5 Agustus 2008
Sekarang aeri sudah berada di tempat audisi, ada banyak sekali orang di tempat audisi ini, ada yang berlatih dance, ada yang menyanyi, mereka semua sangat keren dan hebat Dimata aeri, setelah aeri melihat lihat dia baru menyadari sesuatu bahwa seperti nya hanya dia yang masih kecil disini.
"Aeri kamu dapat nomor urut ke 154 sekarang baru nomor urut 48, sambil menunggu mau beli makanan dulu?" Ujar ibunya
Aeri menganggukkan kepalanya"Iya, aku mau" lalu menggandeng tangan ibunya
Ibu aeri menyambut gandengan aeri dan menoleh ke arah suaminya "Kamu tunggu dulu disini gak papa kan aku beli cemilan dulu sama aeri"
Ayah aeri tersenyum ke arah istri nya dan menganggukkan kepalanya "iya, aku tunggu di sini aja"
"Ayo aeri" aeri dan ibunya meninggal ruang audisi dan pergi untuk membeli cemilan.
^^
Sekarang sudah nomor urut 150 tapi aeri dan ibunya tidak kunjung kembali dan hal tersebut membuat ayah aeri mengkhawatirkan keadaan keduanya.
Baru saja ayah aeri bangun dari duduk untuk mencari keduanya tapi ternyata me sudah terlebih dulu sampai.
"Ayahh lihat aeri membeli roti dan biskuit"ujar aeri di hadapan ayahnya
Ayah aeri mengelus rambut anaknya "aeri sebentar lagi giliran kamu untuk masuk"
Ayah aeri mengambil botol minuman disamping "ini minum dulu yang banyak sebelum masuk kedalam"
Tidak lama setelah ayah aeri memberikan minuman terdengar suara panggilan untu peserta berikutnya masuk
"Nomor urut 153 dan 154 silahkan masuk"
Aeri menghela nafasnya "ayah aku sudah dipanggil"
Sebelum aeri masuk kedalam ayah dan ibunya memberikan semangat kepadanya "aeri semangat!"
^^
Lima menit, sepuluh menit hingga menit ke dua puluh aeri belum juga keluar dari ruangan.
Kedua orangtua aeri menunggu dengan perasaan cemas.
Sampai di menit ke tiga puluh barulah aeri keluar dari ruangan dan menghampiri kedua orangtuanya dengan senyum sumringah.
Saat sampai dihadapan kedua orang tuanya, aeri disambut dengan hangat oleh mereka
Ibu aeri mengelus lembut kepala aeri "bagaimana aeri, apa semua baik baik aja?"
Aeri menganggukan kepalanya dan tersenyum "iya semua nya baik baik saja, jurinya suka suara aeri tapi orang sebelum aeri sangat hebat dia menyanyi sambil menari, dia mendapatkan banyak tepuk tangan dari orang orang di dalam" setelah mengatakan itu aeri menundukkan kepalanya.
Ayah aeri tersenyum "tidak apa apa aeri, yang terpenting aeri sudah berani mencoba, ayah bangga dengan aeri Karena aeri sudah berani mencoba hal yang baru"
"Hasil audisinya akan keluar besok lusa dan akan dikirim melalui email, bagaimana kalau pulang dari sini kita pergi ke gereja untuk berdoa agar hasil audisinya memuaskan" ibu aeri berusaha menghibur aeri dari kesedihannya.
Mendengar ajakan istrinya, ayah aeri pun setuju "iya aeri ibumu benar, ayo kita ke gereja dan berdoa kepada tuhan" ayah aeri menggandeng tangan aeri "ingat aeri kita harus selalu melibatkan tuhan dalam segala keputusan dan pilihan hidup kita".
KAMU SEDANG MEMBACA
Trainee
FanfictionMenjadi trainee di agensi yang besar dan telah berlatih disana selama bertahun tahun tanpa tahu kapan dia akan di debutkan. Melihat teman teman trainee nya yang sudah debut dan mengundurkan diri dari perusahaan membuatnya merasa sedih dan tertekan. ...
