prolog

3.4K 88 0
                                        


"Perpisahan bukan suatu pengakhiran"
~gabriel angkasa diswara~

🦋

"Eunghhh, sudah jam berapa ini?" gumam gadis balita yang badannya masih di selimuti oleh kain tebal jadinya seperti sebuah kepompong.

Balita itu bergegas mandi dan langsung berlari ke arah meja makan yang disana udah ada sahabat kecilnya. Ia tersenyum ke arah lelaki itu sambil melambaikan tangannya.

"Kalian Berdua udah siap sekolah?" tanya Meli - Ibunda Maudy.

"siap bunda!" sorak mereka berdua bersama.

"Lucu lucu bnget kalian inii.. bunda sampe gemes liatnya, boleh gk bunda foto buat kenang kenang kalian nnti jika sudah besar," ucap bunda meli.

Udy mengangguk pelan saja, "Boleh bunda!"

"Hadap sini anak anak cisss......" Kata bunda seraya mengarahkan kamera.

"Bunda! kenapa udy lebih pendek dari El padahal kan kita lahirnya sama," sindir el usil tapi benar si karena tinggi Maudy hanya di bawah telinganya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bunda! kenapa udy lebih pendek dari El padahal kan kita lahirnya sama," sindir el usil tapi benar si karena tinggi Maudy hanya di bawah telinganya

"Karena—Udy tidak mau minum susu coklat," sindir meli dan melirik anak perempuannya yang sedang cemberut lucu.

"Oh gitu El mau minum susu coklat yg banyak biar lebih tinggi lagi dan udy harus minum susu coklat yg bnyak biar tinggi kayak El,"ucap El sambil merapikan tali sepatu udy yg lepas.

"Hahahaha Bercanda sayang," sambil mengelus puncak kepala udy.

lucu bangett, gumam meli karena gemasnya.

17 menit perjalanan menuju sekolah mereka sekarang mereka sampai di gerbang sekolah.

"Anak anak ayo kita turun!" ucap papa Ridwan - papa udy.

"Yeyyy udah sampe," sorak udy langsung melompat turun dari mobil yanh tergesa gesa akhirnya udy terjatuh yang mengakibatkan memar di lutut kakinya.

"Pelan pelan udy jatoh kan, El gak mau liat udy luka." Kata El yg khawatir, serta jongkok untuk membersihkam kotoran debu di lutut udy.

"Iyah El udy minta maap, udy gk ulang lagi janji!" Lirih Maudy hendak menangis.

"Udah udah jangan nangis sekarang kita masuk okeyy!" ucap meli dengan menggandeng dua tangan balita itu.

Setelah sampai di depan kelas mereka dan disambut oleh guru guru yang ada di sana.

"Belajar yg rajin yah anak anak gak boleh nakal ya!" nasehat meli sambil mencium kening kedua balita itu bergantian.

Setelah memastikan udy dan El masuk kelas kedua orang tua udy kembali pulang dan bersiap untuk kerja.

Pov rumah udy

CLBK [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang