(On Going)
Tya Laura Kiehl, putri seorang pengusaha ternama, tak pernah menyangka keputusan orang tuanya akan mengguncang hidupnya. Ia diharuskan menetap di Los Angeles selama tiga tahun, jauh dari tanah kelahirannya, hanya ditemani seorang tante ya...
Hai guys ini cerita pertama aku, maaf kalo ada kata-kata yang salah, kalian diperbolehkan berkomentar untuk mengoreksi, mohon bantuannya😄🙏🏼
•••
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.........
Tya Laura Kiehl, putri seorang pengusaha ternama, tak pernah menyangka keputusan orang tuanya akan mengguncang hidupnya. Ia diharuskan menetap di Los Angeles selama tiga tahun, jauh dari tanah kelahirannya, hanya ditemani seorang tante yang terasa asing baginya.
Tak ada yang tahu, kepindahan itu hampir menyeretnya ke jurang malapetaka.
.........
"KAK PLEASE! BERHENTI IKUTIN AKU!" pekik gadis itu.
"I won't, because I always miss you." Bisiknya.
.........
"Kak..." gadis itu mematung di tempat.
Ia terkejut setelah melihat pria itu kembali setelah beberapa bulan lamanya.
"Hai, Laura..." pria itu menyapa dengan mata sayunya.
Pria itu pun melangkah perlahan, dan setiap tapaknya membawa jarak kian menyempit, seakan tidak ada lagi ruang untuk menjauh.
.........
Satu tahun sudah terlewati, dan kini gadis itu kembali pulang, melangkah ke jenjang SMA di Indonesia.
"Gue Gavin Lionkara."
Hangat-itulah yang dirasakan keduanya saat jemari mereka saling bertaut dalam sebuah jabatan tangan.
.........
"Perjodohan?" pekik gadis itu dengan mata terbelalak.
.........
"Cukup! Tya yang salah! maaf..." ujar gadis itu lalu meninggalkan keduanya.
"Lihat. Kelakuan anakmu yang tidak sopan itu." Ujar Kiehl.
.........
Pemuda itu mengusap punggung tangan kekasihnya secara perlahan. "Kata dokter... ada orang baik yang ingin mendonasikan jantung nya untukku, dan besok adalah tanggal operasi nya,"
"Kamu bisa datang kan?" ujar pemuda itu seraya menatap netra coklat milik kekasihnya.
.........
"DAFFA!!"
"Daffa, maaf..." ucapnya dengan suara yang nyaris patah, sementara air mata terus mengalir tanpa henti.
.........
"Pa... Tya menghilang." Suara Gavin terdengar lirih, nyaris pecah.