3 bulan kemudian, Hyunsuk dan Jihoon sudah akrab, Jihoon yg sudah berani minta tolong dengan Hyunsuk maupun sebaliknya dan seperti sore hari ini Hyunsuk minta tolong pada Jihoon.
"kenapa ban lo tiba-tiba bisa kempes gini?" tanya Jihoon sambil mengecek ban nya
"gue juga gatau, tiba-tiba aja pas gue jalan mau jatuh eh ternyata ban nya kempes" jelas Hyunsuk sambil memperhatikan Jihoon yang mengganti ban motor Hyunsuk
"Suk lo punya musuh?" tanya Jihoon tak hiraukan pertanyaan Hyunsuk
"musuh? gatau tapi kyknya ada, kenapa?"
"lo skrng harus lebih hati-hati deh, menurut gue yg buat ban lo kyk gini itu musuh lo"
"kenapa lo bisa beranggapan kyk gitu?"
"sini deh lo liat ban lo ini tuh kyk di robek" ucap Jihoon sambil nunjukin goresan yg ada di ban motor Hyunsuk
"lah iya bener"
"tapi siapa yg beraninya berurusan sm gue"
"yg pasti dia ga suka sm lo"
Hyunsuk pun jadi mikir apa ini kerjaan orang yg kalah dalam balapan kemarin malam. Orang yg kalah itu bener-bener kyk ga nerima dia kalah, jadi Hyunsuk mikirnya kesitu.
"ok udah selesai" ucap Jihoon membereskan alat-alat nya
"Suk" panggil Jihoon pada Hyunsuk
"Hyunsuk"
"Choi Hyunsuk"
"hah? apa?" jawab Hyunsuk yg baru sadar dari lamunannya
"lo ngelamunin apa deh, ini motor lo udh selesai"
"oh iya makasih ya Ji"
"iya klo gitu gue pulang dulu ya" pamit Jihoon
"iya Ji hati-hati"
"lo juga hati-hati, klo ada apa-apa hubungin gue" ucap Jihoon sebelum masuk mobilnya
"iya siap"
Jihoon sudah pergi dari sana tapi Hyunsuk masih berada disitu.
"siapa coba yg berani kyk gini, gue hampir mati anjir, gue harus minta tolong ke Asahi"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.