Ezra

25K 205 10
                                        

Waktu menunjukan pukul 23:10,
Terlihat seorang pemuda yang sedang berjalan sendirian di jalanan yang cukup sepi,sambil sesekali mengusap perutnya yang terasa sakit.

Remaja tersebut adalah Ezra Laurence.Dirinya baru saja menyelesaikan pekerjaan paruh waktunya,,dan hendak pulang ke kost-an dengan berjalan kaki yang menempuh waktu sekitar 15-20 menitan,meskipun lumayan lama tapi mau bagaimana lagi,,angkutan umum di jam segini sudah tidak ada.

Ezra Laurence pemuda yang baru berusia 17 tahun yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SMA.namun dirinya memilih berhenti bersekolah,setelah mengetahui bahwa dirinya sedang hamil.

Ezra pernah melakukan hubungan badan bersama kekasihnya,
kekasihnya dulu pernah berjanji akan bertanggungjawab jika sesuatu terjadi pada dirinya dan Ezra mempercayai nya begitu saja.

Namun ternyata janji itu hanya lah bualan semata karna pada kenyataannya kekasihnya malah meninggalkannya setelah dia tahu Ezra sedang hamil anak nya,dengan alasan bahwa dirinya sudah di jodohkan oleh orang tuanya.

Ezra pernah berfikir untuk menggugurkannya,tapi jika di pikirkan kembali bayi yang berada di dalam perutnya tidaklah salah, jadinya Ezra mengurungkan niat tersebut dan memilih untuk merawat serta membesarkan calon anak nya.

Jika ada yang bertanya kemana keluarga Ezra,apakah keluarganya memerima jika Ezra hamil tanpa adanya pasangan..??.

Jawabannya,jangankan menerima tau bahwa Ezra hamil saja tidak!.Ezra menyembunyikan tentang kehamilannya dari keluarganya.

Sebernarnya ke-dua orangtua Ezra sudah meninggal akibat kecelakaan,
Dirinya tinggal bersama sang kaka perempuannya yang sudah menikah dengan dokter spesialis kandungan juga pemilik rumah sakit tersebut
kaka perempuannya mempunyai 1 orang putri.

Dan ketika Ezra mengetahui dirinya tengah hamil,Ezra memutuskan untuk pergi dari rumah kakanya tanpa memberitahukannya,dirinya hanya menulis sepucuk surat sebagai tanda terimakasih dan maaf karna telah banyak merepotkannya.

Dan dari tadi sore Ezra sudah merasakan sakit pada perutnya,Ezra awalnya berfikir mungkin kontraksi palsu,tapi sepertinya pemikiran nya salah,karna semakin kesini sakit nya makin bertambah.

Ezra sendiri tidak tau berapa tepatnya usia kehamilannya,jika perhitungan nya tidak salah kandungan nya baru 8 bulan karna Ezra sendiri tidak pernah memeriksakan kandungannya
bahkan berniat untuk melahirkan sendirian.

Sshhhhh aw awhhh....

Ezra menghentikan langkahnya di saat bayinya menendang secara keras,,Ezra mengusap perutnya yang agak kencang itu, sepertinya memang benar ia tengah mengalami kontraksi.

"Sayang udah nggak sabar pengen keluar yah,, sabar yah,tunggu piya sampai rumah" monolog Ezra sambil mengusap perutnya,berharap sang anak dapat tenang kembali.

*Piya panggilan buat calon anaknya kepada dirinya.

Setelah dirasa agak tenang Ezra mulai berjalan kembali karna jarak rumah nya masih lumayan agak jauh, namun sayang sepertinya baby nya tidak mau mendengarkan ucapan nya,karna sakit pada perutnya semakin
bertambah.

Ezra mendudukkan dirinya di pinggir trotoar,perutnya sangat sakit seperti ada yang meremasnya,Ezra sampai menitihkan air mata saking sakitnya,, dirinya sekarang hanya berharap ada seseorang yang lewat dan sudi mau menolongnya dan bayinya.

"Hikss sakithh,ku mohon seseorang tolong aku hiks" batin Ezra masih terus berharap akan ada orang lain yang lewat dan mau menolongnya.

Ezra mengigit bibirnya,, dirinya ketakutan,bagaimana kalau terjadi sssuatu kepada bayinya.

MPREG STORYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang