Purple Strawberry
Aroma kue yang baru matang dan perpaduan kopi yang sangat sempurna siang ini. Suasana sedikit panas, untung saja pelanggan tidak terlalu ramai. Hanya beberapa pelanggan tetap dan nenek- nenek yang setiap hari selalu membeli kue rasa mangga kesukaannya."Kue mu seperti biasa, selalu membuatku terkesan dan tidak pernah bosan." Ucap nya sambil menyeruput teh yang ada di cangkir pesanannya.
Menyunggingkan senyuman halus yang ada di bibirnya, Nora perempuan 26tahnun itu membalas ucapan sang pelanggan, "Seperti pesanan Oma. Ras dari toko kami tidak pernah berubah."
"Memang luar biasa."
"Sedang menunggu seseorang Oma?"
"Cucuku." Ucapnya singkat seraya sedikit mengkhawatirkan sesuatu.
"Tapi kenapa seperti gelisah?"
Menghela napas berat, "Usianya sudah begitu tua, namun ia sangat enggan menikah dengan orang yang aku pilihkan. Cinta untuk PA nya begitu kuat. Aku hanya sedikit khawatir tentang cucuku."
Seraya menenangkan pelanggan kesayangannya itu, Nora menuangkan teh ke cangkir Oma. "Tentang takdir bukannya tidak perlu khawatir Oma? Yang terbaik menurut Oma belum tentu untuk cucu Oma baik, sebaliknya juga untuk dia baik mungkin bisa jadi memang baik personal asisten nya itu."
Selain pandai menarik konsumen, ia juga pintar menenangkan hati nya Oma.
"Oma tunggu saja cucu Oma sambil menikmati teh dan kue yang Nora buat. Semoga lekas menemukan titik terang." Ujar Nora di sertai senyum yang hangat dan di balas senyuman hangat juga oleh sang Oma.
Hampir lima belas menit Nora meninggalkan sang Oma menunggu cucunya. Bunyi 'TINGGG' pertanda lonceng terbuka di atas pintu keluar masuk toko ini.
Pria dengan perawakan tinggi rapih lengkap dengan bunga Lily di tangan kirinya mulai memasuki toko kue purple strawberry.
"Long time no see Oma." Ucapnya seraya memberikan buket bunga serta kecupan hangat di dahi sang Oma.
"Oma tidak ingin bunga, kamu tau apa yang Oma inginkan."
Melepas kacamata hitamnya yang membuat Aurora ketampanan dan ke gagahannya semakin sempurna. Arkan Arlano menghela napas tipis. "Aku sudah tidak berhubungan lagi dengan Laura Oma, jadi jangan memaksaku untuk menerima perjodohan yang Oma buat."
"Itu konyol." Lanjutnya seraya mengangkat tangannya memesan.
"Usiamu sudah 29 tahun Arkan, Oma ingin segera menimang cucu."
"Aku akan membuatkannya, lagipula Arkan sudah melupakan Laura. Oma tenang saja."
"Kamu berbohong kepada Oma? 20tahun Oma merawatmu Arkan. Oma tau kamu sedang berbohong!" Tegas Oma kepada Arkan yang membuatnya sedikit khawatir.
Arkan melirik sekitar, ia melihat Nora yang sedang berdiri membuatkan pesanannya. Dari atas lumayan cantik meski tidak sebesar punya Laura, pikir Arkan.
"Dua Minggu lagi Arkan akan menikah, maaf kalau terkesan mendadak." Ucapnya tegas meskipun ia masih belum tau akan menikah dengan siapa.
"Kamu bercanda?"
"Arkan tidak bercanda Oma. Arkan akan menikah dengan----" Kata Arkan terputus ketika Nora datang membawakan pesanan Arkan.
"Permisi, teh nya Tuan. Selamat menikmati."
"Dia!"
"Arkan akan menikah dengan Nora!!! Iyakan,,, Ra???!" Ucapnya menatap Nora yang tengah melotot bingung itu.
Nora terpaku kaget mendengar ucapan pria tak dikenalnya itu. Lancang sekali batin Nora.
"Hahahahahhaha........" Suara tertawa Oma begitu renyah dan menggema di toko.
"Baiklah- baiklah. Oma akan merestui kalian. Sebenarnya yang ingin Oma kenalkan ke kamu itu memang Nora Arkan," ucapnya di selingi senyum hangat.
Mulut Nora masih membisu diam terpaku kaget. "Lo ikut gue sebentar!". Ucapnya tegas menggeret tangan besar Arkan menuju toilet.
PLAKK!!!!
Suara tamparan keras itu berhasil membuat keduanya diam.
"Lo siapa berani-beraninya nunjuk gue sebagai calon istri Lo."Arkan yang meringis sedikit kesakitan memegang pipinya pun langsung berkata kasar. "Anjing!!! Sakit bego!"
"Gue gak peduli, yang jelas apa maksud Lo tadi bilang seenaknya gitu sama Oma!"
Dengan muka yang memelas dan sedikit kerendahan hati yang Arkan punya, ia terpaksa harus meminta tolong dengan gadis yang baru ia temui beberapa menit lalu. "Tolongin gue kali ini aja, gue bakal kasih apapun yang Lo mau."
"Kita gak kenal, dan gue bisa kasih diri gue sendiri tanpa minta apapun ke elo!"
Nora masih kesal dengan apa yang dilakukan Arkan. Karir nya masih baru saja di mulai, ia juga baru saja merasakan kenyamanan beberapa hari ini.
"Plis gue mohon, gue juga udah terlanjur bilang sama Oma kalau Lo hamil anak gue.." bohong Arkan.
Nora langsung melotot kaget lebih lagi. Tenaganya sudah habis untuk memaki pria di depannya ini.
"Perjanjiannya?" Tanya Nora sepetinya memang tidak ada pilihan lain.
"Gue akan nikah in Lo Minggu depan, setelah 6 bulan kita akan berpisah. Lo tetap akan mendapatkan hak Lo sebagai istri."
"Hak?" Tanya Nora sedikit was was.
" Uang bulanan 250jt perbulan. Lo juga bisa pakai semua kartu gue, dan tinggal di rumah gue."
Nora kira Arkan adalah pria yang cabul, sempat berpikir bahwa ia akan di apa-apa kan oleh Arkan.
"Lo gak usah berpikir macam-macam. Sexy an juga Laura. Punya Laura lebih gede lagi daripada punya Lo, lebih memuaskan...." Ucap Arkan seraya membuat gerakan tangan tak senonoh di depan Nora.
"Dasar bajingan cabul!" Gumamnya yang masih sempat di dengar oleh Arkan.
"Jadi gimana? Gue udah kenal sama Oma Lo beberapa bulan ini karena beliau sering cerita tentang Lo ke gue."
"Aman, biar gue yang ngatur. Lo ikutin gue aja." Ucap Arkan mengulurkan tangan ke Nora.
"Apa?"
"Ck, tangan Lo gak mau gandengan sama gue? Biar kelihatan real banget kalau pasangan."
Dengan ragu Nora menaruh tangan kecilnya di genggaman tangan Arkan. Mereka berjalan keluar menuju meja Oma. Hari Nora sedikit berdegup, masalah ini semakin rumit.
"Arkan akan menikah dengan Nora Minggu depan Oma. Di jepang." Ucap Arkan melihat Nora dengan teduh.
Tatapan ini sangat berbeda dengan yang tadi, ia seperti memiliki dua kepribadian.
"Arkan mencintai Nora Oma, Arkan minta restu Oma untuk mempersunting Nora secepatnya." Ucap Arkan lagi-lagi membuat Nora merinding.Oma pun tersenyum dengan senang dan tenang. "Oma merestui kalian berdua, segera lakukanlah pernikahan kalian. Sisanya biar Oma yang urus."
"Oma...." Lirih Nora.
"Gadis yang baik, untuk lelaki yang baik pula." Ucap Oma memegang genggaman tangan mereka.
Satu Minggu lagi mereka akan melangsungkan pernikahan di jepang.
Enam bulan yang lama untuk beberapa menit lalu yang singkat..
.
.

KAMU SEDANG MEMBACA
Billionare and the bos
De TodoTidak ada deskripsi. Langsung sat set Ae ke cerita 🤣💙