12.Talk

221 40 3
                                        








Langkah kaki Winnie berhenti ketika sampai di meja makan. Dan seperti kata Brian bahwa dia memesan  makanan yang enak.

Ayam pedas,tidak tau kapan makanan itu  datang tapi saat pria yang lebih tua memanggilnya keluar untuk makan, meja makan sudah tersaji makanan enak.

Winnie segera duduk.

"Wah tumben kakak beli makanan banyak begini"

Dia bertanya setelah mendudukkan diri di kursi, menatap penuh minat pada Ayam pedas yang terlihat enak dengan potongan cabai yang terlihat.

"Hanya ingin"

. Jawab Brian singkat, dia mengisi piring gadis itu dengan nasi dan memberinya sepotong paha ayam. Baru setelah nya mengambil untuknya sendiri.
Pada suapan pertama Winnie tersenyum senang di sela kunyahannya.

Ada suka cita yang muncul hingga kepalanya sedikit bergerak ke kiri dan kanan.
Mereka menghabiskan makan malam tanpa banyak bicara, biasanya juga begitu tapi kali ini Winnie merasa keterdiaman mereka adalah sesuatu yang berbeda.

Bahkan setelah selesai makan, Tidak ada lagi percakapan saat dia baru saja mencuci peralatan makan.

Setelah keduanya makan, Winnie hendak kembali ke kamar sebelum Brian memanggilnya di ruang tamu.

Begitu di hampiri ruang Tv mendadak berubah menjadi tempat yang berbeda.

Lampu yang menjadi lebih temaram. Layar televisi yang menampilkan Netflix, karpet bulu yang terpasang juga beberapa kola dan pizza yang masih hangat.

Kak Brian menyiapkan ini semua?

"Sini duduk, kakak pengen nonton"
Brian hanya berucap singkat sambil memberi gestur untuk Winnie mendekat.

Keduanya mendudukkan diri di bawah dan bersandar pada kaki sofa yang empuk.

Duduk berdua lesehan di karpet bulu di temani pizza dan dua kaleng soda.

Kali ini siaran Netflix tampak membosankan meskipun yang ditayangkan adalah film action yang biasanya dia  suka, gadis itu diam menikmati pizza-nya sambil menatap layar televisi.
Di tengah tengah Film yang di putar Brian meletakkan pizza-nya yang tinggal setengah dan menegak isi kaleng soda miliknya. Pada minimnya ruangan temaram itu dia menatap wajah Cantik Winnie dari samping.

"Tadi kakak ke sekolah"

Kalimat itu terlontar dari Brian, memecah keheningan dan membuat gadis di sampingnya  otomatis menoleh, menanti kalimat selanjutnya.

"Ngapain? Kok ga bilang dulu? Tadi aku pulang duluan soalnya kak"
Ada perasaan tidak nyaman yang menghampiri.

"Wali kelas kamu yang minta kakak ke sekolah. Katanya kamu terpilih lolos saat olimpiade, selamat ya Pooh"

Jeda sejenak,Brian memilih menegak soda sekali lagi. Kali ini Gadis itu juga telah menandaskan pizza-nya. Tontonan mereka tiba tiba saja sudah terabaikan.

"Kata wali kelas, kamu udah di beritahu sebelumnya ,kok gak kasih tau kakak?"

Winnie diam, hal itu tidak luput dari penglihatan Brian. Dia mendadak canggung padahal Brian hanya bertanya. Nadanya juga baik baik saja, terdengar ramah ketika memberikan selamat.
Tapi Winnie rasanya tidak bisa ikut larut dalam kebahagiaan Brian atas keberhasilannya.

"Tadinya Aku mau kasih tau nanti, tapi kakak udah tau duluan " kalimat itu di tutup dengan senyum kecil

Senyum yang menurut Brian tidak menyenangkan sebab terlihat terpaksa.

Detak Kita [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang