notes: chapter terpanjang nih, ayang... baca pelan-pelan aja tapi jangan lupa vote duluu
12.
Tak terasa waktu terus berjalan, kini sudah genap enam bulan Java mengikuti program menjadi seorang awak pesawat, dua bulan yang lalu Java dan seluruh teman satu batch-nya mengikuti tes mendaftar diberbagai maskapai, dan seperti janji Dipta, pilot ganteng itu merekomendasikan sepupu dari kekasihnya untuk masuk ke maskapai komersial milik negara tempatnya bekerja, Golden Indonesia. Java cukup lancar dalam mengerjakan seluruh tes hingga sebulan yang lalu ia dipanggil oleh perusahaan tersebut untuk ikut karantina dan pelatihan langsung dibawah maskapai terbesar se-Indonesia itu.
Siang ini Java telah dinyatakan resmi lulus dari akademi pramugarinya, laki-laki tampan itu banyak mendapat selamat dari rekan-rekannya, karena dari satu batch yang kira-kira berisi hampir seratus orang, hanya sepuluh persennya yang berhasil diterima di maskapai komersial besar ini, sisanya tersebar di maskapai-maskapai lain.
Java duduk disebuah kursi dekat dengan ruang kelas Litya, menunggu temannya itu selesai kelas.
"Jav!" panggil Litya saat ia melihat Java duduk sendiri, "denger-denger lulus masuk ke Golden Indonesia ya?"
Java mengangguk, "lo juga udah tes kan?"
"Iyaa.. tapi gue ga diterima... tingginya kurang dikit kalo mau ke Golden." Ujarnya sedikit cemberut.
Java tertawa kecil, tiga bulan belakangan memang Java cukup intens mengobrol dengan Litya. Litya itu baik, dari SMU juga Java tau dia ga neko-neko, walaupun cuma pernah sekelas dengannya selama setahun, tapi Litya cukup pintar dan ga pilih-pilih teman. "Udah ada pengumuman keterima dimana?"
"Asia Sky." Jawab Litya masih sambil manyun.
"Loh, bagus kan? Base lo langsung Malaysia?" tanya Java saat Litya menyebutkan maskapai milik negara tetangga itu.
Litya menggeleng, "base jakarta dulu, kalo udah cukup jam terbangnya baru pindah base."
"Asik tuh, rutenya lebih banyak..."
"Iya tapi kan itu pesawat budget, lo tau lah penumpang budget..."
Java tertawa lagi, "kita juga penumpang budget, Lityaaa..."
"Iya sih... tapi..."
"Apa sih kok manyun-manyun gitu...?" Java makin tertawa melihat perempuan kecil didepannya masih kesal, "jalan aja yuk nanti? Gue traktir deh, kan gue udah lulus nih."
"Makan mahal boleh?" tanya Litya.
"Bulan depan aja makan mahalnya ya? Kalo bulan depan udah punya gaji nih gue soalnya." Java tertawa.
"Ih gaya deh!"
~~
Sore itu Audi lewat depan rumah Java, ia menoleh untuk melihat kedalam rumah karena pagarnya terbuka ternyata ada bunda Java sedang mengobrol dengan perempuan yang Java bilang adalah sepupunya.
"Bundaaa..." panggil Audi sambil dadah-dadah.
"Lho, Audi, dari mana kok jalan kaki masih pake seragam?"
"Abis beli thai tea didepan komplek." Jawab Audi, lalu ia mengangguk ramah kepada Zoya.
"Halo, Audi kan? Gue Zoya." Perempuan cantik itu langsung mendatangi Audi dan mengajak salaman.
"Halo... iya kak, Java pernah cerita..."
"Jangan pake kaak... ih masa gue kaya tua banget." Zoya cemberut lucu.
KAMU SEDANG MEMBACA
LAGUNA (bluesy)
Fan-FictionPersahabatan sepuluh tahun yang bikin frustasi! Tentang dua orang yang tak pernah membahas rasa, meski ada. Achievements 2023 #1 ncthaechan (maret) #3 jenokarina (maret) #4 friendstolover (april) ____ Disclaimer!! Cerita ini murni imajinasi penuli...
