[Asrama Akademi midgar]
Seorang anak berambut hitam dengan tampang polos sedang duduk dikamarnya sambil membaca sebuah kertas , anak itu adalah cid kagenou siswa biasa dari akademi midgar(setidaknya untuk saat ini)
Kertas itu merupakan laporan yg sering diberikan beta padanya, kertas yg sangat menumpuk itu biasanya sering digunakan untuk menghangatkan perapiannya dan untuk menghemat biaya kayu bakar tapi karna waktu luangnya saat ini cid mencoba membacanya.
"laporan ini apa benar2 asli, kultus diabolos benar2 ada!!! "
"ti-tidak ini tidak mungkin"
" biasanya aku tidak peduli dengan semua kertas yg beta berikan padaku tapi ini pertama kalinya aku mencoba membacanya"
"apa dia membuat laporan serumit dan sedetail ini hanya untuk ber acting kekuatan dalam bayang bayang denganku ? "
Cid sangat kebingungan semua informasi dalam laporan ini terlihat sangat nyata, dia awalnya berpikir ini hanya kertas bekas acak yg diberikan beta padanya
" apa aku harus bertanya kepada alpa secara langsung mengenai kultus diabolos yang ada di laporan ini"
sejak kejadian festival dewa perang cid belum pernah bertemu dengan alpa dan yg lainnya lagi. Dia terlalu sibuk untuk memikirkan apa yg harus dia lakukan selanjutnya untuk melanjutkan perannya sebagai kekuatan dalam bayang bayang. Setelah berpikir cukup lama akhirnya cid memutuskan
" seperti nya aku benar2 harus bertemu dengan alpa dan memastikan hal ini"
*********
[Mitsugoshi group]
Seorang anak muda dengan rambut hitam polos menatap tajam terhadap antraian manusia yg mungkin sepanjang 50 meter lebih, antrian itu mengarah sebuah tempat bernama mitsugoshi. Pusat perbelanjaan modern yg baru saja di buka di ibu kota.
" Hati ku benar2 sakit memikirkan berapa banyak uang yang gadis2 itu hasilkan dari beberapa kata yg aku beritahu mengenai coklat "
" sedangkan aku harus menjadi anjing dan merangkak kepada putri gila untuk mendapatkan sebuah koin emas "
sementara terus memikirkan itu Cid mencoba untuk ikut mengantri tapi baru beberapa saat dia mengantri seorang gadis dengan rambut coklat menghampirinya, dia adalah Nu bawahan langsung dari Gamma
"pelanggan yg terhormat apakah anda berkenan untuk mengikuti saya dan mengisi beberapa survei"
"hmmm, baiklah"
" silahkan lewat sini pelanggan yang terhormat "
Nu membawa Cid melewati antraian manusia tersebut, beberapa org yg sudah mengantri sangat lama menatap Cid dengan tajam seperti ingin membunuhnya.
"siapa bajingan itu mengapa dia bisa masuk seperti itu "
"aku sudah mengantri di sini berjam jam sialan "
"Berjam jam? Aku sudah mengantri disini seharian dan tidak dapat masuk dari kamarin"
" tunggu dia keluar dan kita habisi dia "
Cid yg mendengar semua itu dengan indra penderannya yg tajam menjadi binggung dan terkejut
" apa coklat sudah membuat org2 itu menjadi gila"
setelah berjalan beberapa menit melewati lorong Cid sampai di tempat dengan dekorasi yg mewah dan sebuah singahsana di atasnya. Tempat yg sama saat pertama kali dia kesini, setelah duduk di sana dia mendengar langkah kaki yg cepat dan itu adalah gamma yg datang dengan tergesa gesa dengan hidung yg sudah berdarah, dan Cid sudah tau penyebab luka itu tanpa perlu bertanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Fanfic Shadow Garden
FanfictionCid akhirnya mengetahui bahwa selama ini kultus yg dikarangnya ternyata benar2 ada bahkan beberapa orang terdekatnya mulai mengetahui identitasnya sebagai shadow, bisakah dia tetap menjadi kekuatan dalam bayang-bayang (latar dari lanjutkan dari anim...
