1

14.2K 625 7
                                        

Happy reading!!

BXB!
DON'T LIKE? JUST SKIP!


Dan disinilah mereka berdua.

Mark dengan perasaan terpaksa, mengingat kekasih hatinya yang sangat ia cintai itu. Begitu pula haechan, sangat tersiksa jika harus menerima perjodohan ini, atas dasar permintaan Ibu-nya yang sudah tiada.

Dua sosok adam yang dipaksakan untuk menjadi satu, dan tanpa didasari perasaan satu sama lain. Mungkin mereka terbentuk hanya diatas kalimat sumpah dan janji?

Hari itu, hari dimana mereka mengucapkan janji sehidup semati, menjadi hari yang menurut haechan mungkin sedikit membuat gugup.

Saat dirinya berjalan diatas altar didampingi oleh sang ayah-- Seo Johnny, dan berpapasan dengan pria tampan yang akan menjadi suaminya, Mark Jung.

Haechan awalnya sangat memuja muja ketampanan calon suaminya, namun haechan tarik kata kata nya. Ya benar mark sangat tampan, tetapi begitu arogan, dingin, dan angkuh, huh jelas saja haechan tak suka pria yg seperti itu.

Setelah mereka mengucapkan janji sehidup semati, dan acara yang telah selesai, haechan benar benar tak ingin melihat wajah arogan suaminya itu. Begitu pula sebaliknya, mark juga tak ingin melihat wajah sok jagoan haechan.

Karena pada awalnya.. mereka berdua sama sama terpaksa. Mark yang mengiyakan perjodohan nya karena Taeyong yang terus membujuknya, sampai akhirnya taeyong berkata bahwa "janji harus ditepati, bubu pernah membuat janji dengan ibunya- kalau kita akan menjodohkan kalian berdua saat besar nanti, tetapi dia malah meninggalkan bubu lebih dulu." Itu perkataan yang bubu berikan pada mark. Melihat bubu yang terlihat sangat sedih, mark pun terpaksa harus menerimanya.

Alasan haechan mungkin hampir sama, jujur haechan ini benar benar anak yang tak suka diatur, ia selalu hidup seenaknya saat sang ayah tak mengunjungi Apartement. Namun haechan akan luluh jika seseorang menyebut kata 'ibu' 'ibunya' 'ibumu' apalagi johnny berkata bahwa dulunya kedua ibu itu saling berjanji akan menjodohkan anaknya ketika dewasa nanti, ya haechan bisa apa? Ia harus menuruti itu semua. Lagipula haechan juga menikah dengan mark- CEO muda kaya raya, sehingga biaya hidupnya akan ditanggung oleh mark, karena mark adalah suaminya sekarang. Seperti yang kalian tahu, haechan suka kekayaan, dan haechan benci kemiskinan.

Walaupun sebenarnya, haechan ini juga hidup dengan kekayaan yang cukup, karena ayahnya memiliki sebuah Cafe terkenal, hanya saja ayahnya mengajarkan haechan untuk tidak boros dan menghambur hamburkan uang. Tapi sekarang, Siapa peduli? Haechan akan memanfaatkan hidupnya untuk membeli semua pakaian dan barang branded selagi ia masih menjadi istri dari Mark.

Saat ini mereka baru saja tiba di Mansion besar yang lebih terlihat seperti.. istana, benar-benar besar, yang nantinya akan menjadi rumah bagi mereka berdua.

"Benarkah ini akan menjadi rumahku!?" Gumam haechan tak percaya dengan rumah yang akan ditinggal nya.

Mark hanya acuh tak acuh melihat haechan yang begitu kampungan, apa dia tak pernah melihat Penthouse? Huh melihat dari wajah haechan yang sok jagoan seperti nya dia anak yang menyebalkan.

Mereka masuk kedalam rumah tersebut, disambut oleh beberapa maid dan bodyguard yang membantu membawakan kopernya.

"Dimana kamarku?" Tanya haechan pada mark.

"Kita tidak sekamar." Balas mark tanpa melihat kearah haechan.

"Memangnya siapa yang mau sekamar denganmu?" Baru masuk saja haechan sudah dibuat kesal.

"Bagus, kalau begitu mari kita buat surat perjanjian." Ujar mark menatap sinis haechan

"Silahkan. Aku tak keberatan, bahkan jika kau menceraikanku."

Naughty boy (TAHAP REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang