Flashback on
Jam 11 malam..Jimin baru pulang karena dia harus lembur.. membereskan barang-barang yang baru datang ke toko tempat dia bekerja..
Dan sekarang..Jimin masih duduk termenung sendirian.. menunggu bus yg akan mengantarnya meskipun dia tau jika bus yg dia tunggu tidak mungkin muncul..
Mengingat jika malam semakin larut..
"Malam sekali..apa aku harus mengambil jalan pintas..tapi disana sangat sepi.." ucap Jimin..dia bimbang..jika jalan biasa..dia akan sulit menemukan kendaraan umum..jika jalan pintas..dia takut karena jalan itu cukup sepi.." semoga tidak ada yg menghalangi jalan ku nanti.."doa Jimin sebelum melangkah
Jimin memberanikan diri melewati jalan pintas yg cukup sepi..mau tidak mau..dia harus memberanikan diri..
Karena tidak mungkin dia terus berdiam diri seperti ini.. menunggu angkutan umum..
Jimin terus melangkah walau hatinya gelisah.. sungguh perasaan nya sangat tidak enak.. sekarang hampir jam 12 malam..dan malam ini benar-benar sangat sepi.. membuat Jimin sedikit takut..
Satu belokan lagi..Jimin akan bertemu dengan jalan raya..sedikit senyuman terlihat dia wajah manis nya..sampai suara seseorang menghentikan langkahnya ..
"Hai cantik.. sendirian aja.."
Deg
Jantung Jimin seperti berhenti berdetak..sapaan itu membuat Jimin takut..tapi sebisa mungkin mencoba untuk tenang.. Jimin terus melangkah tanpa menghiraukan seseorang yg berusaha untuk menghentikan langkahnya..
"Mau main sebentar.."
Jimin semakin mempercepat jalan nya..dia takut.. sangat takut..bahkan setitik air mata sudah turun tanpa disadari..
Apalagi saat tau..jika yg berusaha untuk menghentikannya bukan hanya satu orang..
"Hai cantik.. kenapa cepat sekali jalannya..kau akan lelah sebelum bermain.."
Detak jantung Jimin semakin kencang..dua orang itu semakin mengikuti langkah Jimin..bahkan sekarang salah satu dari mereka sudah berada tepat di depannya..
"Mau kemana cantik.."
"Bermain lah dulu bersama kami.." senyum menyeringai dari preman yg berhasil menghentikan langkah Jimin..
Membuat tubuh Jimin lemas..dia sudah tidak bisa berlari lagi.. karena mereka yg berhasil mengunci pergerakan Jimin..
"Aku mohon..aku mau pulang.."
"Kau harusnya memohon untuk lebih cepat..bukan memohon untuk pulang.."tawa mengerikan mereka membuat Jimin benar-benar takut..
Tanpa buang waktu..salah satu dari preman tersebut langsung menggendong Jimin dan membawanya ke gudang kosong tanpa perduli dengan teriakan Jimin..
Menaruh Jimin dengan perlahan.. seolah tidak ingin Jimin merasakan sakit sebelum dia menyakiti nya..
"Lepaskan aku tuan..aku mohon . lepaskan.."
"Diamlah sayang..aku akan melakukan nya dengan perlahan.."
"Tidak.. jangan lakukan itu aku mohon.."Jimin mencoba untuk memohon.. berharap jika mereka mau berbaik hati untuk melepaskan nya..
"Yoongi.. kenapa kau diam saja..kau tidak mau.."
"Aku tidak berminat.."
"Wah wah..ada angin apa..sampai-sampai seorang Min Yoongi tidak berminat menikmati tubuh mulus ini..". seringai meremehkan terlihat jelas di wajah Hoseok..salah satu preman tersebut..
KAMU SEDANG MEMBACA
Kekasih Bayangan ( Tahap Revisi )
Romansahidup yang penuh penderitaan.. sekarang berubah menjadi lebih berwarna..namun siapa sangka semua itu hanya ada dalam pikiran Jimin saja.. tidak ada yang tau.. seperti apa sosok Min Yoongi.. seperti apa rupanya.. Dimana tempat tinggalnya.. Semuanya...
