semua kehidupan manusia sudah ada yang mengatur.
bahkan plot twist alur kehidupan yang tidak kita duga pun akan terjadi. all the keys to problems are in all the tests of life. friendship, family and romance.
maaf, ada area toxic relationship.
semog...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Badan Mala sudah bergetar hebat, gadis itu berusaha memberontak tapi tidak bisa, tangannya benar benar di ikat kuat, badan Mala sudah lemas sekali. Mala hanya bisa merafalkan doa, memanggil nama abangnya, dan memanggil nama Rakha, dalam hati. walau tidak akan ada yang mendengarnya.
Disaat salah satu diantara mereka sudah hampir mendekati tubuh Mala, tiba tiba,
BRUK
"ANJING!"
Afan maju lalu membogem satu persatu, air mata Mala semakin mengalir deras, gadis itu tidak bisa berbuat apa apa, terlebih lagi ia takut ketika melihat Afan yang sudah kesetanan.
Afan, Eby, Zaki membari buta beberapa preman yang ada disana, Afan menarik kerah baju salah satu diantara mereka yang sudah terkulai lemas. "Ada yang nyuruh lo? Siapa?" Tanya Afan berusaha tidak menonjok mata pria tersebut.
Pria itu hanya diam, tidak berani menjawab pertanyaan dari Afan. Kilat amarah semakin terlihat pada manik mata Afan, lelaki itu akan hilang kendali jika tidak ditahan teman temannya.
"AFAN! UDAH! LIAT MALA, DIA TAKUT LIAT LO KESETANAN GITU!" Bentak Zaki, Afan pun kembali tersadar, ia melihat pada adiknya dengan mimik muka yang berubah menjadi sendu.
Afan pun mendekat kearah Mala, melepas tali yang mengikat adiknya, setelah terlepas, Afan memeluk tubuh Mala dengan erat, gadis itu pun menangis dengan kencang, para pria yang tadi menculik Mala, mereka kabur entah kemana.
Bahkan Afan tidak tau siapa dalang dari semua ini.
"Maaf Mala, maaf. Harusnya abang ikut kamu, maafin Abang, Mala." Gumam Afan tepat ditelinga Mala, Mala semakin menangis histeris sedangkan Afan juga ikut menangis, menangis dalam diam.
Drttt drttt
Handphone Eby berbunyi, kemudian ia merogoh kantung celananya, disana tertera no yang tidak dikenal.
"Siapa?" Bisik Zaki, namun Eby mengangkat bahunya tidak tau, kemudian Eby pun menekan tombol hijau lalu mendekatkan hp nya ketelinga.
"Hallo?"
"EBY???"
"RAKHA?"
Saat Eby meneriaki nama Rakha, Mala pun melepas pelukan dari abangnya. Afan pun sama, mereka berdua melirik kearah Eby, benarkan yang menelfon itu Rakha?
Eby yang peka pun memindahkan handphone nya, ia menekan speaker agar semua orang bisa mendengar.
"Apa kabar Eby? Gimana kondisi Mala sekarang? Gimana kondisi kalian semua? Kalian baik baik aja kan? Maaf baru sempet ngabarin, hp gue disita papa, ini juga pake hp temen." Ujar Rakha, mendadak suasana disana hening. Hanya tersisa Isak tangis dari Mala.
"Lo bilang baik baik aja? Liat sendiri, Mala habis diculik. Dengan seenaknya lo nanya kabar kami baik baik saja?" Sentak Afan tidak santai, entahlah. Suasana hati Afan menjadi sensi saat ini.