Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

[Part 3] Kehidupan Baru

84 11 0
                                        

"Unexpected Wedding" (15+)

****

"Kita gaada bedanya, oke? Gue tahu lo pasti ngincer om-om kan? Namanya cewek pasti cari duitnya lah."

"Terserah apa kata lo, gue gak peduli. Omongan lo gak ada gunanya tau gak."

(Namakamu) hendak memasuki rumahnya, namun ia kembali memutar tubuhnya untuk menghadap Bella.

"Dan satu lagi. Gue sama lo beda. Kita beda. Lo suka om-om, gue gak. Gue lebih suka cari suami daripada cari om-om. Selamat malam."

(Namakamu) tersenyum miring. Ia segera memasuki rumahnya lalu membanting pintunya dengan kasar, membuat Bella terkesiap.

Bella menggeram. Apa bedanya ia dengan (Namakamu)? Ia rasa, mereka berdua sama saja.

****

"Iqbaal, kamu udah anterin dia pulang kan?"

Iqbaal yang baru saja memasuki rumah langsung dihadang oleh Rike.

"Udah, Bun."

"Kasihan dia baal, dia gapunya siapa-siapa lagi. Kalo kalian udah nikah nanti, jangan sakiti dia ya, dia gak punya tempat berlindung selain kamu."

Iqbaal tersenyum tipis, lebih tepatnya tersenyum miris.

Gadis itu bahkan tak menerima kehadirannya, bagaimana ia bisa melindunginya?

"Iqbaal masuk kamar dulu Bun, Iqbaal mau istirahat."

Iqbaal tersenyum tipis. Ia melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.

"Ingat, baal! Pernikahan kamu 2 minggu lagi. Kamu harus mempersiapkan semuanya."

Iqbaal berhenti di tengah-tengah tangga. Ucapan Rike mengingatkannya tentang tanggung jawab yang harus segera ia laksanakan.

Seandainya Rike tahu bahwa Iqbaal tidak menyentuh gadis itu, apakah Rike akan berubah pikiran? Mengingat Rike yang begitu menyayangi (Namakamu) seperti anaknya sendiri.

"Iqbaal nggak akan lupa."

Iqbaal segera melanjutkan langkahnya. Ia membuka pintu kamarnya lalu memasukinya dan menguncinya.

Rike menghela nafasnya. Ia tahu anaknya belum siap untuk menikah, tapi ia harus tetap bertanggung jawab.

"Bunda tahu, kamu itu laki-laki yang bertanggung jawab. Semoga kamu selalu bahagia, Iqbaal."

****

Iqbaal menatap pantulan dirinya di cermin dengan tatapan kosong.

Hari ini Iqbaal dan (Namakamu) sedang melakukan fitting baju pengantin. Mereka berada di butik yang sama, tetapi di ruangan yang berbeda.

"Apa gue siap buat berkomitmen sehidup semati?"

Iqbaal merapikan tuxedo yang ia pakai. Ia kembali menatap pantulan dirinya di cermin.

"Semoga gue siap."

Iqbaal keluar dari ruang ganti sembari menundukkan kepalanya karena ia sedang merapikan celananya.

"Mbak, ini-"

Ucapan Iqbaal terhenti saat matanya tak sengaja menatap (Namakamu) yang baru saja keluar dari ruang ganti.

Gadis tersebut tampak memakai gaun berwarna putih yang memiliki ekor panjang. Sederhana tetapi elegan.

"Sempurna," gumam Iqbaal tak sadar. Matanya memandang (Namakamu) tak berkedip.

(Namakamu) berdehem, mencoba membuyarkan lamunan Iqbaal.

Iqbaal tersentak. Ia memalingkan wajahnya ke sembarang arah.

Unexpected Wedding Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang