ˋˏ ༻❁༺ ˎˊ-
pétition de libération
__________
[Hari pertunangan]
Bisa dibilang ini adalah pesta pertunangan paling megah di abad ini. semua kalangan pejabat, pembisnis, hingga selebritis turut hadir meramaikan acara tahap awal penyatuan putra dan putri kalangan konglomerat kelas satu di Korea Selatan.
Senyum formal dan ajang pamer harta sudah biasa terjadi pada acara-acara seperti ini. Jauh dari keramaian itu, ada seorang perempuan yang duduk diam di ruang rias memandang dirinya sendiri dari pantulan cermin dengan ekspresi berkecamuk.
Entah itu marah atau kecewa atau gelisah, mungkin Bae Suzy merasakan ketiganya secara bersamaan.
Dirinya yang sudah cantik sempurna dengan gaun impiannya yang sudah dirancang dari jauh-jauh hari tak menampilkan kebahagiaan yang seharusnya terlihat.
"dia masih belum mengangkatnya?" Ibu Kim, bertanya kesekian kali kepada Jo Ahra yang sibuk menghubungi seseorang yang menghilang tiba-tiba dan membuat gempar dua keluarga besar.
Orang itu adalah Kim Myungsoo. Sang calon menantu pria dari Bae Wanyoung.
Acara pertunangan akan berlangsung 15 menit lagi, tapi sejak tadi siang pria itu tidak ada kabar apapun dan sekarang sudah pukul 6 sore. Terakhir, Myungsoo mengabari kalau dirinya akan ke gedung kementrian sebentar untuk mengambil sesuatu, lalu setelah itu Kim Myungsoo menghilang, tidak ada kabar.
Ahra dan semua ajudan Myungsoo sudah mencari dimanapun, akan tetapi tak berhasil menemukan pria itu.
Bae Suzy rasanya ingin menangis keras, bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Apa Kim Myungsoo masih merajuk prihal gaun yang tidak jadi dirombak? Sungguhkah pria itu membiarkannya bertunangan seorang diri?
Ketika itu ia bersinggung tatap dengan ibundanya, beliau menatap iba sebelum menghampiri kemudian memeluk Suzy.
"putriku, dia pasti datang. Kim Myungsoo bukan pria seperti itu. Percayalah." Bisik lembut wanita itu. Ah, ibu membuatku semakin ingin meraung-raung saja.
Tak berselang lama, salah satu panitia acara mengabari jika Suzy dan semua keluarga yang terlibat harus segera menyambut para tamu karena mereka tidak bisa lagi menunggu setelah acara di-delay 10 menit.
Bagaimana bisa mereka menyambut tamu ketika calon prianya masih tidak tahu ada di mana?
Ahra yang merasa tidak bisa diam saja sontak berseru, "saya akan coba cari lagi Menteri Kim ke beberapa tempat."
"ya, sebaiknya begitu, Ahra. Kami mengandalkanmu," balas cepat ayah Myungsoo.
Suzy menarik nafas panjang lalu mengembuskannya kasar, tiba-tiba ia bangkit berdiri memakai high heels mutiara-nya. "aku pikir kita tidak bisa terus bersembunyi dan membiarkan tamu bertanya-tanya. Bukankah setiap orang memiliki kesibukan sendiri? Kebanyakan dari mereka tokoh penting, bagi mereka waktu adalah uang. Ayo kita lakukan saja, meski sunbae datang atau tidak." perempuan itu tersenyum miris.
Ibu Kim menatap dengan sorot sendu, "Suzy.."
"seperti kata ibuku barusan, dia bukan orang yang akan lari dari pertunangan. Malah yang aku khawatirkan adalah apa telah terjadi sesuatu yang buruk padanya? Jantungku rasanya mau meledak, bu.. aku ingin menangis keras, tapi tidak mungkin pula aku merusak acara yang sudah disiapkan matang-matang dari jauh hari ini. Jadi.. selagi Kak Ahra mencari sunbae, ayo kita hadapi."
Ibunda Suzy semakin ingin memeluk purtinya yang terpaksa tegar di saat kekacauan ini. Suzy sungguh telah bermertamofosa lebih dewasa dari sebelumnya, anak manja yang bahkan tidak tahu kerasnya hidup itu sudah bisa mengendalikan emosinya dengan tenang meski ibu tahu di dalam sana Suzy ingin berteriak menumpahkan emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
High Society [END]
RomanceBae Suzy adalah putri dari Presiden Korea Selatan, Bae Wanyoung. Dia cantik, kaya raya dan pintar. Tidak perlu bekerjapun uang akan tetap mengalir ke rekeningnya. Akan tetapi hal konyol terjadi, dimana dirinya terpaksa harus menjadi sekretaris seora...
![High Society [END]](https://img.wattpad.com/cover/340548555-64-k633939.jpg)