"Akhhh hiks AKhhh berh akhh hiks berhenti hiks hiks hahh hiks ,sakit hiks ,sudahh hiks sakit hiks humm hiks su-sudah hiks "ucap haruto disela-sela tangisannya
"Felix Hyung,hiks hentikan hikss, Hyung!"teriakkan Jungkook, memanggil nama Felix yang sedang menyiksa haruto dengan palu dan Kampaknya
"Kasian haruto Hyung hiks ,"lirihnya
"Haruto "lanjutnya, pandangannya kosong,tapi air matanya terus mengalir, Felix yang sedang asik menyiksa haruto pun berhenti,dan menatap Jungkook yang sedang meracau tidak jelas,ia mengkode mingyu,dan dengan senang hati ia berjalan kearah Jungkook sembari membawa gergaji yang ada di tangannya...
"Akkkkkhhhhhhhh hah ah"teriakkan panjang haruto menggema di sekitar hutan, Felix tersenyum puas, ia mengangkat palu yang ia bawa,dan mengarahkannya pada haruto, sekali
Pukulan di kepala haruto langsung hancur,dan tidak ada suara lagi dari haruto, karna itu teriakkan terakhirnya di muka bumi ini...
"Hiks haruto hiks"gumamnya lalu menatap mingyu yang ada didepannya yang sedang berjongkok
"Bunuh saja aku mingyu"ujarnya dengan wajah yang memerah karena menahan amarah
"Kkkkkkk kau ingin cepat-cepat mati ohh? Baiklah, keinginanmu akan ku kabulkan kkkkk"ucapnya,lalu ia mengangkat tinggi-tinggi gergaji yang ia bawa,dan mengarahkannya pada leher Jungkook,dan Jungkook sudah menutup matanya
"Mommy,Daddy"lirih batinnya
Greeeee
Cesss
Bukh
Kepala Jungkook menggelinding ditanah dan mengenai sepatu yang mingyu gunakan,dan langsung saja mingyu menginjaknya, seperti bola, kepala Jungkook misah dari tubuhnya,darah keluar cukup deras , hingga seperti air mancur yang keluar tiba-tiba,dan hal itu membuat Felix dan mingyu tertawa, hingga menggenggam seisi hutan
"Hahahahhahahahhahahahaha"tawanya menggema setelah ia membunuh Jungkook,lalu melempar gergaji kesembarang arah,dan menghampiri sang kakak,
"Hahahaha,bagus ,itu baru adikku hahahaha"
"Kajja ,kita pulang,dan tidur "lanjutnya
"Hmmm"
|SKIP|
"TAEHYUNG, JUNGKOOK, SOOBIN!! , KALIAN DIMANA?"teriak Karina,saat mereka semua sudah berada disekitar hutan
"Hiks, dimana kamu nak?"lirih Sakura
"sebaiknya kita masuk kedalam hutan"ujar kai
"Kajja"Vernon,dan berjalan terlebih dahulu
"Kai "panggil sakura
"Hum?"kai pun menoleh kearah sang istri,sakura pun langsung menunjuk kearah mobil yang berada dipinggir jalan, mereka kenal dengan mobil tersebut,itu mobil anaknya (haechan)
"Itu kan mobil haechan,"ucap Karina
"Ayo kita kesana , siapa tahu ada petunjuk kan"usul Vernon,dan mereka pun mengangguk, berjalan kearah mobil tersebut, dengan sedikit berlari
"Mobilnya kosong kai"
"Kau benar"
"Hey lihatlah ini"ucap sakura
"Apa?"Karina, Vernon dan kai yang penasaran pun langsung mendekati sakura,mata mereka membola saat melihat apa yang Sakura temukan
"A..apa ini?"ucap Vernon
"Ini pistol bodoh"ucap kai
"Aissss kau ini"
"Jadi benar disini ada pembunuhan? Lalu bagaimana dengan putra-putra ku? Kai cepat telpon polisi "
"Baik"
"Vernon hiks bagaimana ini hiks putra kecil ku hiks mereka baik-baik saja kan? Hiks "tangisannya pecah, dengan sabar Vernon memeluk sang istri tercinta,dan mengelus rambut pendek Karina
"Mereka pasti baik-baik saja sayang"ucapnya
"Kajja , sebaiknya kita masuk kedalam, takutnya mereka semua kesulitan didalam Sanah, polisi juga akan datang secepatnya"ujar kai setelah ia menelepon polisi
"TAEHYUNG, JUNGKOOK SOOBIN "
"HAECHAN JAEMIN HARUTO"
"KALIAN DENGAR KAMI?"
"Stttt jangan berisik sayang , nanti si pembunuhnya datang kesini"peringat kai
"Tapi, putra-
"Aku tahu ,kita jalan aja dulu,aku tadi sempat menemukan petunjuk,aku menemukan ransel, kemungkinan besar itu milik taehyung atau haechan"ujar kai
"Hiks itu apa?"kata Karina, sambil menunjuk-nunjuk sesuatu ditanah
"Ada apa say?"ucap Vernon
"Itu"
Deg
"Darah, siapa?"ucap sakura
"Tidak mungkinkan darah putra ku?"gumam kai
Lalu mereka berjalan lagi lebih jauh kedalam hutan, tubuh mereka membeku saat melihat sesuatu tergeletak ditanah, Karina sudah menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya
Deg
Seolah dunia berhenti begitu saja
"Hiks ini kan hiks"ucapannya tertahan saat Vernon memeluknya dari belakang
"HAECHAN TIDAK HIKS ANAKKU HIKS Hiks JAEMIN HIKS TIDAK MUNGKIN, HARUTO HIKS ARGGHHHHHHH HIKS"teriakkan Sakura
"Vernon jika anakku hiks ,ini tidak mungkin kan hiks ini hanya mimpi kan ?hiks"racau Karina,tapi Vernon masih setia memeluknya
Tubuh sakura lemas,kai pun langsung memeluknya erat menyalurkan kekuatan pada sang istri,dan membisikkan kata-kata penenang,dan tidak lama polisi pun datang, bahkan ada dari mereka yang diam membeku tidak percaya, bagaimana tidak percaya, orang sekitar situ banyak darah ,saking banyaknya sampai seperti danau (?)
"Pak , cepat selesaikan masalah ini"ucap kai setegar mungkin,ia harus Manahan tangisannya
"Baiklah"ucap kepala polisi
"Bereskan semua ini "perintahnya
"Baik pak"
"Hiks anakku tidak mungkin hiks taehyung hiks ,kau bilang akan pulang dan merayakan kelulusanmu nak hiks Jungkook pun hiks kenapa berbohong sama hiks mommy? Mommy punya salah kah? Hiks soobin bayi mommy hiks "racau Karina
"Sayang, mereka sudah bahagia disisi Tuhan "
"Tapi hiks mere-
"Stttt ikhlaskan nee, mereka pasti sedih melihat mommy kesayangannya sedih"
"Hiks"dan berakhir mereka berpelukan
Sakura sudah pingsan dipelukkan kai,dan kai pun langsung menggendongnya dan berjalan kearah Karina dan Vernon
"Vernon,aku pulang dulu,kau urus semuanya,oh ia Karina mau sekalian? Sebaiknya kau istirahat"
"Iya sayang, sebaiknya kamu istirahat,aku nggak mau kamu sakit"
"Nee"
Setelah Karina ikut pergi dengan kai, Vernon menatap sekeliling hutan,dan menutup hidungnya, karena ia mencium bau tidak sedap, mungkin itu bau darah,ia masih menatap sekeliling dan menatap para polisi yang sedang mengangkat mayat sang anak,hati nya sakit, melihat itu,lalu ia berjalan kearah para polisi yang sedang mengobrol
|Disisi lain|
Seseorang menatap kearah Vernon , dengan tatapan tajam dan datar
"Hahahaha"
END
Yeyyyy end juga hehehe, tadinya bingung mau gimana endnya sad/Heppy? Jadi aku putuskan jadi sad maaf nee~
KAMU SEDANG MEMBACA
just kill me
Nezařaditelnélangsung baca aja !! semoga suka~ Jangan membenci pemeran yang jahat ,ini hanya khayalan author, ok!! #'just kill me'#
