas ria diam sejenak karena menatap gedung itu, dan seketika ada energi yang menarik untuk masuk kedalam ria berhati-hati untuk turun kebawah.Ria berjalan berlahan-lahan menuju pintu masuk, dan tatapannya tak berpaling dari pintu itu seakan ada yang menyuruh masuk, dengan reflek tangan ria memegang engsel dan sedikit membukanya tiba-tiba pikiran ria harus pulang.
Karna ria harus membantu ibunya untuk membereskan rumah tapi di hati ria mengatakan ia harus masuk dan itu membuat ria bimbang.
Ria" aduh masuk ngak ya tapi udah jam segini nanti ibu nyariin, ya udahlah nanti malam kan sama ling-ling kesini emm ya udah deh pulang aja"
Ria menarik nafas
mmeehhhhh ...
Dan ria langsung pergi dan segera keluar dari gedung itu tapi ria binggung bagaimana ria bisa manjat ke tembok itu lagi, ria melihat sekelilingnya dan menengok kanan, kiri dan belakang tak lama ria melihat ada bangku dan kursi di depan pos security tidak jauh dari gerbang.
Tak berfikir lama ria langsung mengambil bangku dan kursi itu cukup berdebu dan terlihat rapuh dan ria meyusun bangku dan kursi itu setelah ria susun ria mencoba menaikan satu kaki mengetes apa bangku ini masih kuat atau akan patah 5detik ria mencoba dan ternyata bangku itu masih kuat.
Dan ria melakukan hal yang sama untuk naikkan satu kaki di atas kursi dan berlahan-lahan ria menaikan dua kakinya dan berdiri, dengan sedikit cepat ria mencoba duduk di atas tembok dan memutar kan badan ke belakang dan pelan-pelan ria melompat dan tanah juga tidak terlalu tinggi.
Setelah ria sudah di luar gedung ria melihat gedung itu dengan tatapan penuh penasaran dan ria mengatakan.
Ria"emm gak sabar nanti malam"
Disepanjang jalan ria masih memikirkan ada apa dengan gedung kosong itu kenapa ia sangat penasaran.
Ria" ada cerita apa sih di balik gedung itu energinya sangat kuat kenapa ling-ling ngajak gue kesana ya kemarin, apa jangan-jangan ling-ling udah nemuin masalahnya di gedung itu"
Tak di sadari ria, ria sudah di gang rumahnya.
Ria" loh cepat banget perasan gua jalannya santai jadi ga berasa udah deket aja rumah gua"
Dan ria sudah di depan rumahnya dan mengetuk pintu dan memberi salam
Ria" tok.. tokk tok ibuk assalamualaikum tok tok...bukk"
Irma" waalaikumsalam iya tunggu, loh kok baru pulang kemana aja tuh ada temen kamu"
Ria kaget ada temannya yang main kerumah tanpa pengetahuan ria.
Ria" hah sapa buk"
Irma" temen sekolah kamu ri kok kamu ga bareng sama mereka malah kamu yang pulang telat"
Ria " tapi tadi di sekolah gak ada yang ngomong sama ria kalo mau main kerumah"
Irma" udah temui dulu sana udah lama tuh nunggu kamu udah sana cepet"

KAMU SEDANG MEMBACA
- Ria Anak Indigo -
HorrorRia anak indigo yang tidak pernah takut dengan hantu apapun ria hanya takut sama tuhan dan ayah,ibunya saja ria bisa melihat mereka yang tak terlihat sejak umur 7tahun tak terasa ria beranjak remaja,sejak dia duduk di bangku SD ria tidak punya teman...