19. TEROR

45 1 0
                                    

Lagi asik-asiknya berbincang- bincang tiba- tiba dokter memberi tau hari ini ria langsung terapi jalan atas permintaan irma ibunya.

Suster sudah menyiapkan korsi roda untuk membawa ria ke ruangan trapi intan pun membantu ria duduk di kursi roda , ria meminta untuk di temani trapi tapi tidak di perbolehkan dokter.

Ria : kalian ikut gue ya pliss🙏

Dokter : emm ria trapi hanya boleh dua perawat dan satu orang tua aja karna ngak boleh terlalu banyak orang

Ria : tapi dok

Irma: ri gak papa kok kan ada ibu nanti kamu malah gak fokus lagi 👩‍🦰

Intan: emm ri bener kata nyokap lo kita juga ada urusan mau beli buku nganterin mutia, iya kan mut

Mutia: hah apa beli buku, ehh iya iya beli buku emmhh ( muka binggung) 🙄

Intan: iyah udah kita pergi dulu ya lo semangat ya trapinya ☺

Ria: oke

Intan dan mutia, radit pamit ke ibunya ria dan ibunya ria minta maaf karna mereka tidak bisa nemenin ria karna tidak di perbolehkan dokter.

Sesampainya ria di bawa ke ruangan trapi ria di tanggal sebentar untuk memasang alat trapi jalanya 3 menit ria di dalam ruangan itu melihat banyak sekali sosok wanita yang menangis dan teriak.

Tiba-tiba ria mendengar suara yang tidak asing ya itu suara ratna meminta ria untuk cepat untuk menyempurnakan,ria bilang tunggu.

Ria : rat gue pasti yempurnain eloh tunggu sampai gue bisa jalan jangan lo neror gue kayak gini dong

Ratna : aku cukup lama menderita di sini

Dan suara itu bikin ria nangis ria binggung bagaimana ria bisa makamin orang yang sudah lama mati dan menjadi tanah bahkan kerangkannya saja sudah tidak ada.

Tiba-tiba perawat datang dan memberitahu kalo perlalatanya baru di pakai sama orang lain untuk trapi dan dari pada menunggu  mengajak ria ke depan kamar trapi

Perawat : ria ayo tidak perlu menunggu didepan ruangan trapi ini ada ruangan kita latihan tanpa alat aja ya, sekarang kamu jalan pelan- pelan

Ria : hah jalan

Perawat: iya saya bantu ya

Waktu ria berjalan 2 langkah tiba-tiba muka ratna begitu dekat dengan suara yang mengerikan

Ratna : sempurnakan akuhhh

Dan ria kaget langsung jatuh perawat yang memegang i ria juga kaget karna ria begitu sempontan jatuh dan berteriak

Perawat : kenapa ria ada apa ada yang sakit

Ria dengan muka yang terkejut

Ria:ohh engak tadi sedikit lemes aja kakinya terus jatuh jadi teriak ehhmm

Perawat: ohh ya udah semangat ya ayoh kamu pasti biasa sampai masuk dalam ruangan itu tenang aja ada saya yang dampingi kamu mama kamu udah nunggu

Ria: kenapa ruangannya di pindahkan

Perawat : karna tadi di ruangan itu ada yang trapi jadi alatnya di pakei sebentar

Ria: ohh

Sesampainya ria di dalam ruangan ria melihat sosok kepala yang penuh darah di jendela luar tapi di fikiran ria mungkin itu orang yang kecelakaan.

 - Ria Anak Indigo -Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang