HAUNTED - 11

92 21 0
                                        

"Tugasku sudah selesai, jangan lupakan bayaranmu. Jika tidak kau tepati, aku bersumpah akan mencabik-cabik tubuhmu menjadi beberapa bagian." Tegasnya. Lalu memutus panggilan telepon sepihak tanpa persetujuan lawan bicaranya.

Keniel yang baru saja menyelesaikan tugasnya, ia meletakkan pisau dan pistolnya pada tempat yang aman dalam ruang pribadinya. Saat hendak membersihkan tubuhnya dari cipratan sisa darah korbannya, suara pekikan terdengar keras dari halaman mansion, orang orang berlarian tak karuan ke arah sumber suara.

Suasana dimalam hari yang seharusnya tenang itu, kini kian berubah ricuh. Ia pun menghampiri keributan yang terjadi dengan mempercepat langkah kakinya.

Matanya terbelalak, tidak menyangka apa yang dilihatnya saat ini. Bendungan air mata dalam dirinya tak dapat ia tahan lagi, air matanya lolos begitu saja. Amarahnya meluap-luap bagaikan gunung berapi yang ber erupsi.

"Siapa yang berani melakukan hal ini kepada keluargaku!?" Tanyanya geram. Matanya yang tajam memerah, ia mengepalkan tangannya kuat. Sungguh, Keniel bisa saja meledak saat ini juga.

"Sepertinya ini adalah pembalasan dendam dari The Rebellions, Keniel. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"  Ujar Kanala– Kembarannya.

"Kalian urus mayat jason, aku yang akan bertindak pada mereka." Titah Keniel.

"Jangan membunuh salah satu dari mereka, karena pembalasan dendam mereka tentu saja akan lebih buruk dari ini." Sela Mattheo.

"Aku tidak mungkin membunuhnya,"

"Karena aku mencintai salah satu gadis dalam anggota keluarganya." Sambungnya dalam hati.

Keniel mempunyai cara tersendiri untuk membalas dendam tanpa membunuh, cara yang lebih menguntungkan dari membunuh.

Tubuhnya bergerak untuk berjalan ke arah ruangan pribadinya, ia mengusap pistol kesayangannya, lalu menyimpannya kedalam saku celana untuk berjaga-jaga.

Keniel Adhitama.. Siap berburu mangsanya.

✭✭✭

Echi mengusap kakinya yang terkena sedikit cipratan darah dari tubuh jason sembari menggerutu sebal sedari tadi.

"Kakiku yang cantik terkena noda menjijikan ini!meskipun bisa hilang, aku tetap membenci darah dari seseorang yang mengganggu keluargaku." Echi melepaskan seluruh pakaiannya, hendak membersihkan diri.

Ia memasuki kamar mandinya, menyalakan keran air untuk mengisi bath up miliknya. Sepertinya ia butuh menenangkan diri dari apa yang terjadi.

Echi menempatkan tubuhnya didalam bath up nya, menyandarkan tubuhnya, memejamkan mata menikmati berendam dengan dinginnya air yang menusuk tubuhnya. Ia sengaja menggunakan air dingin. Ingin menyegarkan diri dan otaknya dengan menggunakan air dingin saja setelah kegiatan panas tadi, pikirnya.

Merasa cukup berendam, ia melanjutkan mandinya sebelum benar-benar keluar kamar mandi berganti pakaian.

Echi tersenyum memandangi dirinya sendiri dari kaca kamar mandi. Wajahnya yang menawan, tubuhnya yang indah namun tertutupi handuk, serta rambutnya yang masih basah menambah kesan sexy padanya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HAUNTED [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang