PART 17: Singapura

3.3K 525 97
                                        




notes: hai yang.. hari ini gw lagi kangen sama jeno nih.. kangen sama kalian juga sih wkwkwk jgn lupa vote dulu hayohh





17.


Ini bukan pertama kalinya Audi ikut liburan keluarga Java, dulu ia pernah secara random ikut Java dan keluarganya ke Bandung.

Perempuan yang baru saja lulus SMU itu duduk bersebelahan dengan bundanya Java, yang Audi ga sangka adalah Java memesankan mereka berdua tiket Business Class dengan kursi besar dan hidangan pesawat yang menggunakan piring keramik bukan tempat makan plastik.

Audi celingak celinguk mencari Java, "bun, Java ga ngelayanin disini ya?" tanya Audi.

"Iya, Java itu masih pramugari junior, dia ditempatkan di ekonomi." Jelas bunda.

"Oh..." Audi mengintip menu makanannya, ada omelet dan beberapa jenis sosis dan kentang tumbuk.


Tak sampai dua jam kemudian pesawat tiba di Singapura diiringi pengumuman dari sang pilot, lalu Audi melihat Java berjalan kedepan untuk memeriksa panel yang berada dekat dengan cockpit. Lalu Java berjalan menuju kursi Audi dan bunda, "ini gelasnya saya ambil ya?" tanya Java, "udah mau landing."

Audi ngangguk, "cieee Java kerja." Gumam Audi pelan sambil menyenggol lengan Java.

"Berisik." Java berbisik sambil melotot.


Pesawat mendarat dan Audi membantu bunda mengambil koper kecilnya dari bagasi atas. Lalu ada seorang pramugari senior membantu Audi, "ibu dan adiknya Segara ya?" tanyanya ramah, pramugari senior ini sudah nampak berumur.

"Iya..." bunda tersenyum ramah.

"Segara excited banget ambil cuti mau liburan sama keluarga." Pramugari itu membantu Audi, "adiknya Segara mirip banget yah sama Segara. Happy holiday!"





~~






"Gue tuh jarang banget denger lo dipanggil Segara tau ga. Jadi pas tadi si pramugari manggil lo Segara, gue agak mikir gitu." Ujar Audi setelah mereka mengantar bunda kembali ke hotel karena sudah capek muter-muter kota seharian, lalu bunda menyuruh Java dan Audi beli makanan untuk makan malam.

"Oh... iya sih."

"Padahal bagus."

Java beranjak melihat bus yang akan mereka tumpangi datang.

"Eh kartu gua tadi mana??" Audi panik mencari kartu untuk naik bis, "oh ada, fyuuh... kaget."

"Pikun." Ujar Java.

"Yee... engga lah!" Audi mengikuti arahan Java untuk duduk didekat jendela.

"Gue pindah base minggu depan." Ujar Java

"Ke?"

"Denpasar." Jawab Java setelah mereka duduk didalam bus yang akan membawa mereka menuju sebuah pusat jajanan di dekat Esplanade.

"Yaaaah... jauh dooong."

"Ya jauh sih kalo itungan jarak deket lo sama gue itu beda 4 rumah." Ujar Java sembari melihat map sekali lagi. "ntar lo kalo libur temenin bunda ke Denpasar ya."

"Jav..." panggil Audi. "Bunda gimana?"

"Kalo lagi disini mungkin ditemenin tante Febi, mereka bakal nginep-nginepan gitu sih katanya, terus bunda bakal sering ke Bandung pasti... atau nyamperin gue ke Denpasar, kan tiketnya murah." Senyum java.

"Sepi dong rumah lo?"

Java mengangguk, "kalo bunda lagi disitu, temenin dong, Od."

Audi mengangguk, "udah kaya keluarga lo bener nih gue. Tadi pramugari juga bilang gue adek lo... pake bilang gue mirip sama lo lagi. Sekalian aja bunda suruh adopsi gue. Mayan uang jajan gue dobel dari bunda sama mama."

LAGUNA (bluesy)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang