Part 4 [Do You Hate Me? 😔]

75 12 1
                                        

"Unexpected Wedding" (15+)

****

"WOY, JAWAB DONG! GUE PENASARAN NIH!"

Melalui spion, (Namakamu) masih melihat Bella berteriak sembari berusaha mengejar mobil Iqbaal.

Dalam hati (Namakamu) terkekeh melihat Bella. Bella memang tetangga yang menjengkelkan, terkadang kata-katanya juga pedas. Tapi di balik itu semua, Bella memiliki sikap perhatian dan kepolosan yang luar biasa, meskipun tidak ditunjukkan secara terang-terangan.

"Dia siapa sih?" tanya Iqbaal. Ia melirik (Namakamu) yang berusaha menahan tawanya.

"Dia tetangga.. yang gila."

*

Iqbaal memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya. Ia mematikan mesin mobil dan hendak keluar dari mobilnya.

"(Namakamu)?"

Iqbaal meraih lengan (Namakamu), namun gadis itu segera menepisnya dan beringsut menjauh darinya dengan wajah ketakutan.

Iqbaal menghela nafasnya. Ia segera menjauhkan tangannya dan membuka seatbelt nya.

"Eum, gak jadi." ucap Iqbaal.

(Namakamu) membuka seatbelt nya lalu segera keluar dari mobil Iqbaal.

Tanpa mempedulikan Iqbaal, ia berjalan memasuki rumah terlebih dahulu.

Iqbaal menghela nafasnya. Ia memukul kemudinya lalu mengacak rambutnya.

"Sampai kapan harus kayak gini?"

*

(Namakamu) menghela nafasnya saat melihat pantulan dirinya di cermin.

Ia merasa sangat rapuh. Ia bahkan tak bisa mengatasi rasa takutnya bila berdekatan dengan Iqbaal yang notabene adalah suaminya.

Harusnya ia tidak pernah mengalami mimpi buruk seperti ini. Harusnya malam itu tak menjadi petaka baginya.

Jauh di dalam hatinya, ia meminta maaf kepada seseorang. Seseorang yang telah ia kecewakan.

Seseorang yang ada di negeri lain untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja disana hingga waktu yang tepat untuk mereka akhirnya bertemu.

Mereka telah berjanji untuk menunggu satu sama lain. Tapi kenyataannya, ia telah mengecewakan orang itu. Ia telah mengingkari janji mereka.

(Namakamu) menangis mengingat bagaimana indahnya mereka saat dulu masih bersama. Orang yang ia tunggu adalah orang yang sangat ia cintai. Satu-satunya orang yang ia percaya mampu memberikan kebahagiaan untuknya.

"Maafin aku."

(Namakamu) menghapus air matanya yang mengalir membasahi pipinya.

Jika saja ia tidak terjebak pernikahan dengan Iqbaal, ia sekarang pasti masih menunggu orang itu kembali dan akhirnya menikah dengannya.

Mereka telah membuat komitmen untuk menunggu satu sama lain dan akan melangsungkan pernikahan saat mereka kembali bersama.

Tapi apakah mungkin mereka masih dapat melaksanakan pernikahan setelah ia menjadi istri orang?

Bagaimana jika orang itu kembali dan mengajaknya memenuhi komitmen mereka?

"Aldi.."

*

"Bunda, (Namakamu) mana?"

Rike yang tengah sibuk memasak menolehkan kepalanya dan tersenyum pada anak semata wayangnya.

"Tadi Bunda liat dia masih tidur."

"Jam segini dia udah tidur, Bun?" tanya Iqbaal bingung.

"Dia udah tidur sejak tadi sore. Dia juga muntah-muntah sejak tadi siang. Bunda gatau dia kenapa. Jangan-jangan dia..." Rike menggantungkan ucapannya, membuat Iqbaal mengernyitkan keningnya.

Unexpected Wedding Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang