6

9.5K 528 6
                                        

Happy reading!

───୨ৎ────

── .✦

── .✦

Yang lebih tua dengan keras menarik pergelangan tangan yang lebih muda, merematnya dengan kuat. "Are you crazy!?" tanya nya penuh dengan penekanan

"Apa?" Haechan tidak takut ataupun panik, karena ia tahu mark pasti memarahinya perilah dirinya yg berkelahi dengan yeri.

"Apa maksudmu 'apa'?" Ini pertanyaan bernada pertanyaan.

"Kau yang membuat yeri terluka kan?!"

"Kalau iya, apa urusanmu?" Jawab si manis dengan senyum diwajahnya , walaupun keadaan nya kini penuh dengan darah dan memar.

"Are you fucking kidding me? Sudah berapa kali kukatakan, JANGAN PERNAH MENYENTUH YERI, IDIOT!" Mark membentak haechan dengan tangan yang masih menggenggam erat pergelangan tangan haechan, semakin erat penuh emosi dan tenaga dalam.

Sedangkan sosok lain yang berada disana a.k.a Lucas-- masih bingung dengan kejadian didepannya, kenapa haechan si junior dikampusnya ini tinggal seatap berdua dengan mark? Dan apa hubungan diantara mereka? Apa mungkin kakak beradik? Namun keduanya sama sekali tak mirip.

Haechan berusaha keras melepas genggaman erat mark pada pergelangan tangannya "lepaskan, sialan!"

"KATAKAN TERLEBIH DAHULU, APA MAKSUDMU MENYAKITI YERI!?!!" Bentaknya lagi.

Haechan menepis kasar genggaman tersebut, "seharusnya kau tanya pada pacarmu itu, apa maksudnya menggangguku!?"

"Oohh, jadi kau menyalahkan yeri?"

Haechan tersenyum tak menyangka, menyalakan katanya? jalang itu lebih dulu yang memulainya, dasar mark idiot. "Ya, aku menyalahkannya! Karena jalang yang terlebih dulu memulainya!!"

Mark menggeram kesal "BERANI KAU MENYEBUTNYA JALANG!?!"

"Lalu? Apa tak boleh!?" Haechan menaikan kedua alisnya.

"Kau melukainya dan memakinya! Sekarang bahkan kau masih berani menghinanya?" Mark menggantung ucapannya, "kau mencari mati Seo haechan?" Ucapnya tegas, tangannya menarik lagi pergelangan tangan seseorang didepannya. Kini merematnya lebih keras, membuat yang diremat sedikit meringis.

Haechan berdecih malas, sembari mencoba melepaskan tangan mark yang masih merematnya. Tangan kiri haechan bergerak, jari telunjuknya menunjuk tepat didepan wajah yang lebih tua. "Mark, dengarkan aku. Apa kau pikir hanya dia yang terluka!? Kau pikir hanya aku yang memakinya?! Dan apa kau pikir hanya aku yang menghinanya, mark!?!!" Haechan meninggikan nada bicaranya.

Mark masih terdiam didepan haechan.

Haechan dengan cepat memberontak, sehingga lepaslah tangan mark yang sedari tadi menyiksa haechan. "Apa kau tak bisa melihat? APA KAU TAK BISA MELIHAT WAJAHKU YANG PENUH LUKA INI?!!" Haechan tidak menangis, dia hanya emosi. Tak mungkin juga seorang haechan menangis didepan orang.

Mark masih terdiam, begitu pula joohyun, lucas, maid dan bodyguard yang melihatnya pun masih diam.

Jujur joohyun sedikit kasihan dengan haechan yang sepertinya tak pernah bisa tenang untuk sehari saja, ia selalu mendapat luka, luka dan luka.

"Luka dia hanya ada dipipi dan pergelangan kaki nya! Itu pun hanya memar, sedangkan aku!?" Haechan menjeda ucapan nya dan tersenyum.

"AKU TERLIHAT LEBIH PARAH MARK! AKU LEBIH TERLUKA! AKU LEBIH SAKIT!!" Sambung haechan dengan bentakkan yang benar benar keras, seluruh tubuhnya memerah akibat emosi yang tersulut dalam dirinya.

Naughty boy (TAHAP REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang