10

10.4K 483 5
                                        

Happy reading!!

♡ ♡ ♡

Sore ini, keluarga Jung mengadakan acara barbeque kecil-kecilan. Bersama anak-anak mereka, tak lupa juga bersama haechan, menantu kesayangannya itu.

Haechan sedang membantu taeyong memanggang daging-dagingnya.
"

Haechan, kau tunggu disini ya? Bubu akan pergi ketoilet sebentar." Ucap taeyong menyerahkan semua daging yang dipanggang kepada haechan.


Haechan mengangguk "baiklah bubu, haechan pastikan ini tidak akan gosong!" Balasnya riang.


Haechan kini sibuk memanggang semuanya, sendiri.

Mark yang sibuk ngobrol bersama Ayahnya- Jaehyun, lalu Jeno yang sibuk tertawa tak jelas bak orang gila sembari memainkan ponselnya.

Haechan tak keberatan, hanya saja sedikit kesulitan jika harus mengolesi dan membaliknya secara bersamaan, mungkin ia butuh sedikit bantuan sekarang.

"Bagaimana ini? Dimana saosnya ya.."

"Apa aku perlu memanggil mark?" Batin haechan lalu melihat kearah mark, yang sedang asik ngobrol bersama ayahnya. Huh, sungguh. Haechan sedikit kesal melihat mark yang tersenyum dan terlihat begitu lepas. Mark itu orang yang menyebalkan, yang membuat dirinya itu tersiksa dalam perjodohan ini. Tetapi mark bahkan masih bisa se bahagia itu huft!

"Hokcuh, lebih baik aku memanggil jeno" Gumam haechan sedikit kesal ketika melihat jeno sedang bersantai sembari memainkan ponselnya.

"Jeno!!"

"Apaa?" Yang dipanggil membalas.

"Kemarilah, bantu aku cepat!!" Haechan menjerit cukup keras.

"Ah baiklah, aku datang!" Jeno pun segera bangkit dari duduk nya, dan menghampiri haechan.

Mark mendengar itu semua, seketika atensi nya teralihkan. Mark menatapi sinis, bagaimana bisa haechan sangat dekat dengan jeno? Ah mungkin karena mereka satu kampus.


"Apa yang harus kulakukan, chan?" Tanya jeno.

"Olesi ini, dan jangan lupa dibalik." Haechan memberi jeno alat pengoles.

"Cih, begitu saja tidak bisa." Ejeknya.

"YAK!-"

"Oke maafkan aku." Mohon jeno, sungguh haechan lawan yang sepadan dengan mark. pemuda itu memang sangat galak. Akhirnya Jeno pun mengolesi satu persatu daging yang mereka panggang.

"Haechan, bolehkah aku bertanya?" Tanya jeno masih dengan mengolesi dagingnya.

"Apa?" Haechan tak menoleh, mereka berdua masih sama sama sibuk.

"Apa sahabatmu itu sudah mempunyai kekasih?" Tanya jeno.

"Sahabatku yang mana? Aku punya dua sahabat jen."

Naughty boy (TAHAP REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang