Haechan mengantar Jeno ke dorm dream karena Jeno mabuk berat. Siap siap saja Jaemin akan mengamuk setelah ini. Haechan tidak perduli, memang ini rencananya, membuat Jeno mabuk agar dia bisa melihat reaksi Jaemin.
"apa apaan ini? "
Nah kan, Haechan memapah Jeno, melewati Jaemin begitu saja.
Jaemin mengekor.
"bukankah susah ku bilang kan, dia payah kalau soal minum"
Haechan mendesis, meletakan Jeno di kasur lalu menatap Jaemin.
Tatapan yg sangat serius.
"bukankah kau terganggu dengan keberadaan Jeno di sekitarmu? Dia mabuk, apa masalahmu? Hanya bersikap acuh saja karena bagimu tembok juga bisa melihat kan?"
Haechan melayangkan tatapan meremehkan. Menyayangkan sikap kekanakan Jaemin.
"aku akan meminta Renjun untuk mengurus Jeno, kau__
Haechan menunjuk wajah Jaemin dengan telunjuknya "terus saja bersikap kekanakan seperti itu, TERUS SAJA SAMPAI KAU KEHILANGAN SAHABATMU BODOH"
Jaemin membeku di tempatnya, Haechan memilih keluar dari kamar Jeno.
"eomaaa" racau Jeno.
Jaemin tersadar, mendekati Jeno untuk membenahi cara tidur Jeno agar lebih nyaman.
"mian jeno ya" gumam Jaemin.
Di luar, Haechan melirik hp nya yg berdering, nama Mark tertera di sana. Haechan memutar bola matanya malas. Mengabaikan telpon dari Mark, Haechan memilih ke kamar Chenle.
"Zhong Zhong"
Chenle mendengar tapi tidak menyahut. Chenle tidak suka panggilan itu. Apalagi panggilan itu berasal dari salah satu hyung nya yg paling tengil ini.
"hey, aku memanggilmu, kau berakting tidak mendengar? " omel Haechan.
"aku akan menyahut jika hyung memanggil namaku dengan benar" sahut Chenle dengan raut dongkol.
"itu panggilan sayang dariku untukmu, harusnya kau__
"ani, aku tidak suka panggilan itu, sangat menyebalkan"
"ok ok, aku akan memanggilmu nlechen"
Chenle hendak mengumpat rasanya tapi dia harus ingat sopan santun, tapi sungguh Haechan sangat menyebalkan.
Tiba tiba Chenle menatap Haechan "Mark hyung menyuruhmu cepat pulang"
Haechan tampak tidak perduli.
"aku ingin masuk di club basketmu"
"hyung, jadwalmu sangat padat, nantu kau kelelahan"
Meski dongkol dengan Haechan tapi Chenle adalah salah satu member yg sangat mengkhawatirkan keadaan Haechan. Anak itu sangat kasihan melihat jadwal Haechan yg sangat padat.
"nanti saja, kalau jadwal hyung sudah sedikit longgar, aku akan memasukan nama hyung disana" janji Chenle.
Tiba tiba Renjun masuk, langsung menempel pada Haechan.
Tangan Haechan dengan entengnya menenpel di dahi Renjun "kau sakit? " tanya Haechan perhatian.
"eoh" jawab Renjun lirih.
"mwo, tapi kenapa tidak panas?" heran Haechan.
Renjun makin menempeli Haechan, tidak tidak tidak, ini bukan Renjun, ini aneh.
"hey, kau kenapa? " tanya Haechan lagi, bahasa tubuhnya seolah menyuruh Renjun untuk menjauh.
Haechan risih sebenarnya.
Renjun menjauh, dia menyadari sikap Haechan yg ingin dia tidak terlalu menempel padanya.
"aku hanya kepedasan" jawab Renjun, setelah itu keluar dari kamar Chenle tanpa menatap Haechan sedangkan Haechan tampak bernafas lega.
"hyung, cepatlah pulang sebelum Mark hyung mengamuk"
"aissh si brengsek itu" maki Haechan sedangkan Chenle dengan cepat menutup telinganya. Mulut Haechan terkadang sangat berbahaya untuk kuping anak polos seperti Chenle dan Jisung.
🐻
Haechan menatap Mark dan juga Jam di pergelangan tangannya.
"hyung belum makan? " tanya Haechan.
"eoh, aku menunggumu"
Haechan tampak kesal "kau mau mati! "
Mark menciut, Haechan tampak sangat garang sekarang, sisi ini tidak akan pernah kalian lihat di depan publik. Ini sisi Haechan yg sebenarnya yg semua fans tidak tau.
Haechan membuang nafasnya dengan kasar "jangan menungguku, kalau lapar makan saja, kau mau mati kekaparan jika aku tidak pulang"
"setidaknya kau temani dia makan dulu, kasihan Mark" tiba tiba Jungwoo muncul.
Haechan dengan malas duduk di depan Mark "ayo makan, aku akan menemani hyung"
Mark menurut.
Haechan sibuk dengan hp nya sedangkan Mark mulai memasukan makanan kedalam mulutnya.
"kau kemana? " tanya Mark tiba tiba.
"menemani Jeno minum"
Mark kembali fokus ke makanannya.
"nanti tidur di kamarku, aku mau menunjukan sesuatu padamu" Mark kembali bersuara.
Haechan nampak acuh.
"Donghyuck" panggil Mark lembut
"apa sesuatu itu sangat penting? " tanya Haechan ketus.
Mark mengangguk.
Haechan lalu bangun "habiskan makanan hyung lalu minum vitamin, aku mau bersihkan badan lalu ke kamar hyung"
Mark nampak berbinar, Haechan sudah pergi ke kamarnya.
Tiba tiba Jungwoo duduk di samping Mark.
Menemani Mark menghabiskan makanannya.
Melihat sikap Haechan terhadap Mark kalau offcam, semua tidak akan percaya semua itu. Berbanding terbalik dengan Haechan oncam.
Jika oncam Haechan itu menempeli tiap member, haha hihi sana sini, sangat berbeda saat offcam, anak itu sangat dingin dan datar. Hal itu yg membuat Mark bingung dengan sikap Haechan saat oncam, Mark selalu di buat kaget. Mark seperti melihat orang lain.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
BOS
Fanfiction"tentang kita dan persahabatan kita tapi terkadang di pandang lain oleh sebagian penggemar, dari pandangan penggemar terkadang membuat hubungan kami menjadi berbeda, yg tadinya hangat menjadi dingin"
