penghianatan

898 42 0
                                    

Setelah mengantar kevin ke gerbang utama, alexa pun pergi ke kamar untuk beristirahat.

" Apa rivan uda tidur ya ?? Kasin bet suami gue kecapean" kekeh alexa seraia menaiki tangga.

Ia pun bersenandung sambil melompat-lompat kecil.

Sesampainya di depan kamar.
Alexa mendengar sebuah suara yang cukup membuat ia penasaran.

" Senjata nya sudah kamu siapkan kan sayang?" Ujar seorang wanita bersuara centil

" Of course " suara berat laki-laki menimpali pertanyaan gadis itu.

" Apa mungkin tamu kali ya ?? Tapi kan ini kamar gue. Apa jangan-jangan"

Brak

Alexa mendobrak pintu

Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Suami nya dan sahabatnya siap menjemput kematian nya sendiri ??

Air mata alexa dengan nakal meluncur bebas dari kelopak mata nya.

" A-apa- apaan kalian !! Kenapa kalian lakuin ini ? Hah ???!!! " Suara Alexa menggelegar.

" Gilaa kaliann!!!! Alexa naik pitam. Ia pun menarik agnes

Plakk

" Gila lo nes, lo khianatin gue ?! " Alexa menatap agnes tak percaya

" Sorry xa tapi sebelum lo ketemu dia , dia udah jadi milik gue" ujar agnes menunjuk rivan

"Benar sayang ?" Ujar agnes

" Benar" ujar rivan dengan tak tau malu nya. Ia mengusap senapan kaliber 22 yang ada di tangan nya.

" Gila! Rivan mulai hari ini gue minta kita pisah " ujar alexa tak bisa membendung amarah nya lagi

" Apa ?? Pisahh ???!! Sabarr gue belum puas nikmatin harta lo !" Ujar rivan tersenyum miring

" A apa?? Jad-"

" Yaa gue nikahin lo karena gue mau harta lo" ujar rivan memotong ucapan alexa

Rivan menodongkan pistol tepat di jantung alexa.

Alexa hanya bisa diam mematung seolah tak percaya. Sahabat dan suami yang selalu ia percaya,dan ia sayangi lebih dari dirinya sendiri. bisa berbuat hal tak masuk akal seperti ini.

Mereka merencanakan pembunuhan nya ?? Tadi mereka berencana membunuh nya dan membawa kabur harta miliknya?

" Lo bercanda kan ?? Ahhah" alexa tertawa tak percaya

" Ini akan membuat mu percaya istri bodoh ku?" Smirk rivan.

Dor..
Rivan pun menekan pelatuk itu

" L- lo jahat rivan. Tunggu pembalasan gue " ujar alexa kesakitan. Kini tbuh nya sudah tergeletak tak berdaya di lantai.

" Heh cewek kek lo terlalu beruntung hidup di dunia ini, gue benci sama lo alexa" ujar agnes menjambak rambut alexa

Alexa hanya bisa meringis. Lalu tak lama rivan dan agnes pun pergi meninggalkan rumah itu dengan alexa yang sekarat. Alexa dengan cepat menelfon orang" kepercayaan nya. Termasuk kevin,rion,saphire,dan lio.
============================
DUNIA TELFON
============================

" Hallo iya kenapa dek?" Ujar rion

" Hallo kenapa kak ?" Ujar saphire

" Iya Napa dek? Tumben nelfon?"ujar lio

" Bang kevin mana?"ujar alexa

" Di jalan mungkin dek" ujar lio

" Emang kenapa dek!" Ujar rion

" G-gak papa. kak... Dek... Gue sayang lo s-semua shh.. gue bakal kangen sama k-kalian" ujar alexa menahan sakit nya.

" Ah itu mah pasti , gue dan yang lain juga sayang lo dek. Lo bahagia selalu ya ? Janji?" Ujar rion

Namun tak ada jawaban dari alexa. " Gue gak janji bang.. de..maafin lexxa ya ?" Monolog lexxa"

" Dek ?" Ujar rion

" Ya ? Ya sudah a-aku tutup ya b-bang" ujar lexxa tak kuat menahan sakit di jantung nya.

" Terima bang.. dek... Lexxa pamit" ujar alexxa mengakhiri telfon itu.

Tut...tut...tut...

Bertepatan terputus nya sambungan telfon itu kini raga alexa telah terpisah dari jiwa nya. Gadis yang malang.

============================
POV RION, SAPHIRE,DAN LIO
============================

" Kak ,lo ngerasa aneh gak sih? Sama kak alexxa. Gak biasa nya kan dia gitu ?? Apalagi pake pamit, biasa nya kan dia langsung tutup tu telfon" ujar saphire yang aneh dengan sikap alexa.

" Iya juga ya ? Apa kita ke mansion alexa aja buat mastiin ??" Ujar rion yang di angguki saphire dan lio

Mereka pun segera ke mansion alexa yang letaknya tak terlalu jauh , tidak seperti kevin yang sangat jauh.

Degh......

Kevin yang sedang mengemudikan mobil nya tiba" merasakan sesak di dada nya. Rasa sesak yang aneh.sehingga air mata nya tiba" menetes.

" Ya tuhan... Ada apa ini ?" Ujar kevin gelisah.

" Alexa, alexa lo gak papa kan?"kevin tiba tiba mengingat adik nya.

" Gak gue harus mastiin ke adaan nya" ujar kevin memutar balik mobil nya ke arah mansion milik alexa

Beruntung Kevin masih berada tak jauh dari mansion alexa.

Brumnn.... brumn

" Loh rivan?? Itu kan mobil rivan mau kemana dia? Ah udah lah gue cuman mau mastiin keadaan alexa" ujar kevin menghiraukan mobil rivan yang semakin jauh.

Sesampainya di mansion alexa ia pun bingung tidak melihat keberadaan alexa di mana pun.

" Ah apa jangan-jangan ia ada di kamar ??" Ujar kevin terkekeh.

Plak..

" Siapa !!!! " Umpat kevin terkejut. Ketika seseorang menyentuh bahu nya.

" Eh santai bang. Ini gue " ujar rion cengengesan.

" Ngapain lu disini?" Sinis kevin

" Mau liat keadaan lexxa, tadi dia telfon gue. Pamit gitu" jelas rion.

" Owhh yaudah kita, ke kamar nya bareng-bareng soalnya tadi di dapur dia gak ada" ujar lio

" Ya " ujar kevin memimpin.

Klak...kla...

" Loh kok di kunci?? Dari luar lagi"ujar kevin

" Bang dobrak aja , gue takut ada apa- apa sama kak alexxa" ujar saphire cemas.

Kevin pun mengangguk.

Brak....

Namun betapa terkejutnya mereka melihat adik kesayangannya itu sudah tak berdaya di lantai dengan darah yang terus mengalir di tubuh nya. Warna merah darah tenggelam karena dress maroon yang di kenakan adiknya.

" Dek!!! Ya tuhan ada apa ini , alexa!! Lo bercanda kan ?? Bangun dek!! Hiks jangan tinggalin gue Alexa!!! " Ujar kevin terus menggoyang kan tubuh alexa yang sudah kaku dengan kencang.

" Xa gue mohon bangun hiks. ALEXAAAA!!!!" Ujar mereka berteriak.









<☠️🥀TRANSMIGRASI 🥀☠️>Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang