notes: haaai ayaaang.. yang, maksudnya tokoh yang ga ada visualisasinya tuh berarti mereka cuma figuran yang muncul bentar. Ini kan cerita selama 10 taun, ya kali selama 10 taun ga ada gebetan, ga ada relationship, walaupun fokusnya ya kesiapa lagi kalo bukan my one and only bluesy, yang relationship serius biasanya ada visualisasinya (nah loh spoiler kan). begicu cintah...
3.
"Kirain mau gini-gini aja sampe gue cape sendiri terus pergi..." ujar Lana sesaat setelah Java menanyakan padanya soal hubungan mereka berdua.
"Hehehe... sori yah, Lan, gue ga peka..." Java sebetulnya peka, ya kali ga tau kalo ia dan Lana itu dekat lebih dari sekedar teman, awal ia dan perempuan yang lebih tua itu dekat aja karena Java emang ngajak jalan setalah Lana beberapa kali titip salam untuknya. Hanya saja makin kesini Java makin nyaman sama hubungan mereka sampai ia sadar, mungkin harusnya Java memacari Lana.
Biar apa?
Biar Lana ga diambil orang.
Gitu sih menurut Java.
"Jadi... kita pacaran nih?" tanya Lana, kini nada suaranya agak manja, tidak se-cool biasanya.
"Ya iya, kan tadi gue yang nanya." Ujar Java.
"Kan lo nanyanya 'eh kita mau gini-gini aja, atau pake status pacaran, Lan?' nembak macam apa tuh..." cibir Lana.
Java tertawa.
"Ya udah, gue balik kelas ya, abis ini mau les... dianter ga?"
Java terdiam, "emmm..." sejujurnya Java selalu malas mengantar Lana les karena tempatnya lumayan jauh dan ia harus nunggu disana karena nanggung kalo pake pulang dulu.
"Pasti ga mau deh nganter les." Lana cemberut.
Lagi-lagi Java harus putar otak cari alasan, minggu lalu udah nganter nyokapnya belanja (itu ga bohong lho, walaupun sebenernya Java punya pilihan untuk ga nganter bundanya, toh bundanya masih cakap menyetir sendiri) "mau kok, kalo ga harus ke sekre... ada anak divisi itu ngajak ngobrol."
"Divisi itu?"
"Iya, divisi apa tuh tadi lupa." Java mendengus dalam hati, dasar tukang bohong. Pikirnya.
"Ya udah gapapaa..." Lana tersenyum manis, "nanti telpon ya?"
"Ya kan tiap hari juga gitu." Jawab Java.
"Oke, aku ke kelas terus les yah."
Aku. Java terkekeh geli, "oke."
Java berjalan menuju sekre, sebetulnya ia tadi dengar Himas yang ketua sekbid Seni dan olahraga mau ada rapat dengan divisinya dan mengajak Java ikut kalau ia ada waktu. Mereka mau bahas soal Art week and bazaar sekolahan dan minta Java membantu mikir soal siswa yang akan jualan di bazaar. Tadinya ia hendak beralasan macam-macam, tapi ia malah jadi punya alasan buat ga jauh-jauh mengantar Lana.
Java naik ke lantai dua gedung timur tempat ruang sekretariat OSIS dan menemukan Audi duduk dibangku panjang dekat situ.
"Od, ngapain?" tanya Java.
Banyak anak murid kelas 10 yang juga ada disitu jelas-jelas memasang wajah kagum.
Audi mengangkat wajah, "Ha? Oh, ini nganter Winya daftarin bazaar kelas, dia yang pengurus kelas soalnya."
"Jualan apa?" tanya Java.
"Booth minuman."
"Ga boleh, kan minuman tuh boothnya OSIS." Ujar Java.
"Masa sih? Tapi kan booth kelas gue mau jualan thai tea."
Java terdiam, "oh, nanti gue rapatin deh, tapi setau gue minuman dimonopoli panitia."
KAMU SEDANG MEMBACA
LAGUNA (bluesy)
FanficPersahabatan sepuluh tahun yang bikin frustasi! Tentang dua orang yang tak pernah membahas rasa, meski ada. Achievements 2023 #1 ncthaechan (maret) #3 jenokarina (maret) #4 friendstolover (april) ____ Disclaimer!! Cerita ini murni imajinasi penuli...
