10 : ancaman devi (repost)

3.6K 388 89
                                        

"Kebahagiaan tidak akan pernah kamu dapatkan di dalam cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sebab untuk ke depan, menjalani hal paling dasar dengannya pasti selalu butuh perjuangan berat."


B

A

R

A

•B•A•R•A•

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🌷🌷🌷

Rumah sakit dr. slamet, 21.20 WIB

Sudah terhitung 2 hari Mala masih memejamkan matanya seperti enggan kembali membuka matanya. Mala sendirian, selama 2 hari itu Afan dan Devi rajin menjaganya. Saat ini Afan dan Devi sudah pulang tadi. Bagaimana mau menjaga Mala? ruang icu saja maksimal dimasuki hanya satu orang saja. Itupun harus menggunakan baju hijau.

Afan dan Devi menyerahkan semuanya kepada suster. Mereka berpesan jika terjadi apa apa pada Mala tolong hubungi Devi dan Afan.

Seseorang lelaki dengan kaos abu dan jas hitam di padukan dengan baju hijau agar bisa memasuki ruang icu pun masuk. Lelaki itu menatap sendu kearah gadis yang sedang berbaring lemah tak berdaya di atas brangkar.

Perlahan tapi pasti lelaki jangkung tersebut mendekat kearah brangkar Mala. Ia diam di samping brangkar, tatapan tajam dan datar yang biasanya ia perlihatkan pada gadis itu kian menjadi tatapan sendu dan penuh luka.

Perlahan tapi pasti jarinya terangkat untuk mengelus rambut gadis tersebut lalu turun mengenggam tangan mala yang terasa dingin, sedangkan tangan kiri nya bertumpu pada pembatas kasur. Detak jantung yang terdapat elektrokardiograf terlihat bergerak melemah. Lelaki jangkung tersebut semakin mengeratkan pada pegangan pembatas kasur.

Air matanya jatuh sia sia diatas tangan Mala. Lelaki tersebut menangis dalam diam, rasa bersalah menjalar diseluruh tubuhnya. Apalagi perkataan pedas yang beberapa hari lalu lelaki tersebut lontarkan. Ia peduli, namun ia terhalang benci.

Dua hari tersebut membuat pikirannya kacau, ia tidak cinta kepada mala. Namun ia peduli, Mala seperti ini gara gara lelaki itu, kan? Lelaki itu hanya peduli, tidak lebih.

Ia membawa satu buah boneka lalu disimpannya disamping Mala. Namun sepersekian detik kemduia-

TITTT TITTTTT TITTTTTTTTT

Jantung lelaki itu mencolos ketika mendengar suara itu. Tanda, lurus dipadukan dengan badan yang kejang kejang, lelaki itu kalut dengan segera ia memencet tombol di samping brangkar lalu keluar mencari dokter. "DOK, DOKTERRR," teriak lelaki itu kelimpungan sendiri, dokter pun datang dengan kedua suster.

Suster membawa Rakha agar keluar, "sus dia gapapa kan sus?" Tanya lelaki itu purau, suster itu hanya bisa tersenyum, masuk lalu menutup pintu.

Basmalah [SEGERA TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang