Hayyy masih ada yang baca book ini.
Jujur aku sempat kehilangan minat dan kehabisan ide untuk lanjutin book ini.
Aku makasih banget buat kalian yang baca book nggak jelas ini sama yang nunggu cerita dari book ini juga.
Cuma mau ngingetin jangan terlalu berharap untuk kelanjutan ceritanya
karna aku sempat berfikir untuk menghapus book ini,atau biarkan saja.
Selamat membaca semoga kalian suka dengan ceritanya kali ini jangan lupa untuk memberikan vote,buat yang berkenan saja🥰.
*****
Netta meremat erat testpack yang menunjukan garis 1,dirinya menghembuskan nafasnya kasar,lalu keluar dari kamar mandi yang berada di dalam kamarnya dan langsung di sambut tatapan penasaran dari suaminya Zaidan.
"Gimana hasil nya Net..?" Tanya zaidan tidak sabaran akan hasil nya.
Namun tatapan sedih dan gelengan dari istrinya sudah bisa Zaidan simpulkan bahwa hasil nya pasti negative.
Zaidan menghembuskan nafas nya kasar dan mengacak rambut nya.
"10 tahun Net,harus sampai kapan lagi aku nunggu kamu hamil!! Padahal kita sama sama subur tapi kenapa kamu masih susah hamil!! Kita sudah mengadopsi anak buat pancingan tapi kenapa kamu belum juga hamil!! Mama selalu desek aku menginginkan cucu dari darah daging aku sendiri,begitupun juga aku Net" Ucap Zaidan dengan emosi yang masih bisa di tahan.
Dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat pertengkaran mereka.
"Aku juga nggak tau Mas,mungkin kita harus bisa lebih bersabar lagi,kamu juga kan tau waktu itu aku pernah keguguran yang mana rahim aku jadi lemah,mungkin itu juga jadi penghambat meskipun kita sama sama subur (ini sumpah aku ngarang banget)" Ucap Netta.
"Aku mungkin bisa sabar Net,tapi kamu tau sendiri keluarga aku menginginkan keturunan dari aku, mereka selalu desek aku maaf jika begini terus lebih baik kita pisah dan Archie akan aku bawa" Netta membulatkan matanya mendengar perkataan dari Zaidan begitupun dengan sosok yang bersembunyi yang sedari awal melihat pertengkaran mereka.
Bagaimanapun Netta sayang sama Archie meskipun dia hanya anak angkat begitupun dengan Zaidan.
"Mas nggak bisa git-" perkataan Netta terpotong saat matanya tidak sengaja menangkap siluet seseorang yang berdiri terhalang tembok.
"Archie.." Lirih Netta.
Zaidan yang mendengar lirihan itu membalikan badannya dan melihat putranya yang sedang menatap mereka dengan mata yang berkaca-kaca,sejak kapan putranya ada di situ..? Apa sedari tadi pertengkarannya di lihat oleh putranya..?
Dia Archie,Archie Elbara Bagaskara.
Orang yang sedari tadi melihat pertengkaran orang tua angkatnya.
Archie sendiri di angkat menjadi anak waktu umurnya 5 tahun dan kini usia nya 15 tahun.
Archie berjalan pelan mendekati ke-dua orangtua angkatnya Dengan mata yang berkaca-kaca "Ayah Archie mohon jangan pisah sama ibu,Jika Ayah menginginkan anak Archie siap menggantikan nya,asalkan ayah jangan terus bertengkar apalagi mau berpisah sama ibu,Archie nggak mau pisah dengan salah satu dari kalian" Ucap Archie sambil terisak.
"Archie tapi-" ucapan Zaidan terhenti karna Archie malah bersimpuh di depan nya.
"Archie mohon Ayah,Archie nggak mau pisah sama salah satu dari kalian hikss,ijinin Archie buat ngabulin permintaan Ayah, tapi Ayah harus Janji jangan pisahin Archie sama ibu hiks" isak Archie yang masih bersimpuh di hadapan Zaidan.
Netta berjongkok untuk membantu Archie berdiri "Jangan begini sayang,hamil apalagi nanti waktu mau melahirkan itu tidak gampang
Rasanya sakit,Apalagi Archie kan masih kecil nak" ucap Netta memberikan pengertian.
KAMU SEDANG MEMBACA
MPREG STORY
AcakWARNING JANGAN SALAH LAPAK! -ONE SHOTS.. -MPREG.. -BXB {boy×boy}.. Hanya karangan/imajinasi.. Yang tidak suka boleh skip.. Update sesuai mood saja!!(〒﹏〒)
