hidup yang penuh penderitaan.. sekarang berubah menjadi lebih berwarna..namun siapa sangka semua itu hanya ada dalam pikiran Jimin saja..
tidak ada yang tau.. seperti apa sosok Min Yoongi.. seperti apa rupanya..
Dimana tempat tinggalnya..
Semuanya...
Setelah bertemu dengan Yoongi..entah kenapa Seokjin malah tambah khawatir..dia sama sekali tidak percaya pada Yoongi..
Tapi Seokjin tidak bisa bicara apapun mengingat Jimin yg sangat percaya pada Yoongi.. Seokjin tidak ingin membuat Jimin terluka karena ucapan nya.. Seokjin hanya ingin Jimin bahagia..
Mungkin dia harus bersabar dan percaya saja.. percaya jika Yoongi memang baik untuk Jimin..
Dan dia harus segera mencari cara agar Yoongi bisa secepatnya menikahi Jimin sebelum dia pergi ke Jepang..
Karena Seokjin tidak ingin Jimin kembali kehilangan.. Seokjin harus memastikan mereka menikah lebih dulu..agar Yoongi terikat dengan Jimin dan tidak lepas dari tanggung jawabnya..
"Melamun lagi.."suara Namjoon membuat helaan nafas terdengar dari mulut Seokjin..
"Namjoon..aku ragu soal Yoongi.."
"Jangan selalu berpikir negatif sayang..bukan kah kau lihat sendiri.. bagaimana Yoongi meminta ijin pada kita..bahkan saat Taehyung menghajar nya pun dia sama sekali tidak melawan.."
"Aku tau itu..tapi entah kenapa aku tidak menyukai Yoongi.."
"Kau memang tidak boleh menyukai nya..jika kau menyukai nya..lalu bagaimana dengan ku.."
"Ckk kau ini..aku serius Namjoon.."
Namjoon terkekeh.. melihat Seokjin yg merengut.. bahkan tangan istrinya itu mulai mencubiti perutnya.. membuat Namjoon semakin tertawa..
"Sayang..pikirkan aegi..dia masih belum lahir dan kau membawa nya untuk berpikir hal yg tidak tidak.."
"Tapi Namjoon.."
"Apa hanya ada kita di rumah.. perasaan rumah sepi.."
"Iya.. Taehyung belum pulang.. Jimin pergi sama Yoongi entah kemana ..kenapa memangnya.."
"Bagus..kalau gitu..aku ingin mengunjungi anakku..aaakkhh..kok di pukul.."
"Aku sedang serius seperti ini..tapi kau malah bercanda Namjoon.."ucap Seokjin yg kembali memukuli Seokjin.. membuat Namjoon terkekeh..
Dengan cepat Namjoon menangkap tangan milik Seokjin lalu memeluknya..agar istrinya itu tidak semakin brutal..
"Iya iya maaf.."Namjoon semakin merapatkan tubuhnya pada Seokjin.. "Bagaimana jika kita bermain..kau boleh memukul ku sepuas mu saat aku menghujam mu..aaww..aaww..aaww ampun sayang.."
"Aku keluar aja deh.."
"Jangan.. baiklah..aku akan diam.."
Namjoon harus mengalah jika sudah seperti ini.. Namjoon langsung melepaskan pelukannya..jangan sampai istrinya itu semakin mengamuk .. karena akan bahaya nanti kedepannya..
Sementara Seokjin..masih menatap Namjoon dengan tatapan tajam..kesal sekali rasanya..
Suaminya itu benar-benar tidak bisa di ajak serius..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.