"Unexpected Wedding" (15+)
****
"Maafkan aku yang telah menyakitimu. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku memang bodoh karena telah melakukannya padamu. Biarkan aku mengecup sepucuk maaf darimu."
-Iqbaal Dhiafakhri Hernawan-
****
"Apa kamu tega melihat Bunda kamu seperti ini? Dia juga seorang perempuan baal. Kalo kamu sakiti dia, sama aja kamu sakiti Bunda kamu. Tidak ada pilihan lain, kamu harus menikah dengan dia. Secepatnya."
Herry menatap Iqbaal dengan tajam. Ia mengelus lengan Rike yang tampak begitu shock.
Iqbaal menatap Bundanya dengan tatapan terluka. Sungguh, anak mana yang tega melukai perasaan Ibunya? Ia tidak ingin menjadi anak durhaka.
Ia menyesal. Ia menyesal karena menerima tantangan bodoh tersebut. Karel dan Bryan telah menjebaknya. Ia telah dijebak dengan cara yang sungguh diluar akal sehat.
Karel dan Bryan, orang yang selama ini ia percayai, tega mengkhianatinya dan menjebaknya, bahkan menjadikan seorang gadis polos sebagai korbannya.
"Nikahi dia atau Bunda gaakan pernah anggap kamu sebagai anak Bunda."
*
"Bunda, tapi Iqbaal-" Iqbaal tampak panik. Ia memegangi lengan Rike dengan lembut. Tatapannya menyiratkan penyesalan yang amat dalam.
Rike menyentak tangan Iqbaal. Ia mencoba untuk berdiri. Herry dengan sigap membantunya dan menuntunnya berjalan.
"Bunda kecewa sama kamu." Rike tampak berkaca-kaca. Ia enggan menatap wajah Iqbaal. Wajah anak satu-satunya yang selama ini ia banggakan.
"Bunda.." lirih Iqbaal.
"Nikahi gadis itu atau kamu gaakan pernah liat Bunda lagi."
"BUNDA!"
Rike tidak mempedulikan teriakan putus asa dari Iqbaal. Ia memilih berjalan menuju kamarnya, dibantu oleh Herry yang sigap menuntunnya.
"Ayah mau ketemu dia, secepatnya."
Iqbaal hanya terdiam mendengar ucapan Herry. Ia sudah tidak dapat berfikir jernih. Yang ada di pikirannya hanya gadis itu. Apa gadis itu akan menerima pernikahan ini?
****
(Namakamu) tampak termenung di meja kerjanya. Ia masih memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu. Kejadian yang membuatnya trauma. Siapa sebenarnya pria itu? Mengapa wajahnya seperti tidak asing lagi baginya?
"(Namakamu)?"
(Namakamu) terkesiap saat mendengar suara Dianty. Ia menatap Dianty yang kini mengernyitkan alisnya dan menatapnya dengan tatapan heran.
"Lo kenapa?"
"Gue gapapa." (Namakamu) tersenyum tipis. Ia pura-pura mengetikkan sesuatu di komputernya.
"Gue tau lo gak lagi ngerjain sesuatu. Apa yang lo tutupin dari gue? Jangan kayak gini dong. Masalah itu harus dibagi, biar gak terlalu membebani."
(Namakamu) menghela nafasnya. Tidak mungkin ia menceritakan semuanya. Yang ada, Dianty malah menyuruhnya untuk meminta pertanggungjawaban.
"Gue gapapa, Dant. Gue cuman mikirin biaya listrik rumah."
"Astaga, cuman karena itu?" Dianty memekik. Tatapannya tampak terkejut sekaligus lega.
"Kalo lo butuh sesuatu, lo bisa ngomong ke gue, jangan sungkan. Kalo masalah biaya listrik rumah, lo kan bisa pinjem duit gue."
"Gak usah, gue masih punya tabungan buat bayar listrik."
KAMU SEDANG MEMBACA
Unexpected Wedding
FantasiSebuah pernikahan tak terduga membawa dua orang yang sama sekali belum saling kenal ke sebuah kehidupan baru. Mereka harus menjalani kehidupan baru bersama, hanya karena kesalahan fatal yang diperbuat sang pria. Akankah sang pria mampu meruntuhkan r...
