Part 2

3.8K 454 40
                                    

Akhir pekan yang seharusnya menjadi hari bersantai bagi Seo Haechan, malah berubah drastis menjadi moment menegangkan karna tugas yang diberikan oleh Miss. Jennie padanya.

Haechan itu adalah type manusia penurut yang jarang sekali membantah ucapan orang lain, namun dalam kasus ini sungguh sangat berbeda.

Lee Jeno saja sudah membuat hidupnya seperti berada di dalam neraka, apalagi sekarang ia harus berurusan dengan Mark Jung teman seper-iblisan pria itu.

Tugas ini sangat penting bagi Haechan, mengingat tak ada lagi Club lainnya yang bisa ia masuki karna minggu kemaren terakhir pendaftaran semua ekstra kulikuler di sekolahnya.

Haechan yakin sekali kalau Mark tak akan mau satu kelompok dengannya, mana mungkin pria populer dan urakan semacam itu akan memprioritaskan tugas sekolah.

Apalagi tugasnya hanya membuat kue kering bersama dengan seorang teman, Haechan jadi ingin tertawa jika harus menerima fakta itu.

Ayolah, Mark itu tentu saja lebih memilih bermain dengan teman-temannya dari pada harus mengotori tangannya dengan tepung dan juga telur di akhir pekan ini.

Tiba-tiba Haechan tersenyum cemerlang, baru saja ide hebat muncul di kepalanya.

Ia akan mengatakan pada Miss. Jennie kalau Mark tak mau satu kelompok dengannya, dan juga mengatakan kalau Haechan sudah berusaha untuk menemui Pria Jung itu, namun ia malah abai.

Hebat sekali kan idenya?

Pasti Miss. Jennie akan percaya karna melihat bagaimana dinginnya sikap pria itu.

Namun, kalau mengkaji kemungkinan buruknya. Jika Mark tau Haechan sudah berbohong, pasti Pria Jung itu akan memukulinya tanpa ampun.

Tiba-tiba saja bulu kuduk Haechan merinding membayangkan semua itu.

Dengan berat hati, ia bangkit dari aksi malas-malasannya. Kemudian langsung turun ke lantai bawah untuk mencari buku telpon diruang tengah.

walaupun pergaulannya bisa dibilang tidak seluas Renjun, tapi Haechan tentu saja tau kalau Mark itu tinggal di komplek yang sama dengannya, enam blok dari sini.  Rumah besar bergaya eropa itu merupakan kediaman milik keluarga Jung.

Kemudian mendesah legah sesaat setelah menemukan kontak dari keluarga Jung tersebut, menatap jam dinding yang ada di hadapannya. Tepat pukul tujuh malam, waktu yang baik untuk menghubungi orang lain.

Deringan telepon membuat Haechan cukup cemas, ia menggigit kuku-kukunya berusaha menekan rasa gugup itu.

'Setidaknya aku sudah mencoba.' Lirihnya.

"Hallo, selamat malam." sapaan lembut dari seberang telpon membuat Haechan bertambah gugup.

"Ma-malam, apa benar ini kediaman Mark Jung?"

"Iya, ada yang bisa di bantu??"

Haechan mengangguk pelan, "Apa Mark ada dirumah??"

"Tuan Mark belum pulang kerumah." balasnya sopan.

"Apa aku bisa meminta nomor ponselnya?? tanya Haechan coba memberanikan diri.

"Maaf sekali, Tuan Mark tak memperbolehkan kami memberikan nomornya pada orang asing." jawab Wanita itu cukup menyesal.

Haechan mendesah kecewa setelah mendengar itu.

"Apa aku bisa meminta bantuanmu?? kalau Mark sudah pulang, katakan padanya aku ada perlu, kami berada di Club yang sama di sekolah, dan juga kelas yang sama." ucap Haechan lebih berani.

ARCADE [ Markhyuck ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang