O3

764 58 7
                                    


Sekolah mulai tiba.
Draco sedang berdiri di koridor hogwarts, sepertinya sedang menunggu seseorang.
Apakah itu Harry? No, but pansy.
(W short hair)

Draco bersender di dinding koridor menunggu pansy, sambil ia memainkan kantong jubahnya.

"Bae!!"
Pansy menyapa draco dengan senang, lalu berlari ke arah draco dan memeluknya dengan se erat mungkin.
"i miss you babe" pansy berkata sambil memeluk tubuh draco dan mengkecup pipi draco singkat.

"You think I don't miss you?"
Draco menjawabnya dan tertawa kecil.
Selesai drama kangen kangennya itu Mereka berjalan sambil bergandeng tangan menuju ke slytherin common room.

saat mereka sedang berjalan, Draco tidak sengaja melihat Harry, Ron, dan Hermione sedang mengobrol di taman, dia juga kemarin diberi tahu ibunya untuk menyuruh harry ke mannor untuk menemaninya.

"Babe kamu pergi duluan ya, aku ada urusan mendadak sebentar"
Pansy tak paham mengapa dia tiba tiba mempunyai urusan mendadak, ingin bertanya kepada sang kekasih akan tetapi pria pirang itu sudah pergi meninggalkannya padahal belum sempat bertanya apa itu urusan mendadaknya.

Draco awalnya hanya ingin memberi tahu ke harry untuk besok akan datang ke mannornya, tapi ia malah insulted hermione.

"Lihat, ada Mudblood disini hahahaha Harry, kenapa kau bisa mau berteman dengan mudblood?" pasal Pertanyaan draco dengan nada mengejek dan sombongnya yang membuat Harry sangat kesal dan marah karena sahabatnya dihina oleh pria pure-blood yang sombong, tetapi ia juga tampan.

"Tutup mulutmu Malfoy"
Harry langsung berdiri dan menatap draco dengan tajam, kemarahannya meningkat saat melihat pria blonde tampan itu hanya tertawa di depannya.
"Apa yang kau bilang barusan tadi? Mudblood?" Hermione sambung, hermione berdiri dan berjalan ke arah draco dengan penuh emosi, dan mengarahkan tongkatnya ke wajah draco, untung Ron mengejarnya lalu menenangkan hermione, jika tidak akan terjadi sesuatu dengan draco.

"ouh maaf, aku bicara kenyataan kan granger."
Draco tertawa terbahak-bahak melihat mereka bertiga yang sudah di lampaui emosi karenanya.
"Harry, aku kesini hanya ingin memberi tahu satu hal, ibuku memintamu untuk menemaninya di mannor"

Mata Hermione dan Ron membesar mendengar perkataan pria pirang itu.
"Rry? Kenapa kau disuruh ke mannor malfoy, kau akan dibunuh? Dimakan? Kenapa?!" Ron memegang pundak harry dan menguncang tubuh harry sambil memasang wajah takut kepo kesal marah bercampur.

"A-aku hanya... eee aku juga tidak tahu!"
Ron melepaskan harry, dan mengangkat alisnya melihat draco tertawa "kau jangan macam macam dengan sahabatku, awas saja dia sampai kenapa kenapa"
Draco melihat Mereka lalu tertawa terbahak bahak dan meninggalkan mereka, betapa senangnya hati draco di pagi hari ini.

"Harry?" Panggil Hermione.
"kenapa" jawab harry singkat.

"Untuk apa ibunya malfoy menyuruhmu untuk datang ke mannornya? Aku khawatir denganmu"
Hermione menatap sedih harry, harry ingin memberi tahunya, tapi ia masih terlalu takut, Harry mengajak mereka berdua ke gryffindor common room dan mencoba mengganti topik pembicaraannya.

"Rry jawab lah, kok kamu malah ganti topik pembicaraan"
Tanya hermione kepada Harry dengan perasaan yang benar benar penasaran.

"Aaa itu.. aku juga tidak tau, nanti deh aku akan ceritain."
Harry juga tidak tahu mengapa narcissa tiba tiba ingin ditemani harry di mannornya, padahal kan ada anak kandungnya sendiri, draco.

Besoknya

Harry sudah sampai didepan pintu mannor malfoy, menarik nafas dalam dalam lalu membuangnya dengan lega, ia mengetuk pintu itu lalu beberapa menit, narcissa membukakan pintunya.

Perjodohan (drarry)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang