B- Mulai luluh atau..

130 15 0
                                    

Keadaan nya hening. Jeongwoo ternyata melamun, tapi ia dengar apa yang Junghwan katakan padanya. "Nggak akan"

"Yakin?"

Dengan wajah tengil nya, Junghwan terlihat berpikir untuk melakukan sesuatu. "Gimana kalo kita buktiin. Kita liat, siapa yang jatuh cinta duluan. Eh? Kalo bisa jangan ada deh"

"Terserah lo lah!"

"Ya santai dong, kok ngegas"

"Ya gue laper bodoh. Orang laper kok diajak debat- AKH! SAKIT! Junghwan bodoh" dengan emosi Junghwan yang menggebu, ia menendang Jeongwoo dari kasur nya hingga terjatuh.

"Makanya, jangan bilang gue bodoh"

- B -

"Jeongwoo ayo! Udah telat kita!" Junghwan panik sendiri dengan keterlambatan nya. Ya karena Jeongwoo sudah duduk anteng di mobil sembari makan sarapan. "Shit"

Ia mendekat, dan mendapati Jeongwoo membukakan pintu untuk nya dari dalam. Junghwan langsung duduk dan menerima kimbap yang disodorkan padanya. "Maaf gue telat bangun"

"Nggak papa. Hadep sini" Junghwan menuruti Jeongwoo. Jeongwoo sendiri mengerahkan tangan dan kemampuan nya dalam menata rambut, seperti yang biasa ia lakukan dengan keponakan perempuan kecilnya. Bahkan ia memberikan jepit rambut yang menambah kesan manis Junghwan. "Gini kan rapi"

"Oh? Makasih. Um! Lo beli kimbap dimana?"

"Gue yang buat" Junghwan sedikit tersedak, membuat nya terbatuk batuk. Jeongwoo menyodorkan air putih yang di tenggak setengah oleh Junghwan. "Pelan pelan"

Sial. Love language nya di serang. Tolong! Act of service Jeongwoo benar benar menyebalkan.

Jeongwoo mengambil tisu dan mengusap mulut Junghwan yang basah. "Katanya kita buktiin, jangan gue doang dong yang buktiin"

Gadis itu mencebik, ia harus berlaku manis dengan Jeongwoo? Sebenarnya ia sangat enggan, tapi dirinya sendiri yang menawarkan hal yang ia benci ini.

"Iya.."

Keadaan hening tidak seperti biasanya. Biasanya akan ada ocehan bermusuhan dari mereka, entah Junghwan atau Jeongwoo yang memulai nya. Junghwan menggigit bibir nya bingung, mengapa jadi canggung begini.

Junghwan bukan tipe orang yang mudah mencari topik obrolan, karena itu, dirinya memilih melihat pemandangan luar yang lebih menarik meski hampir setiap hari ia lewati.

"Terimakasih dan maaf"

- B -

Keadaan sekolah mulai ramai, atau bisa dibilang sangat ramai. Junghwan lebih dulu masuk ke kelas nya, sedangkan Jeongwoo memilih ke kantin untuk sekedar mencari apa yang bisa ia kunyah sekarang ini.

Ramainya Treviso High School bukan dengan adanya siswa siswi berlalu lalang pagi pagi begini, tapi segerombolan orang yang berdiri di mading sekolah.

Mading yang seharusnya berisi hal penting tentang sekolah dan pengumuman lain yang menarik, serta berita hangat seputar pendidikan, malah menjadi papan gosipan.

Benar kata Junghwan, anak Treviso bisa jadi intel negara. Mereka bahkan bisa mendapat informasi tentang bagaimana hubungan cinta segitiga salah satu siswa disana dengan detail, beserta bukti foto.

Penting!
Kelanjutan cerita JeongJu bisa di konfirmasi via DM Instagram di @Suhaa.Park_ (ig mama Jeongwoo) dan @SoJeuwon (ig mama Junghwan).
Nantikan kebenarannya!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 14 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Backstreet - WooHwan Gs Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang