Kebahagiaan itu mudah dicari, tetapi hanya saja kita kurang sadar akan kehadiran nya dan merasa belum cukup puas dengan kebahagiaan yang telah diberikan
-Grysella Ruby
•
•
•
•
•
Happy Reading >•<
Kini adzan subuh mulai berkumandang, sang gadis pun terbangun dari mimpi indahnya dan perlahan membuka kedua mata sambil melihat keadaan disekitar "Hufttt ketiduran lagi kan" keluhnya.
Viona pun langsung saja membersihkan buku-buku yang berserakan, setelah itu ia kembali melakukan aktivitas lain dan tidak lupa beribadah sesuai kepercayaannya.
Kini ia dan bersama keluarganya berkumpul disebuah meja makan dan berhadapan dengan beberapa makanan lezat yang telah dibuat oleh mamanya Viona. Sungguh keluarga yang begitu harmonis.
06:30 am
"Pulang agak lamakan, mau bawa bekal?" tanya mama Viona, ia pun mengangguk sambil melanjutkan sarapan paginya.
"Nanti mama yang jemput ya" tawar mama Vio
"Oke, nanti pulang sekolah kita langsung ke atk ya ma, Vio mau beli brushpen lagi"
"Iya boleh, asalkan itu yang bikin kamu tambah rajin belajar"
Viona tersenyum, lalu mengecup pipi kiri mama tersayang nya itu "Terimakasih ma, papa ayo anterin" ujar Vio sambil memasukkan bekal ke dalam tas lalu berpamitan.
"Pakai salam kalau mau masuk kelas, yang bener belajarnya" itulah nasihat dari mama Viona yang hanya dijawab dengan anggukan kepala saja.
⋆⋆.˚✮🎧✮˚.⋆⋆
Sesampai nya disekolah, Viona menyusuri koridor yang masih terbilang sedikit sepi, mungkin karna masih terlalu pagi. Ketika menaiki tangga ia bertemu dengan penjaga sekolah yang biasanya membuka kan setiap kelas-kelas di pagi hari sebelum pukul 07:00 pagi.
"Selamat pagi, cantik banget dek hari ini" puji penjaga itu.
"Hahaha pagi pak, bapak bisa aja. Saya ke kelas dulu ya" jawab Vio lembut.
"Iya dek"
Viona melanjutkan langkah kakinya menuju kelas sembari mendengar lagu lewat earphone berwarna pink milik nya.
"Assalamualaikum" salam Vio ketika memasuki kelas yang sangat amat berantakan.
Vio menghela nafas kasar, "Pasti kemarin selesai pulang sekolah gak ada yang piket nih anak-anak" tebak gadis itu.
Setelah meletakkan tas dibangkunya, Vio pun mengambil sapu dan alat bersih lainnya lalu memulai aktivitas di pagi yang cerah dan akan sangat melelahkan.
"Kalau hari ini bukan jadwal buat piket mana mau gua bersihin. Udah capek di rumah di sekolah pun juga iya" curhatnya pada diri sendiri.
Terdengar seseorang memasuki kelas itu, Vio pun membalikkan badannya melihat siapa kah gerangan orang itu. Ternyata itu "Edrick" setelah meliriknya sekilas Vio pun semakin gugup, bagaimana tidak? Didalam kelas itu hanya ada mereka berdua yang Vio sudah tau Edrick menyukai dirinya sama seperti ia yang perlahan mulai membalas perasaan itu meskipun hanya mencintai dalam diam.
Sebentar, Edrick hanya menyukai dirinya? tetapi mengapa Viona membalas dengan mencintainya. Bukan kah suka itu tidak berarti cinta?
KAMU SEDANG MEMBACA
SK.BABUKU CAFE /ON GOING
Fiksi RemajaIsi dalam cerita ini merupakan sebuah impian dua orang yang sedang mengobrol di kantin sekolah dan ingin membuat suatu usaha bersama dimasa depan. Dengan kerja sama mereka memikirkan sebuah tempat yaitu cafe, dimana tempat itulah yang akan membawa n...
