M.L - ONE [ Arthan ]

234 12 11
                                    

𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚟𝚘𝚝𝚎 & 𝚌𝚘𝚖𝚖𝚎𝚗𝚝... 🌈💕

****

Dorr!

Satu peluru mendarat tepat di kening seorang pria, membuat nya langsung terkapar.

Arthanda Merliand Hedrick atau sering di panggil Arthan, si pelaku penembakan tersebut.

"pergi"

Setelah mengatakan itu Arthan beranjak masuk ke dalam sebuah van yang sudah di siapkan.

Kemudian mobil pun berjalan meninggalkan gedung terbengkalai itu.

Tak lama mobil berhenti di sebuah gedung bertuliskan 'Art corporation' perusahaan itu hanya lah topeng untuk menutupi kedok nya sebagai ketua Mafia.

Sang supir turun dan membukakan pintu untuk Arthan, saat dia keluar sudah banyak karyawan berjajar rapih menyambut kedatangan nya.

Namun Arthan tak peduli, dengan aura berwibawa serta tampang datar ia berjalan.

"Apa jadwal ku hari ini?"

"Anda akan menghadiri meeting sehabis jam makan siang, lalu tadi tuan besar menelfon. Beliau menyuruh anda untuk pulang ke mansion utama"

"Oh ya dan juga, saya di beritau oleh Bella kalau tuan Erwin berada di ruangan Anda"

Arthan hanya diam mendengar kan penjelasan Roy sang asisten, tak lama mereka berdua pun sampai di sebuah pintu bertulisan.

'Ruang Arthanda, ketuk sebelum masuk atau mati'

Cklek..

Arthan membuka pintu ruangan nya dan terlihat seorang pria berjas sedang duduk santai di dalam.

"Hey whatsup bang! Udah lama gak ketemu, makin tua aja lo!"

Arthan tak mengindahkan sapaan sang adik yang baru saja pulang dari US itu dan langsung duduk di kursi kebanggaan nya.

Bisa di bilang Erwin tak jauh beda dengan Arthan.

Pria itu juga menjalani bisnis gelap, yang membedakan hanya lah sifat mereka berdua.

Erwin berdecak kesal, lalu tatapan nya beralih pada Roy yang sedang sibuk mencatat sesuatu.

Senyuman jahil pun terbit di wajah nya yang tampan, ia diam-diam mendekati Roy dan saat sudah berada di belakang nya...

"Jangan coba mengejutkan saya tuan, karna itu tidak akan mempan"

Wajah Erwin kembali menekuk, ia mendengus kesal.

"Ck! Asisten ama bos sama aja, ngeselin semua"

Dengan kesal, Erwin berjalan dan menghempaskan bokong nya pada sofa yang dia duduki sebelum nya.

Hening menyelimuti ruangan tersebut karna ketiga orang di dalam sedang sibuk dengan urusan Masing-masing.

°
°
°

12:00pm...

"Permisi tuan, sudah saat nya makan siang"

Arthan menghentikan ketikan nya, ia melirik jam kecil yang berada di meja nya lalu mengangguk.

"mau kemana?"

MAFIA LOVE ♡ || [ on going ] √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang