O2

802 56 10
                                    


Draco yang sedang asik menatap layar ponselnya itu dikasur, tiba tiba ada suara ketukan pintu.

"Draco, Keluarga Potter sedang dijalan mengarah kesini, mom mau kamu cepetan mandi"
Ternyata narcissa yang menyuruh Draco untuk mandi, karena dari tadi pagi draco belum mandi.

"Ya sabar!"
Mau tak mau draco harus mandi.
Jika tidak, dia akan kena omelan maut ibunya.

*a few minutes later*

Draco sudah mandi, ia benar benar
terpaksa berdandan rapih
Dan ia siap siap untuk menyambut tamunya itu.

Lalu draco keluar dari kamarnya lalu turun ke lantai utama.
"Mom! draco sudah si.."
Belum juga selesai bicara, ternyata keluarga Potter
(lily and james) sudah ada di ruang tamu yang sedang asik berbincang dengan narcissa dan lucius

"Ahh ini anak saya draco"
Kata narcissa dengan bangga

Harry yang baru masuk karena tadi ia melupakan sesuatu dimobilnya.
"Papih ini kunci mobilnya" harry berjalan ke arah sang ayah dan ibunya yang sedang duduk di sofa itu lalu ia pun duduk tepat disamping ayah ibunya.

Draco yang dari tadi berdiri dengan kaku, menatap harry terus menerus. (kaget kali ya awokawok)

"Draco, ini Harry anak saya
yang akan menikah denganmu nanti"
Lily memperkenalkan anaknya.

Draco hanya mengangguk saja lalu duduk di sofa sebelah ibu dan ayahnya sendiri.
Draco sedikit aneh dengan Harry, dalam hatinya
Laki laki macam apa ini menatap harry dengan jijik.

Harry tidak peduli dengan draco yang sedari tadi menatapnya terus menerus.

"Ayo kita makan malam? Saya sudah memasakan menu spesial untuk malam ini"
Ajak narcissa kepada Keluarga Potter.

"Hahaha gausah repot repot"
Kata lily dengan nada bercanda, padahal sih mau bgt.

"Hahaha tidak apa apa santai saja, ayo kita akan makan malam bersama"
Narcissa terlihat sangat senang.

Saat mereka sudah berada dimeja makan besarnya yang penuh makanan enak ada seekor ayam panggang utuh, sayur sayuran dan masing masing dipiringnya ada steak.
Harry dan Draco duduknya hadap hadapan.

Saat semua pada makan, draco memperhatikan Harry yang sedang mengunyah makanannya,
pipi Harry benar benar penuh.

Lucius yang melihat draco sedang memperhatikan Harry sedang makan.
"Draco tidak makan? Perasaan father liat kamu dari tadi merhatiin Harry terus" lucius tertawa dan semua yang dimeja makan itu tertawa, kecuali draco dan harry.

Oh ya, harry juga gamau dijodohin begini.
Semuanya ia lakukan karena orang tuanya, sama aja seperti draco.

"Eh? Tidak father, draco makan kok"
Ia langsung melahap makanannya.

Mata hijau bersinar harry melihat draco dengan sinis.
Harry juga sempat berantem sama kedua orang tuanya karena tentang perjodohan ini.

selesai makan mereka pun berbincang.

"Draco, ajak harry main dikamarmu." lucius menyuruh.
"Ya sayang... sekalian kalian berkenalan, kita ingin berbicara hal hal yang tidak penting bagi kalian" sambung narcissa.

Draco ingin saja menolaknya, tetapi ia tidak bisa berbuat apa apa lagi selain mengajak harry ke kamarnya.
"Ayo" katanya bercampur dengan darah dinginnya menyatu menjadi satu.

Sesampainya dikamar draco.

"Oh ini kamarmu?" Dengan nada mengejek.
Harry langsung duduk dikasur king size draco.
Dalam batin draco gasopan banget menatap harry dengan sangat sinis.
"Sampai kapan kamu bakal berdiri ngeliatin aku terus"
Harry tertawa kecil dan mengeluarkan
hanphonenya itu dari sakunya.

"Tidak baik untuk terlalu percaya diri, harry." jawabnya dengan sombong dan berdarah dingin itu.

Ya kalian tahu, mereka tidak akan diam dikamar itu sampai mereka berubah menjadi tulang, pria muda berambut pirang itu mengajak harry untuk menonton film, ya untuk mengurangi kecanggungannya itu.

Lalu mereka duduk berdua di kasur itu. tentu saja mereka duduk jaraknya berjauh - jauhan.
"Kamu mau nonton apa?" Tanya draco dengan nada dingin dan wajah datarnya.

"Terserah"
"Stranger things saja bagaimana, setuju?"
"Ya terserah"

Mereka pun menonton filmnya, 30 menit berjalan.
Hanya ada suara film dikamar itu, benar benar tidak ada obrolan dari mereka berdua di kamar itu.

"maaf menganggumu, kamu gapunya cemilan?"
Harry memutuskan untuk berbicara dan memecahkan kecanggungan ini yang benar benar menjengkelkan.
"Kamu mau cemilan? Ambil sendiri"
Draco menjawab dengan sombong.

Harry agak kesal dengan jawaban pria tampan itu.
Ia hanya balas dengan senyuman kematiannya.
ingin sekali harry memukulnya dan mencekiknya, namun hati mungilnya berkata lain.

"Yasudah tunggu" draco bernada agak ngegas lalu menelfon maid dirumahnya itu untuk membawakan cemilan yang harry mau.
Beberapa saat kemudian cemilan itu datang.
"Ini, kau tidak perlu membayarnya" dengan nada ketusnya draco langsung memberikan cemilannya itu ke harry, Harry mengambil cemilan itu dari tangan draco dengan agak sedikit kasar

"Ya makasih."
Draco hanya membalas dengan anggukan.
Ga terasa sudah 2 jam posisi mereka seperti itu terus.

Pria kecil berkaca mata yang sedari tadi memeluk dirinya sendiri, betapa tidak pekanya draco.

"Ambil saja selimut ini, tidak perlu malu"
Draco memberi Harry selimutnya yang hangat yang aromanya semerbak membuat harry terasa nyaman.
hmm gila itu secandu apa wanginya bayangin.
"Ya makasih" apakah mereka sudah terlihat akrab?
Jelas belom ya wkwk.

A few hours later

Lily dan james akan segera pulang, akan tetapi Harry masih belum keluar dari kamar draco, narcissa tersenyum dan agak sedikit negative thinking.

Narcissa mengetuk pintu kamar draco
"Sayang, kalian berdua ngapain saja? Sayangku harry, ibu dan ayahmu akan segera pulang sayang" Narcissa langsung membuka pintu, melihat putranya dan calon menantunya sedang asik menonton film.

"Ahh kalian sudah sangat akrab, sayangku harry, ibu dan ayahmu akan segera pulang, kamu ga sekalian nginep saja di mannor ini? hahaha"
Narcissa menggodanya yang membuat pipi harry agak merona dan sedikit malu.

"Oh iyakah, kalau begitu Harry pamit ya tante"
harry keluar dari kamar, dan menuju lantai bawah, lalu ia langsung pulang.
Narcissa masih berdiri dipintu kamar draco, melihat draco yang sedang makan popcorn.



"Mom, menurutku... harry sedikit... imut?"

...


.

.


.


.

.

.

.


.

.


.


.

.



Bersambung.

.

.

.

.

.

.

Maf dikit y mek, w caoek.
BTW, MAU TAU GA SAMBUNGANNYAAAAA HAUHAHAHAHAAHHAHAHAHAHHAHAA.

Perjodohan (drarry)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang