(On Going)
Tya Laura Kiehl, putri seorang pengusaha ternama, tak pernah menyangka keputusan orang tuanya akan mengguncang hidupnya. Ia diharuskan menetap di Los Angeles selama tiga tahun, jauh dari tanah kelahirannya, hanya ditemani seorang tante ya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Pukul 15.30
Flo Flower Shop
"Ada bunga tulip?" tanya seorang pemuda kepada salah satu pegawai di sana.
Pegawai itu menatapnya ramah. "Ada, Kak. Kami baru saja restock siang ini."
"Saya mau satu bouquet tulip putih. Bisa dikirim ke alamat ini jam empat sore?" jelas pemuda itu sambil menyerahkan secarik kertas putih berisi alamat seseorang.
"Bisa, Kak." Pegawai itu menerima kertas tersebut.
Setelah itu, pemuda tersebut berjalan menuju kasir untuk membayar bunga yang dipesannya.
Sesampainya di sana, ia mengeluarkan kartu debitnya lalu menyerahkannya kepada pegawai kasir. "Satu bouquet tulip putih."
"Sudah, Kak," ujar pegawai itu sambil mengembalikan kartunya.
"Thanks." Pemuda itu memasukkan kembali kartunya ke dalam dompet.
"Sini," katanya kemudian.
Pegawai kasir itu sedikit memajukan kepalanya. Pemuda di hadapannya lalu membisikkan sesuatu dengan pelan.
Pegawai itu mengangguk mengerti. "Baik."
Setelah itu, pemuda tersebut segera meninggalkan toko bunga itu.
---------
Triiiiiiiiiing...
Gracia meregangkan otot lengannya. "Akhirnya..."
Shafira menatap punggung Tya dari belakang. Ia lalu mengulurkan tangan dan menepuk pelan pundak gadis itu.
"Tya, gimana? Sudah agak baikan?"
"Udah, tenang aja," jawab Tya sambil tersenyum.
Daffa yang sedang membereskan buku-bukunya tanpa sengaja mendengar percakapan mereka. "Lo sakit?"
"Hah? Enggak," jawab Tya cepat. Ia jelas berbohong.
"Bohong, Daf. Tadi dia pingsan di kantin," ujar Gracia blak-blakan.
Raut wajah Daffa langsung berubah. "Serius?"
"Iya. Tapi nggak apa-apa, kan? Tadi kita juga sudah ngerjain soal bareng," ujar Tya mencoba meyakinkan.