Seharusnya bukan aku yang berada disini. Seharusnya bukan aku yang memakai pakaian ini , dan seharusnya bukan aku orang yang berjalan di atas altar mengucapkan janji suci pernikahan dengannya.
Mungkinkah karena keistimewaan dalam tubuhku, aku yang h...
Memaafkan tapi jangan melupakan, atau kau akan tersakiti lagi. Memaafkan mengubah pandangan, melupakan menghapus pelajaran.
-Paulo Coelho
"Tidak, jangan penjarakan dia. Aku tidak ingin mendendam dengan mengurungnya dipenjara. Aku ikhlas atas semua yang telah terjadi".
Dirinya bisa saja berkata seperti itu untuk menyakinkan diri kalau dia akan baik - baik saja dan tidak ingin membenci diatas kematian buah hatinya. Win hanya ingin hidup tenang tanpa memikirkan apapun dan mencoba untuk memaafkan, mengikhlaskan dan menegarkan hatinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Win beruntung karena dia memiliki seorang pria yang mendukungnya. Pria yang sudah beberapa bulan ini selalu hadir disetiap waktu yang menurutnya sangat mencekam. Kenapa? Karena baginya setiap hari yang dia lalui mengingatkannya akan kejadian pahit yang masih sulit untuk dilupakan.
Lihat saja dirinya yang semakin hari semakin kurus walaupun dia terbilang orang yang rajin menyantap makanan. Setiap makanan yang dia telan, tanpa diketahui orang lain selalu berakhir didalam closet. Dengan kata lain, telah menyiksa dirinya sendiri. Dia tersenyum didepan orang, tapi menangis dibelakang seorang diri.
Tidak ... tidak benar - benar seorang diri. Bright tahu apa yang dirasakan win, tapi dia tidak ingin membuat win semakin terluka dengan terus memintanya untuk melupakan saja dan hiduplah bahagia bersamanya. Bagi win itu mungkin saja memintanya untuk melupakan bayi mereka yang belum sempat lahir.
***
6 bulan kemudian
"Aku sudah siapakan bekal siangmu yaa, ada jus pisang juga Brokolinya kali ini aku rebus dengan garam" win meneriaki Bright dari dapur, memberitahukan pada suaminya kalau dia sudah selesai membuat makan siang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau tidak bawakan ke kantor saja?"
Win tersenyum sembari menggelengkan kepala. "Tidak. Aku ingin bersantai dirumah bersama Archen"
"Archen? Kapan dia pulang?"
"Kemarin malam, tengah malam. Kau sudah tidur saat dia datang, aku yang membukakan pintu"