HAUNTED - 12

103 23 4
                                        

Echi membuka matanya perlahan, sedikit kebingungan melihat ke arah sekitarnya. Tempat ini asing, ruangan ini cukup aneh. Minim sekali penerangan.. Penuh dengan pistol dan benda-benda tajam. Ia memperhatikan satu persatu bentuk pistol yang ada di sana. Semuanya tertata rapi pada tempatnya.

Matanya berhenti pada salah satu pistol yang tersimpan berbeda dari pistol yang lainnya. Bentuk pistol tersebut cukup menarik, setiap detail ukiran dari ujung pistol sampai ke pegangannya terlihat sangat cantik.

Ditambah dengan gambar dua kepala tengkorak pada bagian grip pistol tersebut yang semakin terlihat indah untuk dipandangi, mirip dengan pistol kesayangannya. Namun bedanya, Echi hanya memiliki satu gambar ukiran kepala tengkorak pada grip pistolnya.

Echi sepertinya mengenali bau khas ruangan ini. Ruangan yang memiliki bau khas kayu yang dipadukan dengan oriental serta sedikit bau maskulin. Seperti.. Bau parfum milik Keniel.

Itu artinya.. Echi disekap dipindahkan di ruangan pribadi milik Keniel. Ini adalah mimpi buruk baginya.

Matahari mulai muncul.. Seolah tersenyum lalu berkata selamat pagi pada semesta. Berbeda dengan Echi, ia tidak menyunggingkan senyumannya sama sekali.

Echi frustrasi, sungguh. Ia sangat membenci Keniel. Tentu saja serta para anggota The Sovereign.

"Brengsek! menyebalkan sekali. Aku sungguh tidak bisa melakukan apapun karena tali sialan ini!" Umpatnya. Ia menggerakkan tangan dan kakinya yang terikat, berharap tali tersebut dapat berhenti mendekap bagian tubuhnya tersebut.

Hal yang dilakukan Echi tidak ada gunanya, justru hanya membuat bagian bawah pakaiannya sedikit tersingkap ke atas sebab pergerakannya yang berlebihan.

"Jika aku tahu akan disekap begini, aku tidak akan menggunakan pakaian merepotkan ini." Ia menggerutu kesal, berusaha menurunkan kembali bagian bawah pakaiannya yang tidak sengaja terbuka.

Namun, hasilnya nihil. Echi menyerah. Ia berhenti melakukan pergerakan apapun yang justru membuatnya semakin jatuh dalam kesulitan.

Langkah kaki yang berat terdengar dalam indra pendengaran Echi, sontak Echi menoleh ke arah sumber suara.

Keniel datang mendekati Echi yang terlihat menyembunyikan raut wajah ketakutannya, padahal tanpa disembunyikan pun Keniel tahu bahwa Echi sedang ketakutan.

Keniel menyeringai. "Pakaianmu berantakan sekali, kau sengaja menggodaku?" Keniel memandangi Echi dari atas sampai bawah.

"Bodoh, aku tidak segila dirimu! bahkan aku membencimu, untuk apa aku menggodamu?" Balasnya. Keniel tertawa kecil menanggapinya.

Keniel semakin mendekat ke arah Echi, berlutut di sebelahnya. Echi bergerak menjauh, "Apa yang kau lakukan? Menjauhlah dariku!"  Perintahnya.

Keniel menautkan kedua alisnya. "Oh? kau memikirkan hal apa? apakah kau tidak ingin dilepaskan dari tali yang mengikatmu ini?" Tanyanya.

"Tentu saja mau! cepat lepaskan aku!" Jawab Echi dengan melemparkan pandangannya ke arah yang lain.

Keniel terkekeh sembari melepaskan ikatan tali pada tangan dan kaki Echi. Tangannya sedikit memerah sebab ikatan yang terlalu kuat. Begitu juga dengan wajahnya.

Manik mata Keniel menandangi wajah gadis di hadapannya ini, "Wajahmu merah sekali, apakah kamu memang begitu ingin disentuh olehku?" Bisiknya menggoda Echi setelah menyadari wajah Echi yang begitu bersemu merah.

Bulu kuduknya bergidik geli. Ia dengan spontan menampar wajah Keniel hingga memerah, membentuk tangannya pada pipi Keniel.

Keniel memainkan lidah pada dinding pipinya, sedikit meringis kesakitan.

HAUNTED [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang