Satu;

1.2K 71 11
                                    

Seorang pemuda dengan balutan kemeja biru yang dipadu dengan celana jeans terlihat linglung saat hendak memilih jalan mana yang harus ia pilih, pasalnya ia yang merupakan mahasiswa baru sampai saat ini masih belum bisa menghapal tempat-tempat yang berada di sekitar fakultasnya. Pemuda yang akrab dipanggil Minho itu kembali mengecek ponselnya untuk melihat foto dimana teman-temannya sedang berkumpul.

Hingga akhirnya ia menyerah karena sudah tersesat sejak tadi, ia pun memberanikan diri memberhentikan seseorang yang berjalan dari salah satu arah yang hendak ia pilih tadi.

"Hm.. sorry mau tanya, kalo taman ini dimana ya?"

Pemuda dengan kemeja hitam itu pun berhenti untuk sekedar melihat ponsel Minho yang menunjukan sebuah foto, tak lama untuk pemuda itu menangkap dimana letak tempat itu berada.

"Gue juga mau kesana, bareng aja sekalian." ucap pemuda itu.

Minho mengucapkan terima kasih dengan wajah lega, senyumnya terus terpancar karena telah menemukan sosok penolongnya. Dan seolah itik yang menemukan induknya, ia pun berjalan mengikuti kemana pemuda itu pergi.

Ternyata jalan yang tadi hendak ia pilih bukanlah jalan yang benar, sehingga Minho semakin bersyukur bertemu sosok penolongnya ini dan akan selalu ia ingat kebaikan pemuda di depannya.

Hingga tak lama mereka tiba ditujuan, dan Minho bisa melihat teman-temannya yang sedang duduk di hamparan rumput hijau sedang mengerjakan tugas sambil mengobrol.

"Itu temen-temen aku.. makasih ya udah nunjukin jalannya." ucap Minho dengan wajah berseri. Pemuda yang tak banyak bicara itu pun hanya mengucap beberapa kata sebelum melangkah menjauhi Minho.

Minho sendiri langsung menghampiri teman-temannya yang tak menyadari kedatangannya, "parah.. udah gue gak tau jalan, malah ditinggal lagi." ucap Minho kepada ketiga temannya.

"Jangan bilang lo nyasar?" tanya salah satunya.

"Iya lah." ucap Minho yang kemudian menyempil diantara dua temannya.

"Perasaan tadi gue udah nyuruh Jisung ngasih tau lo titik kumpul kita."

"Lix, lo tau gak dia ngasih tau guenya gimana?" Minho segera merogoh kantong celananya untuk mengeluarkan ponselnya dan menunjukan isi chatnya dengan Jisung, salah satu temannya.

"Semua bentukan taman di kampus ini rata-rata kan sama ya, tapi tuh anak cuma ngirim gitu doang gak ada ngomong apa-apa lagi." setelah Minho ngomong seperti itu ia langsung menatap sang pelaku.

"Seungmin... tolongin gue, Minho seremmm..." ucap Jisung bersembunyi dibalik tubuh Seungmin yang menatap keduanya tak heran.

"Lagi lo juga sih, disuruh ngirim shareloc malah foto doang." omel Seungmin.

Minho yang mendengar omelan Seungmin pun merasa puas walaupun masih sedikit kesal karena harus tersesat tadi.

"Terus lo bisa sampe sini gimana caranya?" tanya Felix.

"Gue tadi nanya orang, terus pas banget katanya dia mau kesini jadi yaudah bareng."

Ketiganya pun mengangguk mengerti.

"Eh! Itu Chan bukan sih?" seru Jisung sembari matanya menatap salah satu sudut taman yang ditempati dengan beberapa anak sedang berkumpul.

Sontak hal itu membuat ketiga temannya menatap hal yang sama, disana dapat Minho lihat pemuda yang tadi menolongnya sedang bernyanyi-nyanyi dengan teman-temannya yang lain.

"Anjir sejak kapan Chan ada disitu? Perasaan daritadi gue duduk disini gak liat dia dateng." kali ini Felix yang berbiacara setelah keempatnya berhenti menatap sekumpulan pemuda yang sedang bernyanyi-nyanyi.

"Jangan bilang lo berdua ngajakin kita ngumpul disini karena taman ini tempat nongkrongnya Chan dkk?"

Felix dan Jisung pun hanya nyengir setelah ditanya Seungmin demikian.

"Hadehh.. lo berdua nih gak bisa ya sekali aja gak liat yang bening."

"Abis gimana ya, Min.."

"Chan tuh udah ganteng, berwibawa, pinter lagi.. jadi siapa sih yang gak naksir sama dia?"

Felix dan Jisung berbicara seolah mereka telah terpikat dengan sosok pemuda berkulit putih tersebut.

"Sorry nih, tapi Chan yang mana sih emang? Kok kalian sampe segitunya?"

Mendapatkan pertanyaan kelewat polos Minho membuat Felix dan Jisung terkejut, sedangkan Seungmin tertawa terpikal dibuatnya.

"Lee Minho.. lo abis keluar dari goa mana sih?" tanya Jisung.

"Lo gak tau Chan?" tanya Felix, dan dibalas gelengan oleh Minho.

Seungmin yang akhirnya selesai tertawa pun berusaha mengatur nafasnya dan menjelaskan kepada Minho, "Yang pake kemeja item itu namanya Chan, dia katanya sih anak orang kaya udah gitu pinter, berwibawa, humble dan ganteng jadi banyak poin plus nya lah dia... makanya banyak yang naksir juga sama dia, tapi katanya sih dia belum punya pacar.. oh iya, dia tuh ketua angkatan kita juga." jelas Seungmin panjang lebar.

"Eh, bentar.. Chan itu Bangchan?" tanya Minho lagi.

"Iyalah, Lee Minho."

"Lo nih beneran baru keluar goa ya?"

"Ya kan gue waktu ospek hari terakhir gak ikut karena sakit jadi gue gak tau ketua angakatan kita yang mana, gue cuma tau namanya Bangchan bukan Chan doang." ucap Minho membela diri.

"Iya juga sih ya, emang ketua angkatan kerjanya gak banyak sih jadi wajar kalo banyak yang gak tau atapun lupa." ujar Felix memaklumi.

"Eh, tapi kok lu tau banget tentang Chan, Min?"

"Tau lah.. orang gue wakil ketua angkatan."

"Oh iya anjir, temen kita yang satu ini kan wakil ketua angkatan walaupun gak ada kerjaannya." ucap Jisung membuat teman-temannya tertawa.

"Sialan lo, gak akan gue kasih tau sesuatu yg penting tentang Chan." ancam Seungmin buat Jisung juga Felix langsung berhenti tertawa.

"Jangan gitu dong, Min."

"Info apa, Min? Plisss lo wakil ketua angkatan paling keren.. jadi kasih tau kita sesuatu yang penting itu apa!?"

Felix dan Jisung terus membujuk Seungmin yang berpura-pura berpikir, hingga akhirnya kesal juga karena kedua anak kembar beda orang tua itu terus menggoyangkan tubuhnya.

"Iya.. iya.. diem dulu! katanya Chan nanti mau masuk organisasi." ucap Seungmin membuat anak kembar beda orang tua di depannya heboh.

"Yang bener lo, Min? Gue juga mau masuk ah kalo gitu."

"GUE JUGA!"

"Lo gak mau masuk juga, Ho?" tanya Seungmin.

"Lo mau masuk, Min?" tanya Minho balik.

"Udah ikut aja! Pokoknya kita berempat harus daftar organisasi nanti!" ucap Felix yang kemudian ia dan Jisung menanyakan tentang berbagai organisasi kepada Seungmin.

Sedangkan Minho yang tak terlalu berminat kembali edarkan pandangannya, dan menatap pada pria yang kini tengah bersenda gurau bersama temannya.

Dan saat itu juga Minho merasa ada sebuah perasaan menyenangkan saat melihat Chan pamerkan lesung pipitnya. Entah karena Chan telah menjadi sosok penolongnya, atau perasaan lain yang Minho pun tidak tau jelas apa itu.

~tbc~

Ini awalnya mau jadi komsumsi pribadi aja, tpi ternyata ada yang minat jadi semoga suka yaaa🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️

🐾

Benefit • BanginhoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang