Bab.4

617 28 5
                                        


"Eh, jadi ini menantu ibu?" Tanya Ibuku saat pertama kali melihat Kevin.
begitu juga dengan Kevin yang langsung mencium tangannya ketika bertemu ibuku. "Ibu, kenapa tadi gak datang waktu ijab qobul kami?"

"Gimana mau datang, gak ada yang jemput ibu." Sahut ibuku nyerengeh.

Sore itu, setelah dari rumah sakit, Kevin mengantarkanku pulang ke rumah.
Sebetulnya aku ingin pulang sendiri, akan tetapi Ayah selalu memaksaku untuk pulang bersamanya. Katanya biar Kevin tahu rumaku.

"Nak Kevin, kamu suka makan apa? nanti biar ibu masakin makanan kesukaan kamu?" Tanya Ibuku yang nampak perhatian.

"Apa aja yang ibu sajikan pasti aku suka." Sahut Kevin tersenyum.

Setelahnya ibu menoleh ke aku sambil nyuruh. "Aruna, kamu ajak suamimu ke kamar."

"Bu, dia bukan suamiku. Dia itu cuma bocah Bu!" protesku. meskipun sudah resmi menikah, aku tak sudih menganggapnya suami.

Dan nampaknya ucapanku tersebut membuat Kevin geram. Dia segera memeluk tubuhku dari belakang dengan erat dan ia lalu mengangkatnya. "Siapa yang Lo maksud bocah? Lo atau gue?"

"Kevin, Lepasin Gue!" Pintaku.

Kevin menggeleng. "Enggak!"

"Lepasin Vin."

"Enggak, sebelum Lo bilang, siapa yang bocah? Lo apa gue?" Tolaknya yang malah ngajak tebak-tebakan.

"Jelas Lo yang kekanak-kanakan gini!"

"Hey, begini-begini gue 2 tahun lebih tua dari Lo!" Jelas Kevin yang membanggakan dirinya.

"Udahlah nak Kevin, turunin istrimu." Ucap ibuku melerai. Dan nampaknya kata-kata ibuku di dengar olehnya. Diapun akhirnya menurunkanku dari pelukannya.

'Sial kalo saja aku bukan perempuan, udahku hajar ni bocah.' batinku.

Dan lalu aku segera pergi menuju ke kamarku. Aku ingin ganti baju. Rasanya gak enak banget pake kebaya. Udah gatel,  gerah, susah pula buat jalan.

Dan saat setibanya di kamar, aku terkejut saat melihat pemandangan kamarku yang nampak berbeda. Foto-fotoku hilang dan kini berganti nuansa dekorasi kamar pengantin yang serba putih. Begitu pula dengan kasurku yg banyak bunga mawarnya. Mana sekarang ada meja riasnya. Siapa juga yang mau dandan?

"apa-apaan sih ini? di kira gue mau malam pertama sama dia? pake di dekor begini!" pikirku menggerutu saat melihat sekeliling kamar.

bahkan hatiku makin gusar, ketika aku membuka lemariku. Semua pakaianku mulai dari t-shirt, jas dan lainnya hilang. Dan kini sudah berganti dengan beberapa pakaian perempuan lengkap dengan dalamannya. Ini ibu kapan belinya?

Karena udah gerah pake kebaya, akhirnya aku pakai apa aja yg ada di lemari.
Aku segera melepaskan semua pakaianku sampai tak ada satu helai pun yang menempel di tubuhku.
Dan ketika hendak mengambil pakaian, aku terkejut karena Kevin yang tiba-tiba masuk ke kamarku tanpa permisi.

"Kevin! gak sopan banget sih Lo! kalo mau masuk tuh bilang!" Aku langsung reflek tutup ke dua bagian kemaluanku dengan pakaian yang telah ku ambil dari lemari.

"Luna, Lo gak usah malu. Kita ini udah muhrim." Jelasnya yang kemudian tiduran di kasur.

"Gak, gue bilang keluar! gue gak mau Lo lihat barang gue." Tolakku. Meskipun aku ini mantan cowok tapi aku masih punya harga diri. mana mungkin aku biarin dia mengekspose tubuhku.

CURSE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang