"Jeff,barusan siapa?""
Ponsel Jeff bersuara lagi, karna win baru tersadar dari lamunan singkatnya.
"Oh win,barusan karyawanku kenapa?"
"Namanya siapa?"
"Brian,kenapa sih"
Win terdiam di sebrang sana ,sempat mematung sebentar karena merasa heran,kak Brian ada di Anyang ? tapi tidak mungkin. Kak Brian tidam mungkin di sini dia sendiri yang bilang waktu itu tidak mau tinggal bunda sendirian.
"Anak baru .dia orang yang di promosikan kakak,katanya kerjanya bagus,waktu itu dia di promosikan sejak tahun lalu,tapi tidak mau pergi karna alasan tidak mau pindah rumah katanya,aneh ya" dia cuma heran saja baru ini karyawan menolak ketika di promosikan.
Jeff berbicara panjang tanpa tau yang di ajak bicara masih mencerna di sebrang sana
"Jeff,aku akan ke sana nanti sore,kamu pulang jam setengah enam bukan?"
"Woh tiba tiba?"
.
.
.
.
.
Brian tidak fokus pada pekerjaannya,komputer nya hanya menyala dengan kursor yang bergerak acak,pikirnya sedang melayang jauh.
Tadi suara win kan?,dia tidak salah kan?,entah kenapa rasanya dia jauh dua kali lipat lebih rindu pada win ketimbang banyak waktu yang ia habiskan selama ini.
Tapi itu benar win?
Atau hanya orang lain yang suaranya terdengar serupa.
"Bri,tidak ke kantin lagi?"
Davikah bertanya tiba tiba setelah selesai merenggangkan tubuh,membuyarkan lamunan Brian,lelah juga duduk berjam jam pikirnya.
"Woh?apa?"
Davikah mengeryit heran.
"Kamu kenapa sih?"dari tadi sejak dari ruangan pak Jeff dia aneh sekali.
"Kamu tidak ke kantin?"
"Eoh?!kamu mau ke kantin?"
Brian melirik jam di pergelangan tangannya,lalu melihat Pada komputer miliknya
Eh?suda jam makan siang?.
Tersadar dia terlalu larut pD pikirannya sendiri pria itu akhirnya melihat pada teman wanitanya.
"Ehmm ya,memangnya kamu tidak?*
"Oke,ayo bersama saja "
Seperti nya memang dia butuh minuman segar .
Keduanya berjalan bersama menuju kantin,dengan Brian yang sesekali menanggapi candaan davikah,melupakan sejenak pemikiran soal win.
Keduanya memesan mi pedas dengan cumi goreng lali segelas jus jeruk masing masing.
"Ada yang salah ya dengan hasilnya"
Gadis itu membuka percakapan di tengah makan bicarakan tentang revisi.
"Tidak kok,semuanya baik baik saja dan kita akan berlibur setelah itu"
Pokoknya liburan pekan depan harus jadi
"Tapi entah kenapa mukamu terlihat tertekan"
"Tidak kok"
"Tapi mukamu terli-"
"Brian"
Keduanya sontak berdiri ketika Jeff tiba tiba saja menghampiri meja keduanya.
Kalimat davikah juga terpotong dan terlupakan begitu saja.
Beberapa meja di samping mereka melirik ,bulan hal baru jika Jeff begitu memikat dengan wajah rupawan nya ,susah muda,tampan jadi CEO pula.
"Ya pak?"
"Kamu nanti sebelum pulang tolong mampir ke ruangan saya sebentar ya,ada sesuatu yang perlu saya bicarakan dengan kamu,"
"Boleh pak"
Setelah mengatakan itu Jeff berlalu setelah sempet meminta dua karyawannya untuk melanjutkan makan siang mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Detak Kita [SUDAH TERBIT]
FanfictionPertemuan, perpisahan jatuh cinta, dan patah hati adalah sebuah siklus yang semesta ridak bisa ikut campur terlalu dalam. Bagi Brian patah hati adalah sebuah siklus yang dia tidak pernah persiapkan, apalagi perempuan itu adalah orang yang menjadi...
![Detak Kita [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/337377067-64-k410403.jpg)