Yuhuu... Aku kembali membawakan ending lain dari chapter Shopping!!! Hehehe.... Tanpa babibu mari langsung bacaaa
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jun terkekeh melihat reaksi Minghao yang spontan begitu saja, dia mengulurkan tangannya untuk membantu sang baby bangun dan melingkarkan tangannya di pinggang Minghao untuk membantu menyeimbangkan badan baby nya "I told you to not enjoy your warning baby, you're being very bad today, prepare yourself for your punishment baby ( sudah ku katakan untuk tidak menikmati hukumanmu baby, kamu sangat nakal hari ini, bersiaplah untuk hukumanmu baby)" Jun berbisik seraya mengecupi leher Minghao lalu membantunya masuk ke dalam mobil.
Bukan di tempat duduk depan melainkan tempat duduk belakang, membuat Minghao semakin panik "d-daddy please.. kamu tidak akan melakukannya disini kan?" Tanyanya dengan tatapan memohon, wajahnya sudah memerah panas karena demi apapun vibrator ini sangat mengganggu —tapi juga nikmat.
Jun tersenyum penuh arti "well… aku tidak melihat alasan lain untuk tidak memberikan 'sedikit' punishment padamu, baby" ujarnya dan memilih untuk masuk duluan ke dalam mobil lalu mengulurkan tangannya untuk mengajak sang baby masuk ke dalam mobil "would you like to get in? ( Maukah kamu masuk? )" Jun dengan seringainya yang penuh arti namun Minghao juga tidak memiliki banyak pilihan selain masuk ke dalam mobil dan mengikuti permainan sang daddy.
Bagian selatan tubuhnya sudah sangat sakit akibat terus tertahan, vibrator di dalam tubuhnya mulai bergerak tidak karuan akibat sang daddy yang dengan sengaja memainkan hingga kecepatannya tidak beraturan "d-daddy please… t-the vibrator… please… " gumam Minghao yang meremat ujung sweaternya, dia tau jika duduk akan membuatnya semakin merasakan vibrator itu masuk semakin dalam.
Junhui dan segala tipu muslihatnya, tanpa bersusah payah membujuk sang baby untuk masuk dia bisa membuat Minghao tidak memikirkan pilihan lain dengan memainkan kecepatan vibrator itu bahkan dirinya mulai mengeluarkan ponselnya yang sebagai alat kontrol vibrator itu dan mulai menggambar abstrak disana membuat Minghao tidak karuan menahan rasa nikmat di holenya.
"Daddy! No.. nghh… please please… noo… berhenti— aku mohonnn eunghh… aku tidak kuat lagiii… Daddy may I come?? Please please please… " Minghao meracau tidak karuan lagi, vibrator itu bermain dengan sangat lihai di dalam tubuhnya hingga dirinya tidak sanggup lagi untuk berdiri.
" Get. In. I will let you come if you get in and sit on me ( masuk. Aku akan membiarkan kamu cum jika kamu masuk dan duduk dipangkuanku )" Jun menepuk pahanya memberikan isyarat pada Minghao untuk segera melakukan apa yang diminta olehnya dan Minghao yang sudah tidak mempedulikan apapun langsung mengangguk dan melakukan apa yang diperintahkan.
Sedikit sulit mengingat mobil Jun yang cukup sempit itu namun pada akhirnya Minghao berhasil duduk diatas pangkuan sang daddy, wajahnya memerah padam dengan keringat bercucuran meski susah payah menutup pintu mobil itu karena dirinya sudah mabuk dengan kenikmatan "now… may I come nghh… daddy??" Tanyanya dengan nada memohon.
Junhui tentu saja menikmati permainan ini, menarik sedikit kasar dagu milik sang baby untuk kemudian mengusap bibir ranum itu dengan kasar "sudah berapa lama kau menahannya?" Tanya sang daddy sambil memberikan kecupan disekitar wajah imut itu, sengaja memperlama permainannya.
Minghao tidak habis pikir, bagaimana bisa ketika dirinya ini sudah tidak dapat menahan lagi malah diberikan pertanyaan yang pastinya akan membuat dirinya bertambah mendapatkan masalah "eunghh… Daddy— please lemme cum first, please… aku janji akan melakukan apapun yang kau— ngghh… minta setelahnya dan menerima— ahh… punishment dengan baik…" menggigit bibirnya yang sudah memerah itu berusaha menahan dengan sekuat tenaga agar tidak keluar sebelum diizinkan oleh sang dominan.
Minghao tidak mau mengulangi kesalahannya yang pernah cum sebelum dibolehkan oleh Jun dan mendapatkan punishment berupa urethral plug yang dipasangkan pada junior-nya sepanjang sisa permainan mereka kala itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy
FanfictionSEVENTEEN with (kinda) DDLB concept:) DDLB stand for Daddy Dom Little Boy, mungkin beberapa dari kalian sudah tau tentang ini? jadi yang Dominant yang biasa disebut 'daddy' atau 'caregiver' itu yang memegang role lebih dewasa sedangkan 'little' ada...
