Pagi ini Gabby, Kara, Nikki dan Wanda sudah berada di ruang ganti di salah satu stasiun televisi untuk melakukan pre-record performance acara malam besok. Tidak hanya grub Gabby dan teman-temannya saja tapi juga ada girl group dan boy group lain termasuk groupnya Maxim yang juga merupakan senior Gabby di perusahaan.
Pada hari ini juga Gabby dan Maxim akan bernyanyi bersama menyanyikan lagu milik Louis Tomlinson dan Bebe Rexha yang berjudul Back to You.
Saat pertama kali mendengar kabar bahwa mereka akan berkolaborasi menyanyikan lagu tersebut cukup membuat Gabby dan Maxim terkejut. Jelas saja karena lirik lagu tersebut cukup related dengan hubungan keduanya. Dan para member lain yang mengetahui hal tersebut cukup menertawakannya di belakang Gabby dan Maxim.
Sebenarnya banyak diantara para senior dan member lain yang mendukung hubungan antara Gabby dan Maxim. Tidak semua senior yang tahu, hanya beberapa yang dekat saja. Namun tetap saja Maxim tak terlalu memperdulikan dukungan itu dan memilih untuk mengabaikannya.
"Riel nanti perform sama Maxim jam berapa?" Tanya Kara sambil merapikan rambutnya.
"Kalo lihat di set list sih ini jam 3 sore. Sedangkan kita perform di jam 12 siang." Jawab Nikki yang tiba-tiba ikut nimbrung.
"Yaaaah berarti nanti kalian pulang duluan dong." Respon Gabby dengan wajah melasnya.
"Kalo mau ditungguin gapapa." Sahut manager mereka.
"Hmm jangan Bang, biar yang lain pulang duluan aja," sahut Gabby tanpa pikir panjang.
Jujur saja ia gugup jika sendiri, namun ia tidak boleh egois. Teman-temannya juga pasti punya urusan lain diluar schedule yang ingin dikerjakan.
Setelah Savage (nama grupnya Gabby) tampil, Kara, Wanda dan Nikki kembali ke dorm. Dan kini hanya tinggal Gabby,
Abang manager, dan Stylist.
Sedangkan di ruang sebelah ada Maxim dan teman-teman Neo nya yang sedang sedang berkemas untuk pulang. Ada dua unit Neo yang telah melakukan pre-record pada sore ini, dan Maxim ikut andil di keduanya.
"Max, kita balik dulu ya. Baik-baik lo sama Gabby, jangan ribut." tutur Taeho sang leader, sembari merangkul bahu Maxim berpamitan.
"Dengerin tuh, Bang." Chenli menepuk bahu Maxim.
"Emang kapan sih gue pernah ribut?" Maxim berdecak tidak terima.
"Yee, lupa lo?" Jaehee yang semula sedang peregangan memutar tubuhnya menatap Maxim aneh.
"Dah biarin aja, efek kebanyakan cewe jadi gini deh." Jonathan meraih tasnya yang ada di samping Maxim. Ia menepuk bahu Maxim, "Mending putusin dari sekarang, daripada makin rumit nanti."
Tentu saja Maxim hanya diam tersenyum seolah-olah tidak terjadi masalah. "Let it flow, Bro!" Lalu ia menjabat tangan member yang lain untuk melanjutkan sesi berpamitan ini.
Kini giliran Maxim merangkul pundak Haejun, "Kalo gak gitu, Ariel buat gue aja deh," bisik Haejun di telinga Maxim.
Maxim langsung menoyor dahi Haejun dengan jari telunjuknya.
Maxim tidak terlalu mengambil pusing omongan Haejun. Meskipun Haejun dan Gabby sangat akrab, itu hanya sebatas teman saja tidak lebih karena Maxim tahu Gabby bukanlah tipe idaman Haejun. Dan Maxim sangat paham dengan itu.
•••••
Setelah para member pulang, Gabby diminta untuk bergabung dengan Maxim di ruang sebelah dengan alasan agar keduanya bisa latihan dan karena ruang ini akan digunakan oleh grup lain yang baru saja tiba. Bukan hal sulit bagi Gabby untuk pindah, toh barang-barang yang dibawa stylist nya sudah dikemas rapi. Lagipula manager Gabby dan manager Maxim juga berteman. Hanya saja ia tidak ingin satu ruangan dengan Maxim terlalu lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
SECRET (hold under revision)
Fanfic21+ M: Kamu tau kan kalo aku baru aja jadian sama dia? Trus sekarang aku harus menikah sama kamu?! G: Kamu pikir aku mau?! start : 09/01/23 End :
