12:15
Cakra mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Nayzira. Setelah melihat Nayzira berdiri bersama kedua temannya, Ningsih dan Fatma. Ia dan Jibran bergegas menghampirinya.
"Nay!"
Nayzira menoleh pada Cakra dan Jibran.
"Aku nungguin kamu dari tadi," ucap Nayzira.
"Gue latihan basket, maaf lupa ngasih tahu."
"Emang ya, lo kalau udah berurusan sama basket suka lupa segalanya," ketus Fatma.
"Kaptennya pacar lo. Kalau lo lupa," balas Cakra.
Nayzira, Ningsih dan Jibran menatap Cakra dan Fatma yang saling melempar tatapan sinis, si Tom & Jerry ini memang jarang akur ketika bertemu.
"Udah Cak, sekarang mending kita pulang. Fatma sama Ningsih udah lama nemenin aku di sini," ucap Nayzira.
"Nah itu, masalahnya gue belum selesai latihan. Gue ke sini mau ngasih tahu lo biar gak nungguin. Latihan kali ini pasti bakal lebih lama dari biasanya. Soalnya udah lama kita gak latihan sama anggota yang lengkap."
"Ya udah sana latihan aja! A Hildan udah pulang kuliah, nanti aku suruh dia yang jemput."
Cakra tersenyum mendengar ucapan Nayzira. Ia kira gadis itu akan marah karena telah lama menunggunya.
"Kalau gitu, gue ke lapangan basket ya?"
Setelah berkata seperti itu, Cakra berlari menuju lapangan basket. Anak itu memang selalu cepat jika berurusan dengan basket.
"Lo gak papa kalau nunggu abang lo sendirian di sini?" tanya Ningsih.
"Aku gak mau nunggu di sini."
"Terus lo nunggu di mana?" tanya Fatma.
"Aku mau ke rumah Jibran. Jenguk Budara."
Jibran menatap Nayira senang.
Nayzira satu-satunya teman yang satu hobi dengan Jibran. Awal pertemanannya dengan Nayzira pun cukup unik."Budara tuh siapa sih? Tiap hari si Jibran suka ngomongin dia. Nayzira juga kalo ketemu Jibran selalu ngomongin Budara. Budara pacarnya Jibran?" tanya Fatma.
Ningsih yang sudah tahu Budara, tertawa dengan pertanyaan Fatma. Mungkin benar, Jibran menganggap Budara sebagai pacarnya.
"Lo kayak gak tahu si Jibran aja. Tapi kayaknya iya deh, Budara udah dianggap pacar sama Jibran," ujar Ningsih.
"Budara itu bunga bukan manusia," timpal Nayzira.
Budara adalah bunga agaphantus milik Jibran. Bunganya dinamai Budara karena bunga itu hadiah dari Nayzira ketika Jibran berulang tahun 4 bulan yang lalu.
Budara sendiri adalah singkatan bunga dari Nayzira."Ji, lo segitu sukanya ya sama tanaman?" tanya Fatma yang diangguki Jibran.
"Makanya si Jibran bahagia kalau ketemu Nayzira. Si Fatma juga suka sama bunga sih, tapi cuma bisa metik doang, ngurus mah gak becus. Gue jadi heran, kenapa lo yang notaben cowok malah suka ngurus tanaman?" tanya Ningsih.
"Gak ada alasan buat itu," jawab Jibran.
Ada, setiap hal pasti memiliki alasan. Jibran hanya merasa percuma jika pun ia mengatakan alasannya, mereka tetap tidak akan paham apa yang Jibran katakan."Nay, karena sekarang udah ada Jibran, gue sama Fatma pulang duluan ya?"
"Makasih udah nemenin," ucap Nayzira yang diangguki kedua temannya.
. . . . . . . .
"Nay, naik!"
"Gak usahlah Ji, aku jalan kaki aja."

KAMU SEDANG MEMBACA
Bertemu Jodoh Lewat Sandal Bapak [Jaemin]
أدب المراهقينAli tak pernah menyangka akan jatuh cinta pada anak dari laki-laki yang sandalnya tertukar dengannya. Bagaimana bisa hatinya luluh oleh gadis yang baru berusia 17 tahun? Memang benar apa yang dikatakan Hildan. "Kalau cinta sudah melekat, tai kucing...